Tulisan terinspirasi dari video TEDxGraz Career stability isn’t career safety-here’s why, Pemain Juggling Bola Andreas Gebhardt, yang telah bermain juggling bola hingga tahap professional.
Dia melakukan pertunjukkan, terus melatih keterampilan hingga level paling atas. Saat sudah di puncak karier, Dia bertemu dengan para pemain juggler muda yang di usia muda sudah bisa melampaui kemampuannya. Beberapa inspirasi karier saya dapatkan setelah mendengar keseluruhan kisahnya.
Pertama, kenali keunikkan diri dan perluas portofolio. Saat individu sudah merasa sangat ahli di suatu bidang, justru di saat itulah perlu lagi mengenali keunikkan diri. Dengan mengenal keunikkan diri, individu bisa mengetahui pengembangan diri yang diperlukan.
Dalam Buku Discovering Your Uniqueness karya Sheila White mengungkapkan keunikkan diri adalah bumbu rahasia untuk melakukan perubahan, pencapaian dan memberikan layanan terbaik untuk orang lain. Dengan mengenal keunikkan diri, individu tidak akan merasa tersaingi dengan kompetitornya, justru bisa saling berkolaborasi dan bekerja sama sehingga saling melengkapi di bidangnya. Juggler memahami keunikan diri lalu dia mempelajari juga kemampuan bercerita akhirnya sekarang menjadi storyteller juggler dan menjadi panutan untuk juggler lainnya.
Kedua, zona nyaman pekerjaan hanyalah ilusi. Saat sudah merasa berada di zona nyaman individu cenderung melakukan pekerjaan secara repetisi karena sudah paham dan tahu pola pekerjaan tersebut. Namun ternyata hal tersebut adalah bumerang karena individu menjadi malas untuk mengembangkan diri sampai di suatu titik ternyata pekerjaannya mampu dilakukan oleh orang lain sama baiknya.
Jika terus dibiarkan maka individu tersebut akan terganti dengan mudah. Istilah Comfort Zone dikemukakan awal oleh Alasdair White tahun 2009. Zona nyaman adalah kondisi perilaku di mana individu bekerja dalam kondisi netral kecemasan yang ditunjukkan dengan serangkaian perilaku untuk menghasilkan tingkat kinerja yang stabil, biasanya tanpa rasa risiko. Individu tidak diminta keluar dari zona nyaman sehingga kecemasan meningkat.
Individu diminta memperluas zona nyaman (Expand your Comfort Zone) dengan terus melakukan pengembangan diri. Saat awal akan merasa asing memperluas zona nyaman, namun saat hal baru terkuasai keyakinan dan kepercayaan diri dengan meningkat. Dengan belajar ternyata individu tetap menghadapi resiko bahwa hal yang dipelajari akan usang. Namun dengan belajar hal baru individu sudah melangkah menghadapi resiko terjebak di zona nyaman. Pesan dari Juggler yang sangat baik untuk ditiru
“Every time you learn something new, it’s not new anymore. Every time you solve a problem, it’s no problem anymore. Every time you step out your safety zone, the safety zone grows. So you could say the risk of today becomes the safety of tomorrow.”
Ketiga, pembelajar sepanjang hayat. Inspirasi karier pertama dan kedua sebenarnya sudah menggambarkan mengenai menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pembelajaran sepanjang hayat secara umum merupakan cara yang efektif dan transformatif untuk mengatasi banyak tantangan kompleksitas kehidupan modern seperti krisis iklim, perkembangan teknologi, perpindahan penduduk, ancaman kesehatan global dan lainnya.
Pada poin ketiga dipertegas kembali, semakin cepat individu mempelajari hal-hal baru semakin cepat beradaptasi dengan perubahan, cara agar menjadi tetap relevan untuk profesi yang digeluti dan semakin cepat pula zona nyaman meluas. Bagi teman-teman muda yang sedang meniti atau menjalani profesi apapun mari senantiasa semangat menemukan hal-hal baru untuk dipelajari.
Penulis: Yessika Nurmasari, M.Pd., Dosen Mata Kuliah Bimbingan Karier Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Penulis juga aktif dalam penulisan dan pengabdian mengenai perkembangan karier remaja dan dewasa awal selain menjadi konselor karier di Unit Layanan Konseling Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kunjungi dan follow @menjadimekar untuk infomasi pengembangan karier lainnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










