Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jumat, 20 Februari 2026 04:00 WIB

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 03:00 WIB

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

Jumat, 20 Februari 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya
  • Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan
  • Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pertambangan Jabar Catat Rapor Merah, Turun 4,8 Persen Imbas Penutupan Tambang Ilegal

By Putra JuangJumat, 6 Februari 2026 13:48 WIB2 Mins Read
Aktivitas pertambangan galian C di kawasan Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. (Foto: Agi Ilman)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langkah berani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menertibkan pertambangan ilegal sepanjang tahun 2025 membuahkan hasil ganda yakni tata kelola lingkungan yang lebih baik, namun di sisi lain menyebabkan sektor pertambangan menjadi satu-satunya titik lemah dalam rapor ekonomi Jabar.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, sektor pertambangan mencatatkan rapor merah dengan kontraksi sebesar 4,8 persen (y-on-y) pada triwulan IV 2025. Angka ini menjadikannya satu-satunya lapangan usaha yang tumbuh negatif di tengah moncernya sektor lain.

Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, kontraksi tersebut berkaitan langsung dengan penutupan sejumlah tambang ilegal yang berdampak pada berhentinya aktivitas produksi dan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Ketika tambang ditutup, otomatis tidak ada lagi aktivitas produksi maupun pekerjaan yang berjalan. Produksi turun, penyerapan tenaga kerja juga ikut menurun,” ucap Ari di Kantor BPS Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Meski menekan kinerja pertambangan, Ari menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari upaya penertiban dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga tata kelola pertambangan dan lingkungan di Jabar. Kontraksi sektor pertambangan terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi Jabar yang tetap terjaga.

Secara keseluruhan, ekonomi Jabar pada triwulan IV 2025 tumbuh 5,85 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,39 persen.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar triwulan IV 2025 atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp474,29 triliun.

Kendati demikian, kontribusi pertambangan terhadap PDRB relatif kecil dan semakin tertekan akibat berhentinya sejumlah kegiatan tambang ilegal.

Pihaknya mencatat, dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi Jabar dengan kontribusi 40,05 persen, diikuti perdagangan dan konstruksi.

Sebaliknya, lanjut Ari, pertambangan justru menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan pertumbuhan negatif.
Dampak penertiban tambang juga terasa pada penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.

Ari menyebut, ketika tambang tidak lagi beroperasi, maka aktivitas ekonomi yang melibatkan pekerja ikut terhenti.

Meski demikian, BPS menilai tekanan di sektor pertambangan tidak mengganggu stabilitas ekonomi Jabar secara keseluruhan.

“Ini menunjukkan struktur ekonomi Jawa Barat cukup kuat. Meski ada kontraksi di satu sektor, sektor lain mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Jawa Barat ekonomi Jabar 2025 kontraksi sektor pertambangan penutupan tambang ilegal pertambangan ilegal Jawa Barat rapor merah pertambangan Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.