bukamata.id – Program pembinaan pelajar bermasalah melalui pelatihan di barak militer yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dirumorkan akan resmi dihentikan setelah pelaksanaan gelombang kedua.
Dari informasi yang dihimpun, keputusan ini merupakan hasil pembahasan antara DPRD Jabar dan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.
Sebagai alternatif, pembentukan karakter siswa di masa depan akan diarahkan melalui kurikulum Muatan Lokal (Mulok) pada jenjang pendidikan SMA, SMK, dan sederajat di seluruh wilayah Jabar.
DPRD Jabar Sepakati Penghentian Program Barak Militer Pelajar
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, membenarkan rencana penghentian program ini. Ia menyebutkan bahwa wacana ini sudah dibahas dalam forum resmi bersama Disdik Jabar.
“Iya, kami dari DPRD Jawa Barat sudah berdiskusi dengan Disdik Jabar bahwa program barak militer akan dihentikan setelah gelombang kedua,” ujar Hasbullah, dikutip Minggu (29/6/2025).
Meski begitu, ia belum menjelaskan secara rinci alasan penghentian program. Pembahasan lanjutan masih akan dilakukan untuk merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif.
Karakter Siswa Akan Dibenahi Lewat Kurikulum Mulok Sunda
Sebagai pengganti program tersebut, pendidikan karakter pelajar akan ditekankan melalui kurikulum Mulok Sunda, yang mengedepankan nilai-nilai khas budaya Jawa Barat. Nilai-nilai itu meliputi Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (sigap).
“Pendidikan karakter akan difokuskan melalui Mulok Sunda. Harapannya nilai-nilai lokal ini bisa lebih membentuk kepribadian siswa secara menyeluruh,” kata Hasbullah.
Pelatihan Disiplin Masih Bisa Digelar di Sekolah
Meskipun program barak militer dihentikan, sekolah tetap diperbolehkan mengadakan pelatihan kedisiplinan seperti baris-berbaris dengan melibatkan unsur TNI, serta penyuluhan hukum dengan bekerja sama dengan kepolisian.
“Anak-anak akan lebih sadar tentang hukum. Misalnya, kalau melanggar hukum apa sanksinya, atau ketika terlibat narkoba, apa konsekuensinya. Ini penting untuk edukasi dini,” tambahnya.
Program Barak Militer Dinilai Tak Efektif Secara Jangka Panjang
Program barak militer yang sebelumnya diterapkan kepada pelajar bermasalah sempat menuai pro dan kontra.
Sebagian kalangan menilai program ini tidak menyentuh akar permasalahan perilaku siswa dan dinilai sulit dijalankan dalam jangka panjang, terutama karena kebutuhan anggaran yang tinggi.
Dengan peralihan ke kurikulum berbasis nilai lokal, pemerintah daerah berharap pembinaan karakter siswa bisa dilakukan secara lebih berkelanjutan dan terintegrasi dalam sistem pendidikan formal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









