Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur

Rabu, 7 Oktober 2026 22:00 WIB

Justin Hubner Jadi Musuh Bersama Publik Thailand Usai Ulah Provokatif di Final Piala ASEAN 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 21:41 WIB

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

Rabu, 7 Oktober 2026 20:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur
  • Justin Hubner Jadi Musuh Bersama Publik Thailand Usai Ulah Provokatif di Final Piala ASEAN 2026
  • Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung
  • Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule
  • Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia
  • Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai
  • Tak Sempat Rayakan Gelar Juara ASEAN Cup, Dua Bintang Timnas Ini Langsung Kejar Jadwal Liga Eropa
  • Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Respons Pemkot Lubuklinggau Usai Viral Ibu Lapor ke Dedi Mulyadi soal Rehabilitasi Anak

By Aga GustianaSabtu, 21 Juni 2025 13:30 WIB2 Mins Read
Seorang ibu membawa anaknya dari Lubuklinggau ke Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, bernama Dian Nurhayati, menyita perhatian publik setelah videonya mengadu langsung kepada tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, viral di media sosial. Dalam video tersebut, Dian membawa anaknya, RA (19), yang mengalami kecanduan narkotika jenis sabu, dan memohon agar anaknya bisa dimasukkan ke barak militer untuk mendapat pemulihan.

Pengaduan tersebut memicu reaksi dari Pemerintah Kota Lubuklinggau. Pasalnya, Dian menyebut bahwa proses rehabilitasi yang sebelumnya dijalani RA di Badan Narkotika Nasional (BNN) Silampari justru tidak membuahkan hasil. Bahkan, menurut pengakuannya, sang anak sempat diajak menggunakan narkoba oleh salah satu konselor di tempat rehabilitasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau, Hasan Andria UY, memberikan klarifikasi terbuka melalui media sosial. Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti informasi tersebut setelah mendapatkan kabar dari ajudan Wali Kota.

“Begitu kami mengetahui adanya laporan itu, staf kami langsung berkoordinasi dengan staf Pak Dedi Mulyadi, yakni Ibu Megadora. Kami juga melakukan video call dengan Ibu Dian selama 21 menit,” ujar Hasan dikutip Sabtu (21/6/2025).

Baca Juga:  PMDN Kuasai 56,9 Persen Realisasi Investasi, Jabar Jadi Motor Ekonomi Nasional

Dalam komunikasi tersebut, kata Hasan, pihaknya telah menyampaikan berbagai solusi, termasuk menawarkan fasilitas rehabilitasi yang sudah disiapkan oleh Pemkot Lubuklinggau. Dian pun, menurut Hasan, sempat menyatakan kesediaan untuk kembali ke kota asal dan melanjutkan proses rehabilitasi di bawah pengawasan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Semrawut SPMB 2026 & Aturan 'Ekstrem' Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Namun keesokan harinya, muncul video baru yang menunjukkan Dian tetap berada di Jawa Barat dan melanjutkan pengaduannya kepada Dedi Mulyadi. Hal ini disebut Hasan cukup mengejutkan, karena sebelumnya telah tercapai kesepakatan awal.

“Padahal semua proses sudah kami siapkan dengan matang. Tapi karena adanya keinginan pribadi dari Ibu Dian untuk tetap bertemu Pak Dedi, maka langkah pemulihan yang kami rancang belum bisa dijalankan,” jelasnya.

Baca Juga:  HJKB ke-215, Dedi Mulyadi Dorong Sinergi Pemerintah Bangun Bandung Geulis

Meski demikian, Hasan menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang dialog dan akan terus berupaya meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Ia juga menyampaikan rencana untuk mengajak berbagai pihak terkait seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), lurah, hingga camat untuk duduk bersama membahas solusi terbaik.

“Langkah ini penting agar informasi bisa diklarifikasi secara menyeluruh dan akurat. Kami ingin memastikan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan penanganan yang layak dan sesuai prosedur demi masa depannya,” pungkas Hasan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi narkoba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule

Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai

Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah

Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.