Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Sabtu, 26 September 2026 20:08 WIB
Spot kuliner malam di Bandung

Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!

Sabtu, 26 September 2026 20:00 WIB

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Sabtu, 26 September 2026 19:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras
  • Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!
  • Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput
  • Hadapi Jadwal Padat di Tiga Kompetisi, Persib Siapkan Strategi Rotasi Pemain
  • Karier Diujung Tanduk? Fenomena Cancel Culture Hantam Juicy Luicy Usai Batal Manggung Beruntun!
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot
  • Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Respons Serangan Israel ke Lebanon, PBNU Khawatir Peperangan Akan Meluas

By Putra JuangKamis, 10 Oktober 2024 12:12 WIB2 Mins Read
Serangan udara Israel. ANTARA/Xinhua
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) khawatir peperangan di Timur Tengah akan meluas jika tidak segera dihentikan.

Begitu disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai respons terhadap penyerangan Israel atas Lebanon yang menargetkan Hizbullah pada 1 Oktober 2024 hingga kini.

Gus Yahya juga mengaku telah menyampaikan terkait pesan serupa kepada pimpinan dan pejabat-pejabat di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada tujuh bulan yang lalu.

Dia mengatakan, serangan Israel di Lebanon adalah bukti meluasnya penyerangan setelah sebelumnya terjadi di Yaman, Iran, dan Laut Merah.

Baca Juga:  MUI Sebut Gencatan Senjata Israel-Hamas Harus Disertai Pengawasan dan Kontrol

“Sekarang Iran terlibat. Lalu kalau tidak mau dihentikan, mau tumbuh berapa lagi yang mau terlibat di dalam kekerasan besar-besaran seperti ini?” ucap Gus Yahya usai pertemuan dengan Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, dikutip laman NU Online, Kamis (10/10/2024).

Gus Yahya menegaskan bahwa sikap PBNU sejak awal sudah menyerukan penghentian peperangan yang menghasilkan kekerasan, sesegera mungkin.

“Semua harus diselesaikan melalui perundingan dengan cara-cara yang beradab. Kami tidak berhenti-henti menyerukan itu, termasuk dengan melakukan hubungan langsung dan bicara langsung dengan berbagai pihak yang punya hubungan yang pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik,” tuturnya.

Baca Juga:  Manuver Kejutan Donald Trump: Israel Terpukul oleh Gencatan Senjata AS-Iran di Tengah Perang

Peperangan ini, kata Gus Yahya, akan mengancam keselamatan seluruh dunia karena ada potensi berkembang menjadi perang besar yang melibatkan berbagai pihak yang tidak bisa diukur lagi.

“Sekali lagi, kami ingin mengulangi, kekerasan harus dihentikan, apa pun alasannya. Kita tahu bahwa masing-masing punya tuntutan. Tuntutan itu harus dibicarakan melalui meja perundingan secara beradab dan tidak dengan kekerasan seperti yang dilakukan sampai saat ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Ajak Rakyat Gunakan Hak Pilih pada 14 Februari, Ketum PBNU: Kita Berkuasa saat Nyoblos

Setahun genosida Israel atas Palestina Genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina sudah berlangsung tepat satu tahun pada Senin (7/10/2024).

Lebih dari 42 ribu warga Palestina tewas akibat serangan yang terus-menerus. Dari total puluhan ribu korban jiwa, lebih dari 170 jurnalis dilaporkan telah terbunuh.

Menurut laporan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS), jumlah korban tewas mencapai 42.411, dengan 41.689 di antaranya berasal dari Jalur Gaza dan 722 lainnya di Tepi Barat. Sedikitnya, 174 jurnalis telah menjadi korban serangan yang dilakukan sejak konflik pecah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gus Yahya Israel PBNU Yahya Cholil Staquf
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.