Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

Jumat, 28 Agustus 2026 08:12 WIB
Game Free Fire

Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis

Jumat, 28 Agustus 2026 06:00 WIB

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya
  • BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi
  • Kode Redeem FF Terbaru 28 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon & Bundle Gratis Hari Ini
  • Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Kontroversial Barak Militer Dirumorkan Berhenti, Ini Calon Penggantinya di Jabar

By SusanaMinggu, 29 Juni 2025 11:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pembinaan pelajar bermasalah melalui pelatihan di barak militer yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dirumorkan akan resmi dihentikan setelah pelaksanaan gelombang kedua.

Dari informasi yang dihimpun, keputusan ini merupakan hasil pembahasan antara DPRD Jabar dan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.

Sebagai alternatif, pembentukan karakter siswa di masa depan akan diarahkan melalui kurikulum Muatan Lokal (Mulok) pada jenjang pendidikan SMA, SMK, dan sederajat di seluruh wilayah Jabar.

DPRD Jabar Sepakati Penghentian Program Barak Militer Pelajar

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, membenarkan rencana penghentian program ini. Ia menyebutkan bahwa wacana ini sudah dibahas dalam forum resmi bersama Disdik Jabar.

Baca Juga:  Dilema SPP Jabar vs MBG: Ketika Program Unggulan Dedi Mulyadi Berbenturan dengan Prioritas Prabowo

“Iya, kami dari DPRD Jawa Barat sudah berdiskusi dengan Disdik Jabar bahwa program barak militer akan dihentikan setelah gelombang kedua,” ujar Hasbullah, dikutip Minggu (29/6/2025).

Meski begitu, ia belum menjelaskan secara rinci alasan penghentian program. Pembahasan lanjutan masih akan dilakukan untuk merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif.

Karakter Siswa Akan Dibenahi Lewat Kurikulum Mulok Sunda

Sebagai pengganti program tersebut, pendidikan karakter pelajar akan ditekankan melalui kurikulum Mulok Sunda, yang mengedepankan nilai-nilai khas budaya Jawa Barat. Nilai-nilai itu meliputi Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (sigap).

Baca Juga:  Dibalik Totopong Dedi Mulyadi, Kisah Pengrajin Sumedang Lestarikan Budaya Sunda

“Pendidikan karakter akan difokuskan melalui Mulok Sunda. Harapannya nilai-nilai lokal ini bisa lebih membentuk kepribadian siswa secara menyeluruh,” kata Hasbullah.

Pelatihan Disiplin Masih Bisa Digelar di Sekolah

Meskipun program barak militer dihentikan, sekolah tetap diperbolehkan mengadakan pelatihan kedisiplinan seperti baris-berbaris dengan melibatkan unsur TNI, serta penyuluhan hukum dengan bekerja sama dengan kepolisian.

“Anak-anak akan lebih sadar tentang hukum. Misalnya, kalau melanggar hukum apa sanksinya, atau ketika terlibat narkoba, apa konsekuensinya. Ini penting untuk edukasi dini,” tambahnya.

Baca Juga:  KDM Lepas Ekspor Perdana Sepatu On Cloud Running dari Majalengka

Program Barak Militer Dinilai Tak Efektif Secara Jangka Panjang

Program barak militer yang sebelumnya diterapkan kepada pelajar bermasalah sempat menuai pro dan kontra.

Sebagian kalangan menilai program ini tidak menyentuh akar permasalahan perilaku siswa dan dinilai sulit dijalankan dalam jangka panjang, terutama karena kebutuhan anggaran yang tinggi.

Dengan peralihan ke kurikulum berbasis nilai lokal, pemerintah daerah berharap pembinaan karakter siswa bisa dilakukan secara lebih berkelanjutan dan terintegrasi dalam sistem pendidikan formal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Madinah Disergap Badai Debu! Pelataran Masjid Nabawi Mendadak Mencekam

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.