Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Mau Terlena! Dado Minta Persib Lupakan Kemenangan dan Fokus ke Melbourne

Senin, 26 Oktober 2026 18:35 WIB

Bikin Napas Terengah! Intip Jadwal Super Padat Persib Bandung usai Tekuk Garudayaksa FC

Senin, 26 Oktober 2026 18:23 WIB

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Mau Terlena! Dado Minta Persib Lupakan Kemenangan dan Fokus ke Melbourne
  • Bikin Napas Terengah! Intip Jadwal Super Padat Persib Bandung usai Tekuk Garudayaksa FC
  • Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP
  • Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat
  • Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Kontroversial Barak Militer Dirumorkan Berhenti, Ini Calon Penggantinya di Jabar

By SusanaMinggu, 29 Juni 2025 11:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pembinaan pelajar bermasalah melalui pelatihan di barak militer yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dirumorkan akan resmi dihentikan setelah pelaksanaan gelombang kedua.

Dari informasi yang dihimpun, keputusan ini merupakan hasil pembahasan antara DPRD Jabar dan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.

Sebagai alternatif, pembentukan karakter siswa di masa depan akan diarahkan melalui kurikulum Muatan Lokal (Mulok) pada jenjang pendidikan SMA, SMK, dan sederajat di seluruh wilayah Jabar.

DPRD Jabar Sepakati Penghentian Program Barak Militer Pelajar

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, membenarkan rencana penghentian program ini. Ia menyebutkan bahwa wacana ini sudah dibahas dalam forum resmi bersama Disdik Jabar.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sentil Warisan Ridwan Kamil, Farhan Siap Bongkar Teras Cihampelas?

“Iya, kami dari DPRD Jawa Barat sudah berdiskusi dengan Disdik Jabar bahwa program barak militer akan dihentikan setelah gelombang kedua,” ujar Hasbullah, dikutip Minggu (29/6/2025).

Meski begitu, ia belum menjelaskan secara rinci alasan penghentian program. Pembahasan lanjutan masih akan dilakukan untuk merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif.

Karakter Siswa Akan Dibenahi Lewat Kurikulum Mulok Sunda

Sebagai pengganti program tersebut, pendidikan karakter pelajar akan ditekankan melalui kurikulum Mulok Sunda, yang mengedepankan nilai-nilai khas budaya Jawa Barat. Nilai-nilai itu meliputi Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (sigap).

Baca Juga:  Sungai Bekasi Jadi Milik Pribadi, Dedi Mulyadi: Besok Langit Juga Disertifikatkan?

“Pendidikan karakter akan difokuskan melalui Mulok Sunda. Harapannya nilai-nilai lokal ini bisa lebih membentuk kepribadian siswa secara menyeluruh,” kata Hasbullah.

Pelatihan Disiplin Masih Bisa Digelar di Sekolah

Meskipun program barak militer dihentikan, sekolah tetap diperbolehkan mengadakan pelatihan kedisiplinan seperti baris-berbaris dengan melibatkan unsur TNI, serta penyuluhan hukum dengan bekerja sama dengan kepolisian.

“Anak-anak akan lebih sadar tentang hukum. Misalnya, kalau melanggar hukum apa sanksinya, atau ketika terlibat narkoba, apa konsekuensinya. Ini penting untuk edukasi dini,” tambahnya.

Baca Juga:  Kebijakan Baru KDM, ASN Malas di Jabar Bakal Dipajang di Medsos

Program Barak Militer Dinilai Tak Efektif Secara Jangka Panjang

Program barak militer yang sebelumnya diterapkan kepada pelajar bermasalah sempat menuai pro dan kontra.

Sebagian kalangan menilai program ini tidak menyentuh akar permasalahan perilaku siswa dan dinilai sulit dijalankan dalam jangka panjang, terutama karena kebutuhan anggaran yang tinggi.

Dengan peralihan ke kurikulum berbasis nilai lokal, pemerintah daerah berharap pembinaan karakter siswa bisa dilakukan secara lebih berkelanjutan dan terintegrasi dalam sistem pendidikan formal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.