Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi banjir

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

Senin, 21 September 2026 01:00 WIB

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Kawal Bumil Jadi Solusi Deteksi Dini Risiko Keguguran dan Stunting

By Putra JuangSabtu, 15 November 2025 12:10 WIB4 Mins Read
(ki-ka) Sekretaris Perwakilan BKKBN Jabar, Kukuh dan Promotion Manager Kalbe Blackmores Nutrition, Priyo Setyanto. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pendampingan ibu hamil (bumil) sejak dini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan stunting dan menekan angka kematian ibu serta anak.

Hal ini menjadi sorotan utama dalam acara “Kawal Bumil Fest” yang diselenggarakan di Kiara Artha Park, Kota Bandung, pada Sabtu (15/11/2025).

Acara yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BKKBN Jabar, DPPKB Kota Bandung, dan Kalbe Blackmores Nutrition, ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi, bahkan sebelum kehamilan terjadi.

Kesadaran Hamil Dini Jadi Gerbang Awal

Sekretaris Perwakilan BKKBN Jabar, Kukuh menekankan bahwa permasalahan tumbuh kembang anak, termasuk stunting, berakar dari kurangnya kesadaran sejak awal kehamilan.

“Ketika hamil, sering kali perempuan tidak sadar bahwa mereka hamil. Prosesnya itu dimulai sejak sel sperma bertemu sel telur. Dalam dua bulan pertama saja, seluruh susunan saraf sudah terbentuk,” ucap Kukuh ditemui disela-sela acara.

Menurutnya, ketiadaan kesadaran atau pendampingan yang memadai pada masa kritis ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan janin dan kualitas bangsa di masa depan.

“Kesehatan ibu menjadi sangat penting. Biasanya, ketika ada masalah di awal, kalaupun proses persalinannya berhasil, ujungnya bisa menjadi persoalan ketika bicara tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Waduh, Kualitas Udara Kota Bandung Mendekati Kategori Tidak Sehat

Kukuh menilai, program seperti “Kawal Bumil” sangat penting untuk mendeteksi dini semua kemungkinan risiko, baik risiko keguguran maupun risiko stunting.

“Program Kawal Bumil akan lebih baik untuk mendeteksi dini semua kemungkinan risiko, baik risiko keguguran maupun risiko stunting,” ujarnya.

Pendampingan sejak awal kehamilan, kata Kukuh, adalah gerbang ideal untuk memastikan tumbuh kembang manusia yang baik. Stunting dapat direduksi ketika ibu hamil tercatat, terdampingi, terpenuhi nutrisinya.

“Program Kawal Bumil menjadi inisiasi yang bagus untuk memberikan pendampingan kepada ibu hamil agar mereka sadar akan kondisinya, mampu melakukan pemulihan diri, dan lebih siap menghadapi masalah kesehatan sehingga bisa hamil sehat, melahirkan sehat, dan anaknya tumbuh kembang dengan sehat,” terangnya.

Anemia pada Remaja, Ancaman Nyata Stunting

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kesejahteraan dan Kesejahteraan DPPKB Kota Bandung, Endah Komalasari, menyoroti bahwa pencegahan stunting sebelum anak lahir harus dimulai dari fase remaja.

Baca Juga:  Valentine di Kopi Romantis, Kafe Baru di Bandung dengan Acara Blind Date Spesial

“Jika bicara stunting, kita mulai dari remaja perempuan yang mengalami anemia. Banyak ibu rumah tangga juga mengalami anemia. Ini berkaitan dengan kondisi perempuan di kita yang memang memiliki ancaman anemia,” ucap Endah.

Ia menyebut, tingginya angka anemia pada remaja perempuan dan ibu rumah tangga menjadi pintu masuk masalah tumbuh kembang janin.

“Remaja harus minum tablet tambah darah, memperhatikan asupan nutrisi, dan minimal melakukan skrining seperti pemeriksaan lingkar lengan,” sebutnya.

Menurutnya, kesehatan reproduksi yang optimal pada remaja yaitu remaja yang sehat, tidak anemia, dan kecukupan kalsium tercapai adalah modal utama untuk kehamilan yang sehat. Ia juga merekomendasikan usia ideal menikah bagi perempuan adalah 20–21 tahun.

“Kuncinya adalah remaja perempuan yang sehat, nutrisinya terpenuhi, tidak anemia, dan kecukupan kalsium tercapai. Itu modal bagus untuk kehamilan yang sehat. Selain itu, kalau bisa, jangan terlalu dini menikah. Undang-undang menetapkan 19 tahun, tapi idealnya 20–21 tahun untuk perempuan,” tuturnya.

Jawa Barat Etalase Kasus Anemia Nasional

Sementara itu, Promotion Manager Kalbe Blackmores Nutrition, Priyo Setyanto menambahkan bahwa Provinsi Jabar menghadapi tantangan besar.

Baca Juga:  Sempat Ditutup, Warga Semringah Akses Jalan Gang Cipedes Hegar Kembali Dibuka

Berdasarkan data, sekitar 70 persen dari total kasus anemia perempuan Indonesia berada di Jabar, yang dipengaruhi oleh pola hidup modern, istirahat kurang, konsumsi makanan cepat saji yang tidak jelas nutrisinya.

“Anemia itu dipengaruhi pola hidup. Masa kini, istirahat kurang, makan makanan cepat saji yang tidak jelas nutrisinya. Masyarakat mulai kehilangan pengetahuan tentang makanan bergizi. Modernisasi berpengaruh besar. Pesan makanan serba cepat, aktivitas tinggi, tidur kurang, olahraga kurang, semua berpengaruh pada risiko anemia,” bebernya.

Tingginya angka ini disebabkan oleh populasi yang padat, termasuk banyak wilayah industri dan pendatang, membuat intervensi kesehatan di Jabar menjadi sangat mendesak.

Program Kawal Bumil Fest ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya keluarga, untuk lebih sadar dan aktif dalam memastikan kesehatan ibu hamil, sebagai investasi paling mendasar dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

“Stunting adalah dampak jangka panjang. Jika satu generasi mengalami stunting, risiko generasi selanjutnya terkena stunting juga tinggi. Mata rantainya terus berlanjut kalau tidak diputus,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ibu hamil Kota Bandung Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi banjir

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • gempa
    Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.