Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?

Kamis, 5 November 2026 09:22 WIB

Usai Amankan Tiket 16 Besar di Australia, Ini Jadwal Padat Persib Bandung Sepanjang November 2026

Kamis, 5 November 2026 09:05 WIB

Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia

Kamis, 5 November 2026 08:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?
  • Usai Amankan Tiket 16 Besar di Australia, Ini Jadwal Padat Persib Bandung Sepanjang November 2026
  • Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
  • Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
  • Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!
  • Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya
  • Igor Tolic Ungkap Kunci Persib Bandung Kalahkan Melbourne Victory
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pentas Seni Berujung Tragis, Polisi Pastikan Insiden Siswi SMK di KBB Murni Kecelakaan

By SusanaKamis, 27 Februari 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Meninggal Dunia
Ilustrasi Meninggal Dunia. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polres Cimahi tengah menyelidiki insiden tragis yang terjadi di sebuah SMK di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seorang siswi berinisial M diduga meninggal dunia akibat menusukkan gunting ke tubuhnya saat latihan pentas seni pada Kamis (20/2/2025).

Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan untuk mencegah kesimpangsiuran informasi dan memastikan tidak ada unsur kelalaian yang menyebabkan kematian korban.

“Berawal dari hipotesa yang memang kita lakukan, namun dalam rangkaian proses penyelidikan itu akhirnya kita menemukan fakta-fakta. Setelah kita melakukan pemeriksaan kepada sebanyak 18 orang saksi yang terdiri dari pihak guru, pihak sekolah, maupun rekan-rekan dari korban,” papar Tri saat konferensi pers, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga:  Kecelakaan Tragis di Cisarua! Truk Tabrak Motor, Bocah 10 Tahun Meninggal Dunia

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban tengah memerankan drama berjudul kenakalan remaja, di mana ia memerankan seorang siswi hamil yang berusaha mengakhiri hidupnya. S

Sebagai bagian dari adegan, properti berupa jarum telah disiapkan untuk memecahkan balon yang dipasang di tubuh korban. Namun, ketika jarum tidak berhasil memecahkan balon, korban menggantinya dengan gunting asli.

“Namun pada saat geladi untuk pentas tersebut yang disaksikan oleh para siswa ternyata pada saat cerita itu bergulir korban masih menggunakan gunting asli. Nah pada saat memerankan peran tersebut dan skenarionya dia memang pada saat itu dia mencoba bunuh diri sebagaimana pada saat latihan dan pada saat menusukkan ke perutnya itu memang pecah, tapi saat ke dada sebelah kiri tidak pecah dan akhirnya berusaha memecahkan kembali,” jelasnya.

Baca Juga:  Minim Penerangan dan Lubang Berbahaya, Proyek Galian Kabel di Bandung Telan Korban

Pihak kepolisian telah memeriksa 18 saksi, termasuk guru, rekan korban, dan staf sekolah. Hingga saat ini, kejadian tersebut masih dikategorikan sebagai kecelakaan murni. Namun, penyelidikan tetap terbuka jika ditemukan bukti baru yang mengarah pada unsur pidana.

Baca Juga:  Dokter Gadungan di Cimahi Tipu Dua Wanita hingga Rugikan Rp10 Juta

“Sementara kita simpulkan bahwa saat ini adalah kecelakaan murni. Tapi tidak menutup kemungkinan apabila nanti kami menemukan bukti lain atau ada bukti-bukti yang mengarah tindak pidana nanti kami akan membuka kembali kasus ini,” terangnya.

Kapolres Cimahi mengimbau sekolah-sekolah agar lebih berhati-hati dalam penggunaan properti berbahaya dalam kegiatan pentas seni.

“Kami mengimbau kepada semua sekolah yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi maupun di Indonesia kalau bisa dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pentas seni di sekolah jangan mencerminkan kekerasan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kecelakaan Polres Cimahi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.