Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 20:29 WIB

Lagi-lagi Panen Hujatan! Aksi Ustaz Riza Pamer Nge-Gym Bareng Wanita Picu Kontroversi Baru

Jumat, 30 Oktober 2026 20:27 WIB

Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Big Match Chelsea vs MU hingga Liverpool vs Arsenal

Jumat, 30 Oktober 2026 19:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026
  • Lagi-lagi Panen Hujatan! Aksi Ustaz Riza Pamer Nge-Gym Bareng Wanita Picu Kontroversi Baru
  • Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Big Match Chelsea vs MU hingga Liverpool vs Arsenal
  • Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat
  • Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?
  • Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?
  • Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat
  • Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Rekor Pendapatan FIFA di Piala Dunia 2026 Tembus Rp269 Triliun

By Aga GustianaRabu, 22 Juli 2026 12:48 WIB3 Mins Read
Pembukaan Piala Dunia 2026. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pesta akbar sepak bola terakbar di planet ini telah resmi menutup tirainya dengan menyisakan catatan sejarah yang luar biasa, tidak hanya di atas lapangan hijau, tetapi juga dari sektor bisnis global. Ajang Piala Dunia 2026 sukses menjadi ladang cuan terbesar sepanjang sejarah bagi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), meraup lonjakan keuntungan finansial yang jauh melampaui proyeksi awal.

Pagelaran puncak di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7) lalu mempertemukan duel sengit antara Spanyol dan Argentina. Tim Matador sukses keluar sebagai pemenang usai menaklukkan lawannya dengan skor tipis 1-0, sekaligus mengunci gelar juara dunia dalam turnamen yang diselenggarakan di Amerika Utara tersebut.

Di balik kemeriahan pesta kemenangan tersebut, lembaga pimpinan sepak bola dunia ini merayakan pencapaian ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan publikasi dari media terkemuka The Guardian, total pemasukan kotor FIFA diproyeksikan menyentuh angka fantastis di kisaran 15 miliar dolar AS atau setara dengan Rp269 triliun. Capaian ini melompati target awal yang semula hanya dipatok pada angka 11 miliar dolar AS.

Baca Juga:  Dituduh 'Disetting' FIFA, Lionel Messi Beri Jawaban Menohok Soal Keberhasilan Argentina

Lonjakan Signifikan Dibanding Edisi Qatar 2022

Jika ditarik perbandingan dengan turnamen sebelumnya di Qatar pada 2022 silam, perolehan finansial kali ini mencatatkan kenaikan hingga dua kali lipat. Pada perhelatan empat tahun lalu, pundi-pundi yang masuk ke kas federasi tercatat berada di angka 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp134 triliun.

Baca Juga:  Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Beberapa faktor utama menjadi penggerak utama di balik ledakan pendapatan ini. Salah satu pemicu terbesarnya adalah kebijakan penambahan kuota peserta turnamen. Pada edisi 2026, jumlah negara yang bertanding membengkak menjadi 48 tim, jauh lebih masif dibandingkan format konvensional yang hanya melibatkan 32 kontestan.

Selain itu, lonjakan harga tiket di pasaran turut bertindak sebagai mesin pencetak uang yang sangat efektif. FIFA diketahui mendulang pemasukan melimpah melalui pasar sekunder lewat penerapan skema potongan komisi sebesar 15 persen dari pihak pembeli serta tambahan 15 persen dari sisi penjual.

Respons Politik dan Rencana Ekspansi Turnamen 2030

Masifnya kesuksesan finansial yang diraup di kawasan Amerika Utara ini turut mengundang perhatian serta komentar dari kalangan tokoh politik lokal setempat.

Baca Juga:  Skandal Naturaliasi Malaysia: 7 Pemain Timnas Terjerat Sanksi FIFA

“Anda harus memilih Amerika Serikat lagi. Kali ini kami akan mengesampingkan Kanada dan Meksiko,” kata Trump, dilansir dari The Guardian.

Menyusul kesuksesan masif dari sisi komersial ini, dinamika baru pun mulai bergulir di internal federasi. Diketahui bahwa FIFA kini tengah serius mempertimbangkan wacana untuk kembali memperluas partisipasi peserta pada Piala Dunia 2030 mendatang. Rencana teranyar menyebutkan adanya potensi penambahan kuota kontestan dari 48 tim menjadi 64 tim demi terus mendongkrak pemasukan finansial di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat FIFA Piala Dunia 2026 Spanyol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Big Match Chelsea vs MU hingga Liverpool vs Arsenal

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin

Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood

Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026

I League Berduka atas Meninggalnya Bobotoh ARK, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.