Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Update! Kode Redeem FF 13 Mei 2026: Kesempatan Amankan Skin Legendaris dan Diamond Gratis

Rabu, 13 Mei 2026 01:00 WIB

Kabar Buruk! Persib Ditinggal 3 Sosok Kunci Sekaligus Jelang Duel Panas vs PSM Makassar

Selasa, 12 Mei 2026 21:20 WIB

Fenomena Video Viral “Guru Bahasa Inggris” di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?

Selasa, 12 Mei 2026 21:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update! Kode Redeem FF 13 Mei 2026: Kesempatan Amankan Skin Legendaris dan Diamond Gratis
  • Kabar Buruk! Persib Ditinggal 3 Sosok Kunci Sekaligus Jelang Duel Panas vs PSM Makassar
  • Fenomena Video Viral “Guru Bahasa Inggris” di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?
  • LINK FULL 6 MENIT DICARI! Video Guru vs Murid Viral Gegerkan Medsos
  • Rumor Transfer Maxwell Souza: Benarkah Membelot ke Persib? Ini Jawaban Sang Striker!
  • DULU PAKAI TONGKAT, SEKARANG ANGKAT BEBAN! Kisah Ajaib Nenek 61 Tahun yang Bikin Netizen Melongo!
  • Polisi Ungkap Jaringan Anarko di Balik Ricuh May Day Bandung
  • Sinyal Transfer Tak Terduga Persib: Incar Kapten Persebaya Bernilai Rp6,95 Miliar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perjuangan dan Prinsip, Jalan Hidup Bos Koi Hartono Soekwanto

By Aga GustianaSelasa, 5 Agustus 2025 12:22 WIB2 Mins Read
Hartono Soekwanto
Bos Koi Hartono Soekwanto. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik kesuksesannya sebagai pengusaha yang disegani, Hartono Soekwanto menyimpan filosofi hidup yang dalam dan menyentuh. Dalam sebuah perbincangan, pria yang dikenal sebagai Bos Koi ini mengungkapkan nilai-nilai hidup yang menjadi kompas dalam perjalanan karier dan spiritualnya.

Bagi Hartono, memberi adalah sumber kebahagiaan yang sejati. “Ada kegembiraan dalam memberi, ada sukacita dalam memberi. Membuat orang lain bahagia itu ibadah,” ujarnya kepada awak media, Senin (4/8/2025).

Namun lebih dari itu, Hartono menekankan pentingnya kerja keras untuk membangun nama baik. Ia mengutip pepatah Tiongkok yang menyebut bahwa nama besar harus diperjuangkan, sementara “muka” atau kehormatan adalah bentuk penghargaan dari orang lain.

“Nama harus kita kejar, supaya orang lain menghargai kita dengan memberi muka,” kata Hartono tegas.

Baca Juga:  Bimsalabim Jadi Apa? Transformasi Menyedihkan Pak Tarno, Dari Panggung Megah ke Trotoar Warakas

Filosofi ini ia tanamkan kepada anak-anaknya, agar tidak hanya hidup nyaman dalam warisan, tetapi memiliki nilai juang dan harga diri. Hartono sendiri bukan orang yang lahir dari kekurangan—ia berasal dari keluarga berkecukupan. Namun, demi menemukan jati diri, ia memilih meninggalkan kenyamanan.

“Saya tinggalkan semua. Saya naik motor, ngelesin Bahasa Inggris, kerja apa aja. Dikasih mobil tapi nggak mampu beli bensin,” kenangnya.

Salah satu momen yang paling membekas dalam perjalanan hidupnya adalah ketika ia harus membeli ban bekas seharga Rp50.000 agar bisa menghadiri wawancara kerja di Jakarta.

Baca Juga:  Inspiratif! Hartono Soekwanto Raih Gelar Juara Sirnas Padel 2025 di Surabaya

“Bapaknya kayaknya udah meninggal dan sekarang bannya udah nggak ada. Cuman saya masih ingat kayaknya diterusin anaknya. Jadi tiap ganti ban baru, saya bilang ke supir saya, kirimkan ke sana. Sampe orangnya kaget, ada yang ngirim ban,” ucapnya haru.

Bagi Hartono, kenangan itu bukan sekadar romantisme masa lalu, tapi juga bentuk syukur dan penghormatan pada orang-orang yang pernah membantunya.

“Kita sudah di atas, kasarnya sudah menuju atas, sudah berkecukupan, kita masih ingat doa-doanya orang yang berkekurangan itu bagaimana. Itu kita selalu ingat. Kita bisa di atas, kita pernah di bawah,” jelasnya.

Baca Juga:  Berkat Indukan Hartono Soekwanto, Koi Lokal Indonesia Berjaya di ZNA Bandung 2025

Hartono percaya bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang pintar atau beruntung, tapi juga mereka yang tidak lupa daratan.

“Sudah S1, bukan berarti berhasil. Itu baru start di angka 5. Karena ternyata saya pikir saya udah lulus sekolah, itu saya udah punya segalanya, saya pinter segala. Ternyata saya bodohnya luar biasa.”

Kini, filosofi hidup itu menjadi pegangan utama Hartono dalam bekerja dan berinteraksi: kerja keras, rendah hati, menghargai sesama, dan tidak melupakan jasa orang lain. “Itu prinsip. Orang yang membukakan jalan buat kita, sekecil apa pun, harus kita ingat,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bisnis koi Bos Koi filosofi hidup Hartono Soekwanto kerja keras Kisah Inspiratif motivasi pengusaha nama baik tokoh inspiratif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Update! Kode Redeem FF 13 Mei 2026: Kesempatan Amankan Skin Legendaris dan Diamond Gratis

Fenomena Video Viral “Guru Bahasa Inggris” di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?

LINK FULL 6 MENIT DICARI! Video Guru vs Murid Viral Gegerkan Medsos

Link Full Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Bikin Heboh, Pakar Ungkap Modus Licik

JANGAN KLIK! Link ‘Video Guru Bahasa Inggris 6 Menit’ Diduga Jebakan Phishing Berbahaya

GEGER! Link Video Guru Bahasa Inggris Durasi 6 Menit Viral, Warganet Ramai Cari Tautan Aslinya

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.