bukamata.id – Memasuki bulan Syaban, umat Islam mulai bersiap menyambut Ramadan yang tinggal sebulan lagi. Bagi yang masih memiliki utang puasa dari Ramadan sebelumnya, bulan ini menjadi kesempatan tepat untuk melakukan qadha sekaligus menjalankan puasa sunnah Syaban.
Menurut buku Ensiklopedia Islam karya Makmur Dongoran, menggabungkan puasa sunnah dan wajib dikenal dalam istilah fikih sebagai at-tasyrik, yaitu menjalankan puasa wajib bersamaan dengan puasa sunnah dalam satu niat.
Hadis shahih dari Aisyah RA yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim menyebutkan:
“Saya memiliki utang puasa Ramadan, dan saya tidak sanggup membayarnya kecuali di bulan Syaban.”
Hadis ini menegaskan kebolehan membayar qadha Ramadan di bulan Syaban. Imam As-Suyuthi dalam Al-Asybah wa An-Nazhair menambahkan, seseorang yang menggabungkan niat puasa qadha atau puasa nazar dengan puasa sunnah akan mendapatkan dua pahala sekaligus.
Niat Puasa Syaban
Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah. Untuk puasa Syaban, niat bisa dibaca mulai salat Isya hingga waktu sahur. Tanpa niat, puasa tidak sah dan pahalanya tidak diterima.
Bacaan Niat Puasa Syaban:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma sya’bâna lilâhi ta’âlâ
- Arti: “Saya niat puasa Syaban karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Qadha Ramadan
Puasa qadha dilakukan untuk mengganti hari puasa yang terlewat di bulan Ramadan. Waktu niatnya dari malam hari hingga sebelum Subuh.
Bacaan Niat Puasa Qadha:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ
- Arti: “Aku berniat mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Puasa Qadha
Membayar utang puasa tidak berbeda jauh dengan puasa Ramadan biasa. Berikut langkah-langkahnya:
- Membaca niat qadha di malam hari hingga terbit fajar.
- Melakukan sahur.
- Menahan diri dari yang membatalkan puasa sampai matahari terbenam.
- Berbuka puasa dan membaca doa berbuka:
Doa Berbuka Puasa:
- Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
- Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah
- Arti: “Rasa haus hilang, urat-urat basah, dan pahala tetap, insya Allah.”
Hukum Puasa Qadha Ramadan
Puasa qadha hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang meninggalkannya tanpa uzur. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:
“…Bagi yang sakit atau sedang bepergian, wajib mengganti hari yang tertinggal di hari lain. Bagi yang mampu, jika memilih puasa, itu lebih baik bagi mereka.”
Beberapa kondisi yang mewajibkan membayar qadha Ramadan antara lain:
- Musafir atau dalam perjalanan
- Sakit yang menahan puasa
- Wanita haid atau nifas
- Muntah dengan sengaja
- Tidak berpuasa atau makan-minum dengan sengaja
Dengan memahami niat, tata cara, dan hukum puasa Syaban sekaligus qadha Ramadan, umat Islam dapat menunaikan ibadah dengan sah dan mendapatkan pahala maksimal. Selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga diterima Allah SWT.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











