bukamata.id – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menjadi saksi bisu duel panas dua raksasa papan atas dalam lanjutan pekan ke-27 Super League 2025/2026. Persib Bandung dijadwalkan menjamu Bali United pada Minggu (12/4/2026) pukul 19.00 WIB dengan mengusung misi mempertahankan takhta klasemen sekaligus memperpanjang tren positif di bawah komando Bojan Hodak.
Sejak menakhodai Pangeran Biru pada 2023, pelatih asal Kroasia tersebut sukses menghapus kutukan tak pernah menang Persib atas Bali United yang sempat bertahan selama enam tahun (sejak 2017). Dalam tujuh bentrokan terakhir, Hodak mencatatkan rekor impresif dengan tiga kemenangan dan empat hasil imbang tanpa sekalipun tersentuh kekalahan.
Menanggapi catatan mentereng tersebut, Hodak tetap membumi namun optimis. “Saya tidak tahu apakah itu motivasi tambahan, tapi saya harap saya akan mempertahankan hasil yang sama untuk di pertandingan nanti,” tegas pelatih berkepala plontos tersebut.
Persib Bukanlah PSBS Biak!
Bali United datang ke Bandung dengan modal kepercayaan diri selangit. Tim asuhan Johnny Jansen baru saja melumat PSBS Biak dengan skor telak 6-1 di pekan sebelumnya. Namun, Hodak memberikan peringatan keras bahwa atmosfer menghadapi Persib di GBLA jauh berbeda.
“Saya meyakini kemenangan 6-1 Bali United itu akan memberikan mereka kepercayaan diri untuk laga ini,” ujar Hodak. Namun, ia menekankan bahwa level persaingan akan meningkat tajam di laga besok.
“Tapi tidaklah sama bermain melawan kami, dengan segala hormat, tidaklah sama ketika mereka bermain melawan Persib,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Mengintip Celah di Balik Agresivitas Serdadu Tridatu
Secara statistik, Bali United memang tampil sangat menghibur dan produktif. Tercatat, sepanjang putaran kedua, Serdadu Tridatu sudah menyarangkan 19 gol. Akan tetapi, gaya main menyerang total ala Jansen menyisakan lubang menganga di lini belakang yang sudah kebobolan 20 kali.
Bojan Hodak mencermati bahwa penjaga gawang Bali United, Mike Hauptmeijer, bekerja ekstra keras karena rapuhnya barisan pertahanan mereka. Celah inilah yang menjadi fokus analisis tim pelatih Persib untuk dieksploitasi.
“Mereka memainkan sepak bola yang sangat menyerang, yang mana enak untuk ditonton,” ungkap Hodak. Namun, ia menambahkan sisi lemah sang lawan: “Tapi hal itu juga membuat mereka memiliki celah di area pertahanan. Itulah alasannya mengapa mungkin kiper mereka (Mike Hauptmeijer) memiliki jumlah penyelamatan terbanyak, karena pertahanan mereka cukup terbuka di belakang juga.”
Dengan strategi yang matang, Persib bertekad mengamankan tiga poin penuh guna mengunci posisi mereka di puncak klasemen sekaligus menjaga gengsi sebagai “raja” saat menghadapi tim asal Pulau Dewata tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









