bukamata.id – Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (SP BPD SI) menggelar pelantikan dewan pengurus dan rapat kerja nasional (Rakernas) pertama pada 17–19 Juli 2025 di Jimbaran, Badung, Bali. Acara bersejarah ini dihadiri perwakilan dari 15 serikat pekerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia, menjadi tonggak baru dalam penguatan sinergi, konsolidasi, dan visi bersama dalam dunia perbankan daerah.
Rakernas ini diselenggarakan oleh Serikat Pekerja Bank BPD Bali sebagai tuan rumah dan turut dihadiri berbagai pejabat dan tokoh penting, termasuk Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Penta Peturun, Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial, C. Heru Widyanto, serta Direksi dan Komisaris Bank BPD Bali. Hadir pula perwakilan dari Pemprov Bali dan kalangan akademisi.
Peran Strategis Pekerja Bank Daerah
Dalam sambutannya, Penta Peturun mengapresiasi terciptanya kesepahaman visi di antara federasi SP BPD SI yang mewakili lebih dari 50.000 pekerja bank daerah. Ia menilai sinergi ini memiliki nilai strategis tinggi karena menyentuh urat nadi keuangan daerah.
“Bayangkan jika para pekerjanya mogok, bahaya itu seluruh ASN bisa nggak gajian satu provinsi,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (23/7/2025). Ia juga menekankan peran penting pekerja bank daerah dalam stabilitas ekonomi lokal dan pelayanan publik.
Ia juga mendorong agar perusahaan besar di tiap provinsi dapat memanfaatkan layanan dari bank daerah. “Kalau perlu nanti kita kunjungi bersama perusahaan-perusahaan itu agar menggunakan bank daerah sesuai domisilinya,” tambahnya.
Serikat Bukan Lawan, Tapi Mitra Strategis
Direktur Kepatuhan Bank BPD Bali, I Wayan Sutela Negara, menyatakan bahwa Rakernas ini menandai transformasi relasi antara serikat pekerja dan manajemen. Ia menekankan pentingnya sinergi untuk meningkatkan kinerja perbankan.
“Kalau dulu serikat pekerja dianggap lawan, sekarang mereka mitra dalam menyampaikan program manajemen ke seluruh pegawai,” jelas Sutela. Ia menambahkan bahwa pendekatan dua arah—baik dari atas ke bawah maupun sebaliknya—kini berjalan efektif dan harmonis.
Tonggak Sejarah Organisasi
Ketua Umum SP Bank BPD Bali sekaligus Sekjen Federasi SP BPD SI, I Made Yogi Pradnya Sugiartana, menyebut Rakernas ini sebagai langkah awal menuju penguatan organisasi.
“Perusahaan dan serikat harus bergandengan tangan, karena SP adalah bagian dari perusahaan itu sendiri,” tegas Yogi.
Dalam forum tersebut, dibahas pula program kerja strategis nasional, rencana kolaborasi lintas lembaga, serta inisiatif sinergi lintas sektor yang akan diawali melalui proyek percontohan di Bandung.
Membangun Daerah Lewat Kolaborasi
Presiden pertama Federasi SP BPD SI, Alex Sandra, menekankan bahwa Rakernas tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi wadah penting membangun relasi tiga pihak—pekerja, manajemen, dan pemerintah.
“Kami akan mendorong terwujudnya MoU tripartit di tiap provinsi antara SP, manajemen bank, pemerintah daerah, dan Kemenaker,” ujarnya. Menurutnya, semangat kolaboratif ini diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan bersama di tiap daerah.
Alex juga menyoroti pentingnya pembentukan SP di seluruh BPD. Dari 27 Bank Pembangunan Daerah yang ada, sebagian belum memiliki serikat pekerja. “Adanya SP menjadi indikator keberpihakan manajemen terhadap saluran aspirasi dan pemenuhan hak-hak dasar kemanusiaan bagi pegawainya,” jelasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











