bukamata.id – Uji coba pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berbasis digital di sejumlah wilayah Jawa Barat mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menilai penerapan sistem ini perlu dikawal secara ketat agar berjalan sesuai prinsip demokrasi dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang, menyampaikan bahwa peralihan mekanisme pemungutan suara dari sistem manual ke digital pada dasarnya tidak mengubah substansi pemilihan. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan pengawasan, efektivitas pembiayaan, serta strategi sosialisasi yang menyentuh langsung pemilih di desa.
Fokus Pengawasan Jadi Penentu Keberhasilan
Menurut Rafael, keunggulan utama dari sistem digital terletak pada kecepatan dan ketepatan penghitungan suara. Selama proses tersebut dapat dipantau secara transparan, ia menilai penggunaan teknologi bukanlah persoalan mendasar.
“Secara prinsip, ini hanya mengalihkan kertas suara menjadi perangkat digital. Saya melihat tidak ada masalah besar. Penghitungan suara pun langsung muncul di mesin,” ucap Rafael Situmorang saat dihubungi, Sabtu (13/12/2025).
Terkait potensi risiko, Rafael berpandangan bahwa tantangan yang muncul lebih bersifat operasional dan dapat diminimalkan dengan pendampingan yang tepat, bukan berkaitan dengan kerawanan manipulasi hasil.
“Kendalanya lebih pada teknis penggunaan saja,” ujarnya.
Edukasi Pemilih Jadi Kunci Atasi Kesenjangan Digital
Rafael juga menyoroti adanya perbedaan tingkat literasi digital di wilayah pedesaan. Meski demikian, ia menilai hal tersebut bukan penghalang utama selama pemerintah daerah aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Ini masih tahap percontohan, jadi perlu dihitung lagi [efisiensi anggaran]. Kalau ternyata lebih efisien, ya bagus. Yang penting ada sosialisasi yang intens, karena banyak pemilih belum terbiasa menggunakan perangkat digital. Petugas TPS harus membimbing dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran petugas di tempat pemungutan suara menjadi krusial dalam memastikan setiap warga tetap dapat menggunakan hak pilihnya secara nyaman dan aman.
Hasil Tinjauan Lapangan: Sistem Berjalan, Pengguna Perlu Adaptasi
Selama masa uji coba, DPRD Jabar turut memantau langsung pelaksanaan Pilkades digital di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Indramayu. Dari hasil peninjauan tersebut, Rafael menyebut tidak ditemukan kendala signifikan pada sistem yang digunakan.
“Sejauh ini tidak ada masalah besar. Hanya pemilih yang masih bingung, tapi mereka dibimbing oleh petugas TPS. Jadi kendalanya lebih pada teknis penggunaan saja,” jelasnya.
Meski proses pencoblosan dinilai berjalan lancar, Rafael menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh tetap diperlukan, terutama pada tahap akhir rekapitulasi suara.
“Saya hanya melihat sampel di TPS. Soal berhasil atau tidaknya, nanti terlihat setelah seluruh hasil dihitung. Saat pencoblosan tidak ada masalah. Hanya soal penghitungan suara yang perlu dilihat lebih lanjut,” tandasnya.
Uji coba ini diharapkan menjadi bahan evaluasi sebelum sistem pemilihan digital diterapkan lebih luas di Jawa Barat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











