Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Terpukau! Fenomena Mata Biru Warga Aceh Tengah yang Membius Dunia

Sabtu, 21 Februari 2026 10:38 WIB

Hasil Autopsi Ungkap Dugaan Penganiayaan Bocah di Sukabumi oleh Ibu Tiri, Polisi Temukan Luka Bakar Tak Wajar

Sabtu, 21 Februari 2026 09:33 WIB

Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Terpukau! Fenomena Mata Biru Warga Aceh Tengah yang Membius Dunia
  • Hasil Autopsi Ungkap Dugaan Penganiayaan Bocah di Sukabumi oleh Ibu Tiri, Polisi Temukan Luka Bakar Tak Wajar
  • Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya
  • ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026
  • Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini
  • Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa
  • Disebut Pemeran Video Teh Pucuk dan KKN 17 Menit, Mahasiswi Ini Akhirnya Buka Suara
  • Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

PSSI Percepat Penunjukan Direktur Teknik, Erick Thohir Fokus Bangun Fondasi Sepak Bola Indonesia

By Aga GustianaSabtu, 19 April 2025 13:02 WIB4 Mins Read
Jordi Cruyff, Erick Thohir dan Patrick Kluivert. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menunjukkan keseriusan penuh dalam membangun fondasi sepak bola Indonesia yang kokoh. Ia menegaskan urgensi untuk segera menunjuk Direktur Teknik (Dirtek) PSSI paling lambat tahun 2025 ini. Langkah ini dianggap krusial mengingat padatnya jadwal kompetisi Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia sepanjang tahun depan. Deretan turnamen bergengsi seperti Piala AFF U-22, Kualifikasi Piala Asia U-23, Piala Dunia U-17, hingga SEA Games 2025 sudah menanti.

Dorongan kuat untuk mempercepat penunjukan Dirtek ini semakin menguat dengan kehadiran sosok berpengalaman, Jordi Cruyff, sebagai penasihat teknis PSSI. Cruyff yang baru saja memulai tugasnya telah merancang peta pengembangan sepak bola Indonesia. Peta inilah yang nantinya akan menjadi landasan kolaborasi erat dengan Dirtek terpilih dalam menyusun program pembinaan jangka panjang yang terstruktur.

Erick Thohir meyakini bahwa sinergi apik antara penasihat teknis dan Direktur Teknik adalah kunci utama untuk melahirkan sistem pengembangan sepak bola nasional yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

Dalam konteks pembinaan pemain usia muda, Erick menekankan bahwa keberlanjutan program adalah harga mati. Menurutnya, program pelatihan untuk setiap kelompok usia harus dirancang dengan struktur yang jelas dan dijalankan secara konsisten dari waktu ke waktu.

Baca Juga:  Bojan Hodak Masuk Radar Calon Pelatih Timnas, Persib Siap Lepas?

Erick mencontohkan keberhasilan Uzbekistan yang kini dianggap setara dengan kekuatan sepak bola Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Keberhasilan ini tak lepas dari sistem pembinaan usia dini yang solid dan menghasilkan kualitas tim yang merata di semua level, dari junior hingga senior. Model inilah yang menjadi inspirasi PSSI untuk membangun sistem serupa di Indonesia.

“Oleh karenanya, setelah ada Jordi Cruyff sebagai penasehat teknis, kita segerakan kehadiran Dirtek untuk memformulasikan program pembinaan prestasi yang kontinyu,” tegas Erick melalui laman resmi PSSI, Sabtu (19/4/2025).

“Cruyff sudah punya petanya setelah dia dikontrak dan bekerja. Dan hal itu siap dibahas lebih lanjut dengan Dirtek PSSI,” imbuhnya.

