bukamata.id – Klub basket legendaris Indonesia, Satria Muda, kini resmi bertransformasi menjadi Satria Muda Bandung, menandai awal perjalanan baru di bawah naungan PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). Perubahan ini sekaligus memperkuat sinergi antarklub profesional di Jawa Barat, dengan Satria Muda kini berafiliasi langsung dengan klub sepak bola ternama Persib Bandung.
Langkah strategis ini diumumkan pada Senin (4/8/2025) dan menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem olahraga di kota Bandung, khususnya di cabang basket.
“Kehadiran Satria Muda Bandung tak dimaksudkan untuk menggantikan klub-klub yang telah membesarkan basket Bandung, seperti Prawira. Sebaliknya, kami ingin memperkaya dinamika dan menciptakan peluang kolaborasi dalam pembinaan hingga manajemen klub,” bunyi pernyataan resmi klub.
Sejarah Panjang Sang Raja Basket
Didirikan pada 28 Oktober 1993, Satria Muda memulai kiprah dari Divisi 2 Kobatama—liga basket tertinggi Tanah Air kala itu. Dua tahun kemudian, mereka promosi ke Divisi 1 dan mencuri perhatian publik basket nasional dengan finis di posisi keempat pada musim 1996, sekaligus menyabet gelar tim debutan terbaik.
Namun, masa sulit tak terhindarkan. Pada musim 1998, Satria Muda menutup kompetisi tanpa satu pun kemenangan. Di tengah keterpurukan, Grup Mahaka yang dikomandoi oleh Erick Thohir, mengambil alih manajemen klub dan melakukan restrukturisasi besar-besaran.
Perubahan tersebut membuahkan hasil instan. Tahun 1999, Satria Muda menjuarai Kobatama, membuka gerbang era keemasan mereka. Di bawah asuhan Fictor Gideon Roring, klub mengoleksi enam gelar juara nasional dan satu trofi ASEAN. Prestasi berlanjut bersama pelatih-pelatih seperti Octaviarro Romelly Tamtelahitu, Cokorda Raka, dan Youbel Sondakh, yang turut mempersembahkan trofi bergengsi.
Gelar terakhir mereka diraih pada 2022, usai menaklukkan Pelita Jaya di partai final IBL.
Era Baru di Kota Kembang
Langkah migrasi ke Bandung disambut positif oleh manajemen dan komunitas olahraga Jawa Barat. Direktur Utama Satria Muda, Christian Ronaldo Sitepu, menyampaikan optimismenya atas sinergi yang terjalin bersama Persib.
“Kami bangga bisa berjalan bersama Persib. Brand ini sudah lama identik dengan profesionalisme olahraga. Kami berharap kehadiran kami bisa menjadi kebanggaan baru untuk pencinta basket di Bandung dan Jawa Barat,” kata Christian.
Manajemen klub menegaskan komitmennya untuk menjalin hubungan erat dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah, agar transformasi ini berjalan mulus dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Sementara itu, pihak PT PBB menyambut baik bergabungnya Satria Muda ke dalam keluarga besar Persib. Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB, menilai kerja sama ini akan memperkuat fondasi olahraga profesional di Bandung.
“Satria Muda adalah tim dengan sejarah panjang dan reputasi sebagai juara. Ini adalah momentum penting yang memperkuat ekosistem olahraga kami dan mendorong perkembangan lebih lanjut,” ujar Adhitia.
Target Tinggi di Musim Perdana
Musim IBL 2026 akan menjadi panggung debut Satria Muda Bandung di kasta tertinggi bola basket nasional. Dengan dukungan penuh dari manajemen baru dan semangat baru di kota Bandung, target mereka jelas: merebut gelar ke-13 dalam sejarah klub.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











