bukamata.id – Pihak kepolisian Polda Jawa Barat turun tangan menindaklanjuti kasus ancaman pembunuhan terhadap gelandang Persib Bandung, Thom Haye, beserta keluarganya. Tim siber Polda Jabar kini sedang melacak akun media sosial pelaku yang mengirimkan pesan ancaman tersebut, meski hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk.
“Sampai saat ini belum ada laporan resmi, namun tim siber saat ini tengah melacak akun yang membuat ancaman tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Senin (12/1/2026).
Ancaman Muncul Usai Laga Persib vs Persija
Langkah cepat ini dilakukan menyusul adanya laporan intimidasi serius yang diungkap Thom Haye setelah pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026).
Aksi kepolisian dalam melacak jejak digital pelaku diharapkan memberikan efek jera, sekaligus menciptakan ruang aman bagi atlet profesional untuk menjalankan karier tanpa bayang-bayang teror.
Dukungan Hukum dari Viking Persib Club
Kuasa hukum Viking Persib Club, Ferdy Rizky Adilya, mengecam keras tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang mencederai nilai kemanusiaan dan sportivitas. Menurut Ferdy, ancaman pembunuhan kepada Thom Haye dan keluarganya adalah pelanggaran hukum serius.
“Kami akan menempuh jalur hukum secara tegas dengan menggunakan Pasal 448 KUHP tentang ancaman kekerasan. Karena aksi ini dilakukan melalui platform digital, ketentuan hukum terkait pengancaman elektronik juga akan diterapkan agar pelaku dapat dijerat dengan sanksi maksimal,” jelas Ferdy.
Ia pun mengingatkan seluruh pecinta sepak bola nasional bahwa rivalitas hanya terjadi selama 90 menit di atas lapangan hijau, dan setelah pertandingan selesai, semua pihak harus kembali saling menghormati.
Thom Haye Sampaikan Kegelisahan
Sebelumnya, Thom Haye menyampaikan kegelisahannya melalui unggahan Instagram Story terkait ancaman pembunuhan terhadap keluarganya.
“Sangat menyedihkan melihat hal tersebut merusak kualitas permainan. Saya meminta dengan hormat kepada orang-orang yang mengirimkan ancaman kematian kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu,” tulis pemain berjuluk The Professor, Senin (12/1/2026).
Meskipun demikian, Thom tetap mengaku bangga dengan kemenangan Maung Bandung dan dukungan dari Bobotoh saat menjamu Macan Kemayoran.
Kesimpulan
Kasus ini menjadi pengingat bahwa bulu tangkis, sepak bola, dan olahraga profesional lainnya harus dijalankan dengan fair play.
Polda Jabar bersama kuasa hukum siap menindak tegas siapa pun yang mencoba mengancam keselamatan pemain dan keluarganya melalui platform digital.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









