bukamata.id – Persib Bandung menjadi salah satu klub yang relatif tenang di bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026. Hingga saat ini, Maung Bandung belum banyak memperkenalkan pemain anyar dan justru melepas beberapa nama dari skuad.
Situasi ini berbeda dibanding klub papan atas lain yang melakukan perombakan besar-besaran di putaran kedua.
Satu nama yang santer dikaitkan dengan Persib adalah Layvin Kurzawa, bek asal Prancis yang dikabarkan akan direkrut dengan kontrak jangka pendek. Di luar itu, Persib memilih menjaga komposisi tim yang sudah ada dan menahan diri untuk menambah banyak pemain baru.
Alasan Persib Jaga Chemistry Tim
Kapten Persib Bandung, Marc Klok, menjelaskan bahwa keputusan klub untuk tidak terlalu aktif di bursa transfer bertujuan menjaga keseimbangan skuad. Menurutnya, penambahan pemain baru dalam jumlah banyak dapat mengganggu chemistry tim yang sudah terbangun.
“Di Indonesia, saya sudah sembilan tahun, dan di setiap musim putaran kedua selalu berbeda dibanding putaran pertama,” ujar Klok.
“Banyak pemain diganti, pelatih juga berubah, sehingga kami harus main dengan tim yang berbeda. Jadi keputusan Persib cukup masuk akal untuk menjaga stabilitas.”
Kepercayaan pada Skuad dan Target Juara
Marc Klok menambahkan bahwa pelatih Bojan Hodak memiliki pertimbangan matang terkait kebijakan transfer. Perubahan besar di skuad justru bisa mengganggu performa tim yang sudah berjalan.
“Mungkin itu alasan coach Bojan tidak mau banyak ganti pemain. Chemistry tim harus tetap terjaga,” kata Klok.
“Kami tinggal fokus bermain, bekerja keras, dan menjalankan instruksi pelatih. Persaingan tetap ketat karena lawan terus mendatangkan kualitas baru, jadi kami harus mendorong diri hingga akhir untuk Persib hattrick juara.”
Dengan strategi ini, Persib Bandung menunjukkan bahwa stabilitas skuad dan chemistry pemain inti menjadi kunci untuk tetap bersaing di Super League 2025-2026.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










