bukamata.id – Beredar surat undangan berkop Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait rapat persiapan pernikahan putri Kepala BNPB, Suharyanto. Surat bernomor Und-402/SU/PR.01.03/08/2025 ini ditandatangani Sekretaris Utama BNPB, Rustian, pada Senin (11/8/2025).
Rapat dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025, di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur, dengan Rustian sebagai pimpinan rapat. Undangan juga menyertakan imbauan agar peserta hadir 30 menit lebih awal dan tidak diwakilkan.
“Mengingat pentingnya rapat tersebut, mohon Bapak/Ibu hadir 30 menit lebih awal dan tidak diwakilkan,” bunyi surat yang dilihat, Sabtu (23/8/2025).
Klarifikasi dari BNPB
Publik mempertanyakan penggunaan kop resmi lembaga negara untuk acara pribadi pimpinan. Menanggapi hal ini, Rustian memberikan penjelasan.
Menurut Rustian, undangan ditujukan kepada panitia yang dibentuk oleh Kepala BNPB, terdiri dari unsur internal BNPB, rekan-rekan Suharyanto di TNI, dan pihak kepolisian yang merupakan koleganya.
“Undangan tersebut ditujukan kepada panitia yang sudah ditentukan oleh beliau. Panitia ini ada internalnya BNPB, ada juga sebagian angkatannya beliau, termasuk polisinya. Jadi artinya, dengan sudah terbentuknya panitia ini, perlu diadakan rapat pertama kali untuk membantu WO (Wedding Organizer) yang sudah beliau tentukan,” jelas Rustian, Sabtu (23/8/2025).
Rustian menambahkan bahwa kop BNPB digunakan karena padatnya agenda Kepala BNPB sehingga waktu untuk mengumpulkan panitia terbatas.
“Keterbatasan waktu dari beliau juga karena saat itu terjadi banjir, longsor, dan sebagian kebakaran hutan dan lahan, sehingga beliau sangat sibuk. Kami pun juga di BNPB sibuk di daerah masing-masing. Jadi waktu itulah bisa dikumpulkan, dan saat itulah rapat dilaksanakan sehingga memakai kop BNPB,” kata Rustian.
Tidak Menggunakan Anggaran Negara
Rustian menegaskan bahwa meski rapat menggunakan ruangan dan kop resmi BNPB, kegiatan ini tidak menggunakan anggaran negara.
“Beliau (Suharyanto) mewanti-wanti ke saya berdua, tidak akan ada penggunaan anggaran yang ada di BNPB,” ujarnya.
Rapat diselenggarakan di sela penanganan bencana banjir, longsor, dan kebakaran hutan. Dengan keterbatasan waktu Kepala BNPB, rapat akhirnya digelar di kantor BNPB, namun di luar jam kerja.
“Jika seandainya ada permasalahan, panitia menyampaikan terima kasih atas koreksinya. Ke depannya kami akan memperbaiki hal tersebut,” tambah Rustian.
Ia berharap polemik terkait surat undangan ini tidak berlarut-larut dan bisa segera ditangani secara bijaksana.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











