Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Skor! Kode Redeem FC Mobile 3 Mei 2026: Amankan Pack Pemain Bintang dan Ribuan Gems Gratis

Minggu, 3 Mei 2026 06:00 WIB
Garena Free Fire

Update Hari Ini! Kode Redeem FF 3 Mei 2026: Klaim Emote Langka dan Diamond Gratis Sekarang

Minggu, 3 Mei 2026 02:00 WIB

Bocoran Bursa Transfer Persib 2026: 7 Bintang Dunia Masuk Radar, Ada Striker Tajam Irak!

Minggu, 3 Mei 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Skor! Kode Redeem FC Mobile 3 Mei 2026: Amankan Pack Pemain Bintang dan Ribuan Gems Gratis
  • Update Hari Ini! Kode Redeem FF 3 Mei 2026: Klaim Emote Langka dan Diamond Gratis Sekarang
  • Bocoran Bursa Transfer Persib 2026: 7 Bintang Dunia Masuk Radar, Ada Striker Tajam Irak!
  • Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?
  • Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen
  • Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026
  • Saldo KKS Masih Nol? Ini Daftar Penyebab Baru Bansos PKH & BPNT 2026 Tidak Cair Lagi
  • Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 3 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Kawal Bumil Jadi Solusi Deteksi Dini Risiko Keguguran dan Stunting

By Putra JuangSabtu, 15 November 2025 12:10 WIB4 Mins Read
(ki-ka) Sekretaris Perwakilan BKKBN Jabar, Kukuh dan Promotion Manager Kalbe Blackmores Nutrition, Priyo Setyanto. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pendampingan ibu hamil (bumil) sejak dini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan stunting dan menekan angka kematian ibu serta anak.

Hal ini menjadi sorotan utama dalam acara “Kawal Bumil Fest” yang diselenggarakan di Kiara Artha Park, Kota Bandung, pada Sabtu (15/11/2025).

Acara yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BKKBN Jabar, DPPKB Kota Bandung, dan Kalbe Blackmores Nutrition, ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi, bahkan sebelum kehamilan terjadi.

Kesadaran Hamil Dini Jadi Gerbang Awal

Sekretaris Perwakilan BKKBN Jabar, Kukuh menekankan bahwa permasalahan tumbuh kembang anak, termasuk stunting, berakar dari kurangnya kesadaran sejak awal kehamilan.

“Ketika hamil, sering kali perempuan tidak sadar bahwa mereka hamil. Prosesnya itu dimulai sejak sel sperma bertemu sel telur. Dalam dua bulan pertama saja, seluruh susunan saraf sudah terbentuk,” ucap Kukuh ditemui disela-sela acara.

Menurutnya, ketiadaan kesadaran atau pendampingan yang memadai pada masa kritis ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan janin dan kualitas bangsa di masa depan.

“Kesehatan ibu menjadi sangat penting. Biasanya, ketika ada masalah di awal, kalaupun proses persalinannya berhasil, ujungnya bisa menjadi persoalan ketika bicara tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kunjungi Festival Asia Afrika, Kang Arfi Sayangkan Banyak Sampah Berserakan

Kukuh menilai, program seperti “Kawal Bumil” sangat penting untuk mendeteksi dini semua kemungkinan risiko, baik risiko keguguran maupun risiko stunting.

“Program Kawal Bumil akan lebih baik untuk mendeteksi dini semua kemungkinan risiko, baik risiko keguguran maupun risiko stunting,” ujarnya.

Pendampingan sejak awal kehamilan, kata Kukuh, adalah gerbang ideal untuk memastikan tumbuh kembang manusia yang baik. Stunting dapat direduksi ketika ibu hamil tercatat, terdampingi, terpenuhi nutrisinya.

“Program Kawal Bumil menjadi inisiasi yang bagus untuk memberikan pendampingan kepada ibu hamil agar mereka sadar akan kondisinya, mampu melakukan pemulihan diri, dan lebih siap menghadapi masalah kesehatan sehingga bisa hamil sehat, melahirkan sehat, dan anaknya tumbuh kembang dengan sehat,” terangnya.

Anemia pada Remaja, Ancaman Nyata Stunting

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kesejahteraan dan Kesejahteraan DPPKB Kota Bandung, Endah Komalasari, menyoroti bahwa pencegahan stunting sebelum anak lahir harus dimulai dari fase remaja.

“Jika bicara stunting, kita mulai dari remaja perempuan yang mengalami anemia. Banyak ibu rumah tangga juga mengalami anemia. Ini berkaitan dengan kondisi perempuan di kita yang memang memiliki ancaman anemia,” ucap Endah.

Baca Juga:  DKM Masjid Raya Bandung, Tunjukan Rasa Syukur Pada Nabi Muhammad SAW Lewat Festival Musik

Ia menyebut, tingginya angka anemia pada remaja perempuan dan ibu rumah tangga menjadi pintu masuk masalah tumbuh kembang janin.

“Remaja harus minum tablet tambah darah, memperhatikan asupan nutrisi, dan minimal melakukan skrining seperti pemeriksaan lingkar lengan,” sebutnya.

Menurutnya, kesehatan reproduksi yang optimal pada remaja yaitu remaja yang sehat, tidak anemia, dan kecukupan kalsium tercapai adalah modal utama untuk kehamilan yang sehat. Ia juga merekomendasikan usia ideal menikah bagi perempuan adalah 20–21 tahun.

“Kuncinya adalah remaja perempuan yang sehat, nutrisinya terpenuhi, tidak anemia, dan kecukupan kalsium tercapai. Itu modal bagus untuk kehamilan yang sehat. Selain itu, kalau bisa, jangan terlalu dini menikah. Undang-undang menetapkan 19 tahun, tapi idealnya 20–21 tahun untuk perempuan,” tuturnya.

Jawa Barat Etalase Kasus Anemia Nasional

Sementara itu, Promotion Manager Kalbe Blackmores Nutrition, Priyo Setyanto menambahkan bahwa Provinsi Jabar menghadapi tantangan besar.

Baca Juga:  Fely Creative Space Bandung: Tempat Nongkrong 24 Jam dengan Beragam Tenant dan Aktivitas

Berdasarkan data, sekitar 70 persen dari total kasus anemia perempuan Indonesia berada di Jabar, yang dipengaruhi oleh pola hidup modern, istirahat kurang, konsumsi makanan cepat saji yang tidak jelas nutrisinya.

“Anemia itu dipengaruhi pola hidup. Masa kini, istirahat kurang, makan makanan cepat saji yang tidak jelas nutrisinya. Masyarakat mulai kehilangan pengetahuan tentang makanan bergizi. Modernisasi berpengaruh besar. Pesan makanan serba cepat, aktivitas tinggi, tidur kurang, olahraga kurang, semua berpengaruh pada risiko anemia,” bebernya.

Tingginya angka ini disebabkan oleh populasi yang padat, termasuk banyak wilayah industri dan pendatang, membuat intervensi kesehatan di Jabar menjadi sangat mendesak.

Program Kawal Bumil Fest ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya keluarga, untuk lebih sadar dan aktif dalam memastikan kesehatan ibu hamil, sebagai investasi paling mendasar dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

“Stunting adalah dampak jangka panjang. Jika satu generasi mengalami stunting, risiko generasi selanjutnya terkena stunting juga tinggi. Mata rantainya terus berlanjut kalau tidak diputus,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bumil ibu hamil Kota Bandung Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.