bukamata.id – Pesta akbar sepak bola terakbar di planet ini telah resmi menutup tirainya dengan menyisakan catatan sejarah yang luar biasa, tidak hanya di atas lapangan hijau, tetapi juga dari sektor bisnis global. Ajang Piala Dunia 2026 sukses menjadi ladang cuan terbesar sepanjang sejarah bagi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), meraup lonjakan keuntungan finansial yang jauh melampaui proyeksi awal.
Pagelaran puncak di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7) lalu mempertemukan duel sengit antara Spanyol dan Argentina. Tim Matador sukses keluar sebagai pemenang usai menaklukkan lawannya dengan skor tipis 1-0, sekaligus mengunci gelar juara dunia dalam turnamen yang diselenggarakan di Amerika Utara tersebut.
Di balik kemeriahan pesta kemenangan tersebut, lembaga pimpinan sepak bola dunia ini merayakan pencapaian ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan publikasi dari media terkemuka The Guardian, total pemasukan kotor FIFA diproyeksikan menyentuh angka fantastis di kisaran 15 miliar dolar AS atau setara dengan Rp269 triliun. Capaian ini melompati target awal yang semula hanya dipatok pada angka 11 miliar dolar AS.
Lonjakan Signifikan Dibanding Edisi Qatar 2022
Jika ditarik perbandingan dengan turnamen sebelumnya di Qatar pada 2022 silam, perolehan finansial kali ini mencatatkan kenaikan hingga dua kali lipat. Pada perhelatan empat tahun lalu, pundi-pundi yang masuk ke kas federasi tercatat berada di angka 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp134 triliun.
Beberapa faktor utama menjadi penggerak utama di balik ledakan pendapatan ini. Salah satu pemicu terbesarnya adalah kebijakan penambahan kuota peserta turnamen. Pada edisi 2026, jumlah negara yang bertanding membengkak menjadi 48 tim, jauh lebih masif dibandingkan format konvensional yang hanya melibatkan 32 kontestan.
Selain itu, lonjakan harga tiket di pasaran turut bertindak sebagai mesin pencetak uang yang sangat efektif. FIFA diketahui mendulang pemasukan melimpah melalui pasar sekunder lewat penerapan skema potongan komisi sebesar 15 persen dari pihak pembeli serta tambahan 15 persen dari sisi penjual.
Respons Politik dan Rencana Ekspansi Turnamen 2030
Masifnya kesuksesan finansial yang diraup di kawasan Amerika Utara ini turut mengundang perhatian serta komentar dari kalangan tokoh politik lokal setempat.
“Anda harus memilih Amerika Serikat lagi. Kali ini kami akan mengesampingkan Kanada dan Meksiko,” kata Trump, dilansir dari The Guardian.
Menyusul kesuksesan masif dari sisi komersial ini, dinamika baru pun mulai bergulir di internal federasi. Diketahui bahwa FIFA kini tengah serius mempertimbangkan wacana untuk kembali memperluas partisipasi peserta pada Piala Dunia 2030 mendatang. Rencana teranyar menyebutkan adanya potensi penambahan kuota kontestan dari 48 tim menjadi 64 tim demi terus mendongkrak pemasukan finansial di masa depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









