bukamata.id – Nama Denada Tambunan kembali menjadi perbincangan hangat publik. Namun kali ini bukan karena karya musik atau perjalanan hidupnya sebagai single parent, melainkan isu serius yang menyentuh ranah paling sensitif: dugaan penelantaran anak kandung selama puluhan tahun.
Penyanyi yang dikenal sejak era 1990-an itu dituding memiliki seorang anak laki-laki yang kini telah berusia 24 tahun.
Tuduhan tersebut menyebar cepat di media sosial, memicu perdebatan luas, hingga berujung gugatan resmi ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan nilai fantastis mencapai Rp 7 miliar.
Unggahan Haru Denada di Tengah Badai Isu
Di tengah derasnya tudingan, Denada justru mengunggah potret penuh emosi di media sosial. Ia membagikan foto kebersamaan dengan sang ibu, Emilia Contessa, yang telah wafat, disertai ungkapan kerinduan mendalam.
“Hi Ma, I miss you. Doain dena ya Ma,” tulis Denada.
Unggahan tersebut sontak menyentuh perasaan warganet. Namun alih-alih meredam isu, kolom komentar justru dipenuhi pertanyaan tajam terkait kabar dugaan anak yang ditelantarkan.
Kolom Komentar Membara, Netizen Minta Klarifikasi
Sejumlah warganet secara terbuka mempertanyakan kebenaran isu tersebut.
“Apa benar berita Kak Denada menelantarkan anak kandungnya?” tulis seorang netizen.
“Kalau benar, ini mengagetkan dan kasihan anaknya,” komentar lainnya.
Diskusi pun melebar, sebagian meminta Denada angkat bicara, sementara lainnya menunggu kejelasan hukum atas kabar yang beredar.
Muncul Nama Ressa Rizky Rosano, Gugatan Resmi Dilayangkan
Isu semakin menguat setelah muncul kabar bahwa seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rosano (24) mengajukan gugatan ke PN Banyuwangi. Ia mengklaim sebagai anak kandung Denada yang telah ditelantarkan sejak kecil.
Dalam gugatannya, Ressa menuding adanya perbuatan melawan hukum berupa penelantaran anak, yang menurutnya berdampak langsung pada kehidupan, pendidikan, hingga kondisi ekonominya.
Fakta Mengejutkan: Selama 24 Tahun Mengira Denada Sepupu
Ressa mengungkap kisah hidup yang mengejutkan. Selama 24 tahun, ia tidak pernah tahu bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Ia tumbuh dengan keyakinan bahwa Denada hanyalah kakak sepupu, hingga fakta itu terungkap setelah wafatnya Emilia Contessa.
Sejak bayi, Ressa diasuh oleh adik Emilia Contessa di Banyuwangi. Sosok yang seharusnya berstatus nenek, justru menjadi figur ibu dalam hidupnya.
“Selama ini saya memanggil Mbak Denada,” ujar Ressa, Jumat (9/1/2026).
Ia mengaku pertemuannya dengan Denada sangat terbatas dan tidak pernah terjalin komunikasi intens. Ressa juga menyebut pernah dijanjikan untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta, namun rencana itu tak pernah terwujud.
Hidup dalam Keterbatasan hingga Tinggal di Gudang
Keterbatasan ekonomi memaksa Ressa kuliah di Banyuwangi. Namun pendidikan itu pun terhenti di semester empat karena ketidakmampuan membayar biaya.
“Baru semester empat saya keluar karena gak bisa bayar,” ungkapnya.
Dalam kondisi terdesak, Ressa sempat berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya menetap di gudang belakang rumah induk Denada di Jalan Gajahmada, Banyuwangi, yang dijadikan kamar.
Meski kisah hidupnya kini menjadi konsumsi publik, Ressa menegaskan ia tidak berniat membuka konflik keluarga ke media. Tujuannya, kata dia, semata untuk mencari kejelasan dan penyelesaian.
Jejak Digital dan Klaim Masa Lalu Denada
Di tengah polemik, komentar dari akun Danielle Woro Prabandari ikut menyulut perhatian. Ia mengklaim Denada pernah hamil saat SMA dan dipindahkan ke Australia hingga melahirkan, sebelum anak tersebut dibawa ke Banyuwangi oleh Emilia Contessa.
Meski komentar itu viral, kebenarannya belum dapat diverifikasi dan masih sebatas klaim netizen.
Respons Denada Lewat Kuasa Hukum
Menanggapi gugatan tersebut, kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menyatakan kliennya menanggapi perkara ini dengan tenang.
“Respon Denada intinya santai, tidak apa-apa,” ujar Iqbal, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, dari tiga kali panggilan PN Banyuwangi, hanya satu yang sampai ke Denada. Saat ini, pihaknya masih mempelajari isi gugatan.
“Konstruksi hukum dan tuntutannya belum jelas. Kami perlu membaca surat gugatan secara menyeluruh,” tegasnya.
Babak Panjang yang Masih Menunggu Jawaban
Kasus ini membuka kembali lembaran lama kehidupan Denada yang selama ini tertutup rapat. Publik kini menanti: apakah ini murni konflik keluarga, kesalahpahaman bertahun-tahun, atau ada fakta besar yang belum terungkap?
Satu hal yang pasti, kisah ini masih panjang dan menjadi sorotan nasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











