Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Zalnando

Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita

Minggu, 28 Juni 2026 19:34 WIB

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Minggu, 28 Juni 2026 18:57 WIB

Messi Menggila! Cetak Gol ke-6, Pimpin Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026

Minggu, 28 Juni 2026 18:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita
  • Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat
  • Messi Menggila! Cetak Gol ke-6, Pimpin Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026
  • Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat
  • Guncang Bursa Transfer! Persib Umumkan Perpisahan dengan Rezaldi Hehanussa
  • Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
  • Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perjuangan dan Prinsip, Jalan Hidup Bos Koi Hartono Soekwanto

By Aga GustianaSelasa, 5 Agustus 2025 12:22 WIB2 Mins Read
Hartono Soekwanto
Bos Koi Hartono Soekwanto. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik kesuksesannya sebagai pengusaha yang disegani, Hartono Soekwanto menyimpan filosofi hidup yang dalam dan menyentuh. Dalam sebuah perbincangan, pria yang dikenal sebagai Bos Koi ini mengungkapkan nilai-nilai hidup yang menjadi kompas dalam perjalanan karier dan spiritualnya.

Bagi Hartono, memberi adalah sumber kebahagiaan yang sejati. “Ada kegembiraan dalam memberi, ada sukacita dalam memberi. Membuat orang lain bahagia itu ibadah,” ujarnya kepada awak media, Senin (4/8/2025).

Namun lebih dari itu, Hartono menekankan pentingnya kerja keras untuk membangun nama baik. Ia mengutip pepatah Tiongkok yang menyebut bahwa nama besar harus diperjuangkan, sementara “muka” atau kehormatan adalah bentuk penghargaan dari orang lain.

“Nama harus kita kejar, supaya orang lain menghargai kita dengan memberi muka,” kata Hartono tegas.

Baca Juga:  BUKAN FLEXING! Unboxing Sepatu Seratus Ribuan yang Bikin Haru

Filosofi ini ia tanamkan kepada anak-anaknya, agar tidak hanya hidup nyaman dalam warisan, tetapi memiliki nilai juang dan harga diri. Hartono sendiri bukan orang yang lahir dari kekurangan—ia berasal dari keluarga berkecukupan. Namun, demi menemukan jati diri, ia memilih meninggalkan kenyamanan.

“Saya tinggalkan semua. Saya naik motor, ngelesin Bahasa Inggris, kerja apa aja. Dikasih mobil tapi nggak mampu beli bensin,” kenangnya.

Salah satu momen yang paling membekas dalam perjalanan hidupnya adalah ketika ia harus membeli ban bekas seharga Rp50.000 agar bisa menghadiri wawancara kerja di Jakarta.

Baca Juga:  Kisah Lengkap Matilda: Plot Twist Sapi Pekerja yang Ternyata Punya 'Jiwa' Manusia

“Bapaknya kayaknya udah meninggal dan sekarang bannya udah nggak ada. Cuman saya masih ingat kayaknya diterusin anaknya. Jadi tiap ganti ban baru, saya bilang ke supir saya, kirimkan ke sana. Sampe orangnya kaget, ada yang ngirim ban,” ucapnya haru.

Bagi Hartono, kenangan itu bukan sekadar romantisme masa lalu, tapi juga bentuk syukur dan penghormatan pada orang-orang yang pernah membantunya.

“Kita sudah di atas, kasarnya sudah menuju atas, sudah berkecukupan, kita masih ingat doa-doanya orang yang berkekurangan itu bagaimana. Itu kita selalu ingat. Kita bisa di atas, kita pernah di bawah,” jelasnya.

Baca Juga:  Michael Octavian 'Si Manusia Silver': Remaja Pasar Baru yang Kini Melangkah di Atas Runway

Hartono percaya bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang pintar atau beruntung, tapi juga mereka yang tidak lupa daratan.

“Sudah S1, bukan berarti berhasil. Itu baru start di angka 5. Karena ternyata saya pikir saya udah lulus sekolah, itu saya udah punya segalanya, saya pinter segala. Ternyata saya bodohnya luar biasa.”

Kini, filosofi hidup itu menjadi pegangan utama Hartono dalam bekerja dan berinteraksi: kerja keras, rendah hati, menghargai sesama, dan tidak melupakan jasa orang lain. “Itu prinsip. Orang yang membukakan jalan buat kita, sekecil apa pun, harus kita ingat,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bisnis koi Bos Koi filosofi hidup Hartono Soekwanto kerja keras Kisah Inspiratif motivasi pengusaha nama baik tokoh inspiratif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!

Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.