Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Suarakan Jeritan Warga Garut Selatan, Band Metal VoB Soroti Jalan Rusak 10 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 19:23 WIB

Spesial Kemerdekaan, Naik Bandros di Bandung Cuma Bayar Rp8 Pakai QRIS

Jumat, 14 Agustus 2026 19:17 WIB
program MBG

Prabowo Sebut ‘Biadab’ Tapi MBG Lanjut Terus? Tragedi Keracunan Massal Karo Bikin Gempar!

Jumat, 14 Agustus 2026 18:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Suarakan Jeritan Warga Garut Selatan, Band Metal VoB Soroti Jalan Rusak 10 Tahun
  • Spesial Kemerdekaan, Naik Bandros di Bandung Cuma Bayar Rp8 Pakai QRIS
  • Prabowo Sebut ‘Biadab’ Tapi MBG Lanjut Terus? Tragedi Keracunan Massal Karo Bikin Gempar!
  • Terungkap! Detik-detik Honda Ferio Tabrak Aiptu Asep Suhara hingga Terpental 8 Meter
  • Persib Tak Full Team Lawan Sabah FC, 5 Pemain Timnas Masih Absen
  • Cek Desil DTSEN Pakai NIK KTP, Begini Cara Tahu Status Bansos Agustus 2026
  • Bakal Jadi yang Terbesar dalam Sejarah, APBN 2027 Diproyeksikan Mendekati Rp 4.000 Triliun
  • Terungkap! Pria yang Viral Pukul Wanita di Cimahi Diduga ODGJ
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Makhluk 15.000 Tahun di Antartika

By Aga GustianaRabu, 5 Februari 2025 20:14 WIB3 Mins Read
Anoxycalyx joubini. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah makhluk yang diperkirakan berusia 15.000 tahun ditemukan di bagian McMurdo Sound. Ini menjadikannya salah satu makhluk tertua di planet bumi.

Makhluk itu adalah sebuah giant volcano sponge (Anoxycalyx joubini). Spons merupakan hewan invertebrata yang tidak bergerak, seperti karang.

Spons juga bagian penting dari ekosistem tempat mereka tinggal, sebab selain juga menyediakan tempat berlindung bagi hewan lain yang lebih kecil, mereka juga luar biasa kuat.

“Tipe rangka spons beradaptasi dengan baik terhadap habitatnya, yang memungkinkannya hidup di permukaan keras, berbatu, atau sedimen lunak seperti pasir dan lumpur. Beberapa spons bahkan menempel pada puing-puing yang mengapung! Jarang sekali spons ditemukan mengapung sepenuhnya,” jelas National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Saat air menyaring melalui bagian luar spons yang berpori, spons bergerak, menerima makanan dan oksigen, serta membuang kotoran. Di dalam spons, struktur mirip rambut kecil yang disebut flagela menciptakan arus untuk menyaring bakteri keluar dari sel spons dan menjebak makanan di dalamnya.

“Struktur rangka spons yang kuat membantu spons menahan volume air tinggi yang mengalir melaluinya setiap hari,” tambah NOAA.

Anoxycalyx joubini dapat tumbuh hingga diameter 1,5 meter dan 1,95 meter untuk tingginya. Dia tinggal di kedalaman antara 15-144 meter.

Untuk mengetahui usia dari sebuah pohon, para ilmuwan dapat mengira-ngira dari seberapa cepat mereka berkembang. Tapi A. joubini butuh waktu lama untuk tumbuh.

“Anoxycalyx joubini adalah spons terbesar dan paling mencolok di Antartika dan meskipun telah diamati setinggi 2 m, spons ini tidak pernah diamati tumbuh atau menetap,” jelas salah satu tim.

Yang berkontribusi pada umur makhluk tersebut menjadi sangat panjang adalah lingkungan yang konsisten dan dingin. Hal itu berdampak pada metabolisme yang melambat pada hewan tersebut.

Satu makhluk sejenis sebelumnya ditemukan berusia sekitar 23.000 tahun. Makhluk yang dikenal dengan nama Scolymastra joubini ini dapat hidup hingga 40.000 tahun. Namun, menurut analisis lebih lanjut, usia tersebut mungkin sedikit lebih tua.

“Dengan beroperasi pada skala waktu seperti itu, kita harus memikirkan tidak hanya implikasi biologis tetapi juga mempertimbangkan peristiwa geologis. Fluktuasi permukaan laut yang terkait dengan glasial maksimum terakhir (LGM -18.000-22.000 tahun lalu) mungkin telah membuat lokasi joubini 2m-S. ‘tinggi dan kering’ karena permukaan laut selama LGM adalah 105-130 m lebih rendah dari saat ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak ada invertebrata laut di paparan Laut Ross yang dapat berusia lebih dari ~15.000 tahun,” ahli biologi kelautan Dr Susanne Gatti menjelaskan dalam sebuah makalah tahun 2002.

“Meskipun demikian, kita harus menyimpulkan bahwa spons hexactinellid di Antartika termasuk di antara makhluk hidup tertua jika bukan yang tertua di planet ini,” lanjut Gatti.

Bahkan jika S. joubini setinggi 2 meter di Laut Ross hanya setengah dari usia yang ditunjukkan oleh kurva pertumbuhan, ia tetap berusia lebih dari 6.000 tahun. Gatti menekankan itu tanda bahwa makhluk tersebut merupakan makhluk hidup tertua — tidak hanya di lautan tetapi juga jika dibandingkan dengan yang ada di daratan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Antartika Ilmuwan makhluk
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Spesial Kemerdekaan, Naik Bandros di Bandung Cuma Bayar Rp8 Pakai QRIS

Bukan Sekadar HP! Honor Robot Phone Meluncur Mengusung Gimbal Mekanik Terkecil di Dunia

Buruan! 10 Promo Makan Murah HUT RI ke-81 di Bandung, Ada Buy 1 Get 1

Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Agustus 2026 Anjlok Rp36 Ribu, Cek Harga Terbarunya

Jomblo Auto Mengheningkan Cipta! Momen Manis Bule Cantik Australia Datang ke Lombok Demi Si Hitam Manis

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.