Keberhasilan Timnas Indonesia U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025 melalui jalur kualifikasi menjadi bukti nyata adanya kemajuan yang patut diapresiasi. Berbeda dengan edisi sebelumnya yang didapatkan karena status tuan rumah, kali ini Garuda Muda mampu menunjukkan daya saingnya. Capaian ini memperlihatkan potensi besar yang bisa terus berkembang jika ditopang oleh sistem pembinaan yang berkelanjutan dan terarah.

Baca Juga:  Erick Thohir Sebut Asnawi dan Shayne Absen di Laga Indonesia vs Iran

Untuk menjaga momentum positif ini, Erick mengungkapkan bahwa PSSI telah menyiapkan program jangka menengah selama tiga tahun khusus untuk para pemain U-17. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengikutsertakan mereka dalam kompetisi Elite Pro Academy Liga 1, baik di kategori U-18 maupun U-20. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk mempercepat kematangan individu para pemain muda dan memberikan mereka jam terbang yang lebih tinggi agar siap bersaing di level yang lebih menantang.

Langkah ini juga sejalan dengan peta jalan pengembangan sepak bola Indonesia secara keseluruhan, yang tidak hanya berfokus pada hasil instan, tetapi juga pada pembangunan fondasi yang kuat melalui kompetisi yang relevan di usia muda. Elite Pro Academy dipandang sebagai platform krusial yang memungkinkan para pemain muda untuk bertanding secara reguler melawan lawan-lawan yang lebih tangguh, sekaligus menjadi wadah untuk mengasah mental dan taktik permainan mereka.

Saat ini, PSSI tengah melakukan reformasi struktural yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi organisasi, tetapi juga dari perspektif teknis. Dengan semakin dekatnya berbagai agenda internasional, kehadiran seorang Direktur Teknik yang kompeten dan memiliki visi jangka panjang menjadi kebutuhan yang mendesak.

Baca Juga:  Komentari Hasil Timnas Indonesia Vs Ekuador, Erick Thohir: Satu Poin yang Susah Payah

Sosok Dirtek PSSI yang ideal diharapkan mampu bekerja sama secara erat dengan Jordi Cruyff untuk menyusun strategi pembinaan yang tidak hanya mengandalkan bakat alam semata, tetapi juga menerapkan metode pelatihan yang ilmiah dan terukur.

Sebagai informasi tambahan, posisi Direktur Teknik dalam sebuah federasi sepak bola nasional memegang peranan sentral dalam menentukan arah pembinaan pemain dari usia dini hingga level senior. Di negara-negara dengan sepak bola maju, jabatan ini bukan sekadar administratif, melainkan juga teknis-strategis karena memengaruhi seluruh jenjang pelatihan, kurikulum sepak bola nasional, hingga gaya bermain yang menjadi ciri khas tim nasional. Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dalam aspek ini agar mampu bersaing secara konsisten di kancah internasional.

Secara keseluruhan, transformasi yang tengah diusung PSSI melalui pembentukan struktur teknis yang kuat dan fokus pada pembinaan usia dini adalah langkah yang sangat progresif. Jika konsistensi dan kolaborasi yang solid antara tim pelatih, penasihat teknis, dan Direktur Teknik dapat terus dijaga, maka harapan untuk melihat Indonesia menjadi kekuatan baru di peta sepak bola Asia bukanlah sekadar mimpi belaka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erick Thohir PSSI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Perebutan Gelar Liga Inggris Memanas: Arsenal vs Tottenham, Manchester City Intai Puncak

Simak Jadwal Pekan 22 Super League: Persib vs Persita hingga PSIM vs Bali United

Rashford ke Barcelona? MU Tahan Harga, Gaji Raksasa Jadi Alasan

Hasil Liga Champions: Real Madrid Curi Kemenangan Tipis di Markas Benfica Berkat Aksi Solo Vinicius

Drama Play-off Liga Champions: Borussia Dortmund vs Atalanta BC, Siapa Unggul?

Prediksi Skor dan Susunan Pemain Macclesfield vs Brentford: Siapa yang Menang?

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.