Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kemacetan

Bandung Padat Acara! Nobar Persija vs Persib hingga Konser Besar Akhir Pekan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 21:12 WIB

Rafael Situmorang Tegaskan PIP Gratis, Warga Diminta Laporkan Jika Ada Pungutan

Jumat, 8 Mei 2026 20:47 WIB

Bukan Lawan Musuh, Spiderman di Padang Ini Lawan Kelaparan! Kisah Nasi Darurat yang Bikin Haru

Jumat, 8 Mei 2026 20:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bandung Padat Acara! Nobar Persija vs Persib hingga Konser Besar Akhir Pekan Ini
  • Rafael Situmorang Tegaskan PIP Gratis, Warga Diminta Laporkan Jika Ada Pungutan
  • Bukan Lawan Musuh, Spiderman di Padang Ini Lawan Kelaparan! Kisah Nasi Darurat yang Bikin Haru
  • Isu Transfer Menguat, Aymen Hussein Semakin Dekat Gabung Persib Bandung?
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
  • Persija vs Persib Memanas! Ucapan Marc Klok Berujung Dilaporkan ke PSSI
  • Rafael Situmorang Ingatkan Dana PIP Harus Dipakai untuk Sekolah, Bukan Kepentingan Lain
  • Siap-siap! PIP Cair Akhir Mei, Rafael Situmorang Minta Orang Tua Segera Ke Sekolah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 8 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Tak Gentar dengan Ancaman Trump Jadikan Gaza Neraka

By Aga GustianaRabu, 12 Februari 2025 09:17 WIB2 Mins Read
Masyarakat Palestina berada di lokasi serangan Israel di Jalur Gaza. (Foto: Anadolu Agency)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Gaza, Palestina tak gentar dengan ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menjadikan Gaza seperti neraka.

Ancaman itu Trump sampaikan setelah Hamas pada Senin lalu mengumumkan penundaan pembebasan sandera Israel. Hamas menganggap Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Trump mengancam jika Gaza akan kacau jika Hamas tak membebaskan semua sandera Israel pada Sabtu mendatang.

Warga Rafah, Jomaa Abu Kosh menegaskan jika mereka tidak takut dengan ancaman Trump. Pasalnya, warga Gaza sudah merasakan neraka sebelum ancaman itu disampaikan.

“Neraka yang lebih buruk dari yang sudah pernah kami alami? Neraka yang lebih buruk dari pembunuhan? Kehancuran, semua praktik dan kejahatan manusia yang terjadi di Jalur Gaza belum pernah terjadi di tempat lain di dunia,” kata Abu Kosh, dikutip dari Al Jazeera.

Sementara pernyataan Trump menyebutkan jika ia tak yakin Hamas akan membebaskan sandera Israel sesuai batas waktu yang ditetapkan.

Baca Juga:  PP Persis Sebut Evakuasi Warga Gaza Berisiko Jadi Jalan Israel Kosongkan Palestina

“Saya punya tenggat waktu hari Sabtu, dan saya rasa mereka (Hamas) tidak akan menetapkan tenggat waktu. Secara pribadi, saya rasa mereka (Hamas) ingin bersikap keras, tapi kita lihat saja seberapa keras mereka,” kata Trump, dalam konferensi pers bersama Raja Yordania Abdullah II di Gedung Putih.

Sebelumnya ia mengatakan akan menjadikan Gaza seperti neraka jika Hamas tidak membebaskan sandera pada waktu yang telah ditetapkan. Pernyataan itu Trump sampaikan atas nama pribadi, tak membawa-bawa Israel.

Baca Juga:  Netanyahu Akui Israel Alami Kerugian Serius Usai Serangan Balasan Iran, Trump Beri Dukungan Penuh

“Sabtu pukul 12 (siang), kami ingin mereka semua (sandera) kembali. Saya berbicara atas nama pribadi, Israel boleh mengesampingkannya. Tapi atas nama saya pribadi, Sabtu pukul 12, dan jika mereka tidak kembali, mereka tidak ada di sini, semua kekacauan akan terjadi,” kata Trump.

Sementara itu dalam pernyataan terbarunya, Hamas menyebut jika komentar Trump sebagai seruan untuk pembersihan etnis di Gaza.

Mereka menolak seruan Trump yang akan mengambil alih Jalur Gaza serta memindahkan penduduknya ke Yordania dan Mesir.

“Pernyataan Trump bersifat rasis dan merupakan seruan untuk pembersihan etnis dengan tujuan melikuidasi perjuangan Palestina dan mengingkari hak-hak nasional abadi rakyat kami,” bunyi pernyataan Hamas di Telegram.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora Indonesia saat Tiba di Washington DC

Kelompok yang berkuasa di Gaza itu menegaskan komitmen pada perjanjian gencatan senjata seraya menuduh Israel gagal mematuhi kesepakatan tersebut.

“Kami tegaskan, penjajah adalah pihak yang tidak mematuhi komitmennya dan oleh karena itu, bertanggung jawab atas segala komplikasi atau penundaan,” demikian isi pernyataan.

Hamas menyebut Israel gagal mengirim bantuan ke Gaza sebagaimana telah disetujui dalam kesepakatan gencatan senjata. Bukan hanya itu, pasukan Israel terus membunuh warga Gaza. Selama 23 hari berjalannya gencatan senjata, Israel telah membunuh 92 warga Gaza dan melukai 100 lebih.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Donald Trump Gaza Hamas Israel Palestina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Bandung Padat Acara! Nobar Persija vs Persib hingga Konser Besar Akhir Pekan Ini

Rafael Situmorang Tegaskan PIP Gratis, Warga Diminta Laporkan Jika Ada Pungutan

Rafael Situmorang Ingatkan Dana PIP Harus Dipakai untuk Sekolah, Bukan Kepentingan Lain

Siap-siap! PIP Cair Akhir Mei, Rafael Situmorang Minta Orang Tua Segera Ke Sekolah

Pangkas Biaya 50%! Rahasia PVJ Bandung Sulap 4 Ton Sampah Jadi Cuan

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis di KBB, Pelaku Ternyata Tetangga Korban

Terpopuler
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.