Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Jumat, 30 Oktober 2026 17:13 WIB

Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib

Jumat, 30 Oktober 2026 16:34 WIB

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Jumat, 30 Oktober 2026 16:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat
  • Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib
  • Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg
  • November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hasil Survei: Kepuasan Masyarakat Jabar Capai 97 Persen untuk Kinerja Dedi Mulyadi

By Aga GustianaSelasa, 19 Agustus 2025 14:31 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi dan erwan Setiawan
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan, terus mendorong visi “Jawa Barat Istimewa”, dengan tagline “Lembur Diurus, Kota Ditata”. Visi ini menekankan bahwa penyelenggaraan pemerintahan harus mengistimewakan masyarakat, baik dalam pelayanan publik maupun pembangunan.

Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menjelaskan, istilah “istimewa” berarti memberikan yang terbaik bagi masyarakat, serta menciptakan kondisi unggul di semua bidang. Mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, hingga sosial budaya, semuanya diharapkan berada dalam kondisi istimewa.

“Jabar Istimewa bukan sekadar slogan, tapi representasi seluruh program pembangunan yang menyentuh kualitas hidup warga,” ujar KDM.

Survei Litbang Kompas: Publik Beri Nilai Tinggi

Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan persepsi publik yang positif terhadap kepemimpinan Dedi-Erwan. Rata-rata nilai kinerja pemerintah provinsi berada di angka 8,51 dari skala 1-10, dengan 97,2 persen warga puas dan 99 persen menilai Gubernur peduli, merakyat, dan responsif.

Baca Juga:  Pesan Bey Machmudin untuk Dedi Mulyadi: Sejahterakan Warga

Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, memberikan komentar melalui akun Instagram @hermansuryatman: “Cadu mundur pantang mulang Pa Gub @dedimulyadi71.”

Frasa Sunda ini menggambarkan sikap pantang menyerah, tidak mundur dari perjuangan, dan bertekad terus maju tanpa ragu. Herman menambahkan: “Gaskeun teras kangge kamajuan tur kahormatan Jawa Barat.”

Distribusi nilai survei menunjukkan mayoritas publik memberikan penilaian tinggi: 35,7 persen responden memberi nilai 10, sementara 25,3 persen memberi nilai 8 dan 19,2 persen memberi nilai 9.

Program Pembangunan dengan Kepuasan Tinggi

Beberapa program pemerintah mendapat apresiasi luas, antara lain:

  • Ruang Kelas Baru (RKB): 91,6 persen responden puas.
  • Barak Militer untuk pembinaan remaja nakal: 95,7 persen puas.
  • Perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu): 88,2 persen puas.
  • Pembangunan jalan dan infrastruktur publik: 85,7 persen puas.
  • Penyediaan listrik bagi masyarakat miskin: 91,8 persen puas.
  • Evaluasi izin tambang: 85 persen puas.
Baca Juga:  Gerindra Unggul di DPRD Provinsi, Dedi Mulyadi: Hatur Nuhun Warga Jabar

Peneliti Litbang Kompas, Rangga Eka Sakti, menyoroti barak militer sebagai program yang mendapat respons positif. “Ini cara paling simpel mengatasi kenakalan remaja menahun di Jabar. Di tingkat kepuasan tinggi, 95 persen puas soal barak militer.”

Tantangan dan Area Kepuasan Rendah

Meskipun mayoritas puas, beberapa program menimbulkan pro-kontra:

  • Jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB: 67,3 persen puas.
  • Larangan wisuda TK hingga SMA: 83,1 persen puas, tapi menuai debat.
  • Pengembangan monorel Bandung Raya: 80,4 persen puas, 15,9 persen tidak puas.
  • Transportasi umum: hanya 53,5 persen puas.
  • Pengelolaan sampah: 58,8 persen tidak puas.
  • Lapangan kerja dan pengangguran: hanya 31,4 persen puas, 67,2 persen tidak puas.
  • Bantuan langsung kesejahteraan masyarakat: 50,4 persen puas, 48,8 persen tidak puas.
Baca Juga:  Dedi Mulyadi Terharu Rayakan Lebaran Perdana Bersama Warga Bandung

Rangga menekankan, isu lapangan kerja dan kemiskinan menjadi sorotan serius publik:

“Masyarakat merasa lapangan kerja sangat sempit dan berharap segera diselesaikan. Isu kemiskinan pun serupa, hanya 37,9 persen puas dan 60,4 persen tidak puas.”

Metodologi Survei

Survei dilakukan Litbang Kompas dari 1–5 Juli 2025 dengan 400 responden acak di seluruh Jawa Barat. Penelitian menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±4,9 persen. Survei sepenuhnya dibiayai Harian Kompas.

Rangga menutup pemaparannya: “Meskipun metode survei sudah sistematis, kesalahan di luar pemilihan sampel masih dimungkinkan terjadi.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Erwan Setiawan jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.