Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Detik-Detik Mencekam! Pekerja 20 Tahun Tersetrum di Rigging Videotron Konser Bandung

Minggu, 5 Juli 2026 13:31 WIB
Kode Redeem FF

Puluhan Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026, Hadiah Skin dan Diamond Menanti!

Minggu, 5 Juli 2026 12:37 WIB

Brasil Tantang Norwegia: Laga Hidup Mati, Haaland Jadi Momok Menakutkan?

Minggu, 5 Juli 2026 12:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Detik-Detik Mencekam! Pekerja 20 Tahun Tersetrum di Rigging Videotron Konser Bandung
  • Puluhan Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026, Hadiah Skin dan Diamond Menanti!
  • Brasil Tantang Norwegia: Laga Hidup Mati, Haaland Jadi Momok Menakutkan?
  • Persib Panaskan Bursa Transfer! Ragnar dan Notsuda Gabung, Peralta Menyusul?
  • Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 5 Juli 2026: Galeri 24 Ungguli Antam dan UBS
  • KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral
  • Siapa Nyimas Laula? Fotografer yang Kini ‘Dirujak’ Netizen Gara-Gara Etika Gym?!
  • Hasil Maroko vs Kanada 3-0: Ounahi Menggila, Singa Atlas Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perubahan Iklim Berpotensi ‘Bangunkan’ Ratusan Gunung Berapi Tersembunyi di Antartika

By Aga GustianaSelasa, 7 Januari 2025 14:56 WIB2 Mins Read
Ilustrasi gunung berapi di Antartika. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perubahan iklim yang terjadi saat ini berpotensi ‘membangunkan’ ratusan gunung berapi yang berada di Antartika.

Diketahui, Benua Antartika memiliki gunung berapi raksasa seperti Gunung Erebus. Selain itu, ada juga 100 gunung berapi lainnya di sana, sebagian berkelompok di sepanjang patai barat.

Dari ratusan gunung berapi tersebut memuncak di atas permukaan, namun ada juga yang berada beberapa kilometer di bawah lapisan es Antartika, sebagian besarnya ‘tertidur’, namun bukan berarti tidak aktif.

Rentetan gunung berapi itu kemungkinan akan bangkit disebabkan perubahan iklim. Diketahui, perubahan iklim ini yang menyebabkan lapisan es mencair, hingga meningkatkan permukaan laut global.

Baca Juga:  Cuaca Panas Belakangan Ini, Begini Penjelasan BMKG

Pencairan ini pun menghilangkan beban di atas bebatuan di bawahnya. Cairnya lapisan es juga telah terbukti meningkatkan aktivitas vulkanik di gunung berapi subglasial di tempat lain di dunia.

Para peneliti juga sudah menjalankan 4.000 simulasi komputer untuk mempelajari bagaimana hilangnya lapisan es hingga mempengaruhi gunung berapi Antartika yang terkebur.

Dari penelitian tersebut ditemukan jika pencairan bertahap dapat meningkatkan jumlah dan ukuran letusan gunung berapi di sana.

Baca Juga:  Temuan Tak Terduga di Bawah Es Antartika, Bukti Wilayah Kutub Dulu Hutan

Di mana, menipisnya lapisan es dapat mengurangi tekanan pada ruang magma di bawah permukaan, yang menyebabkan magma terkompresi mengembang. Pemuaian ini meningkatkan tekanan pada dinding ruang magma dan dapat menyebabkan letusan.

Beberapa ruang magma menampung sejumlah besar gas. Saat magma mendingin dan tekanan lapisan penutup berkurang, gas tersebut keluar seperti karbonasi botol soda yang baru dibuka, meningkatkan tekanan di ruang magma. Tekanan ini berarti es yang mencair dapat mempercepat timbulnya letusan dari gunung berapi subglasial.

Baca Juga:  Penemuan Makhluk 15.000 Tahun di Antartika

Letusan gunung berapi subglasial mungkin tidak terlihat di permukaan, tapi dapat berdampak pada lapisan es. Panas dari letusan ini dapat meningkatkan pencairan es jauh di bawah permukaan dan melemahkan lapisan es di atasnya.

Para periset menekankan bahwa proses ini lambat, berlangsung selama ratusan tahun, namun tetap dapat berdampak luas. Inti dari riset yang diterbitkan jurnal Geokimia, Geofisika, Geosistem, mengungkapkan bahwa mencairnya es di Antartika tidak hanya meningkatkan frekuensi letusan gunung berapi di sana, tapi juga mengintensifkan skalanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Antartika gunung berapi iklim
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem FF

Puluhan Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026, Hadiah Skin dan Diamond Menanti!

Ilustrasi emas antam

Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 5 Juli 2026: Galeri 24 Ungguli Antam dan UBS

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Minggu Cuan! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 5 Juli 2026 Lewat Fitur DANA Kaget, Langsung Cair

Game Free Fire

Panen Hadiah Minggu Pagi! Intip Bocoran Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Token SG2 Terbaru?

Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM

Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk Modal Usaha

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.