Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

Rabu, 12 Agustus 2026 12:21 WIB
zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

Rabu, 12 Agustus 2026 12:17 WIB

Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh

Rabu, 12 Agustus 2026 12:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!
  • Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
  • VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?
  • Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat
  • Karier Paul Pogba di Ujung Tanduk: Kembali Dihantam Cedera, AS Monaco Bersiap Putus Kontrak!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Tak Gentar dengan Ancaman Trump Jadikan Gaza Neraka

By Aga GustianaRabu, 12 Februari 2025 09:17 WIB2 Mins Read
Masyarakat Palestina berada di lokasi serangan Israel di Jalur Gaza. (Foto: Anadolu Agency)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Gaza, Palestina tak gentar dengan ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menjadikan Gaza seperti neraka.

Ancaman itu Trump sampaikan setelah Hamas pada Senin lalu mengumumkan penundaan pembebasan sandera Israel. Hamas menganggap Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Trump mengancam jika Gaza akan kacau jika Hamas tak membebaskan semua sandera Israel pada Sabtu mendatang.

Warga Rafah, Jomaa Abu Kosh menegaskan jika mereka tidak takut dengan ancaman Trump. Pasalnya, warga Gaza sudah merasakan neraka sebelum ancaman itu disampaikan.

“Neraka yang lebih buruk dari yang sudah pernah kami alami? Neraka yang lebih buruk dari pembunuhan? Kehancuran, semua praktik dan kejahatan manusia yang terjadi di Jalur Gaza belum pernah terjadi di tempat lain di dunia,” kata Abu Kosh, dikutip dari Al Jazeera.

Sementara pernyataan Trump menyebutkan jika ia tak yakin Hamas akan membebaskan sandera Israel sesuai batas waktu yang ditetapkan.

“Saya punya tenggat waktu hari Sabtu, dan saya rasa mereka (Hamas) tidak akan menetapkan tenggat waktu. Secara pribadi, saya rasa mereka (Hamas) ingin bersikap keras, tapi kita lihat saja seberapa keras mereka,” kata Trump, dalam konferensi pers bersama Raja Yordania Abdullah II di Gedung Putih.

Sebelumnya ia mengatakan akan menjadikan Gaza seperti neraka jika Hamas tidak membebaskan sandera pada waktu yang telah ditetapkan. Pernyataan itu Trump sampaikan atas nama pribadi, tak membawa-bawa Israel.

“Sabtu pukul 12 (siang), kami ingin mereka semua (sandera) kembali. Saya berbicara atas nama pribadi, Israel boleh mengesampingkannya. Tapi atas nama saya pribadi, Sabtu pukul 12, dan jika mereka tidak kembali, mereka tidak ada di sini, semua kekacauan akan terjadi,” kata Trump.

Sementara itu dalam pernyataan terbarunya, Hamas menyebut jika komentar Trump sebagai seruan untuk pembersihan etnis di Gaza.

Mereka menolak seruan Trump yang akan mengambil alih Jalur Gaza serta memindahkan penduduknya ke Yordania dan Mesir.

“Pernyataan Trump bersifat rasis dan merupakan seruan untuk pembersihan etnis dengan tujuan melikuidasi perjuangan Palestina dan mengingkari hak-hak nasional abadi rakyat kami,” bunyi pernyataan Hamas di Telegram.

Kelompok yang berkuasa di Gaza itu menegaskan komitmen pada perjanjian gencatan senjata seraya menuduh Israel gagal mematuhi kesepakatan tersebut.

“Kami tegaskan, penjajah adalah pihak yang tidak mematuhi komitmennya dan oleh karena itu, bertanggung jawab atas segala komplikasi atau penundaan,” demikian isi pernyataan.

Hamas menyebut Israel gagal mengirim bantuan ke Gaza sebagaimana telah disetujui dalam kesepakatan gencatan senjata. Bukan hanya itu, pasukan Israel terus membunuh warga Gaza. Selama 23 hari berjalannya gencatan senjata, Israel telah membunuh 92 warga Gaza dan melukai 100 lebih.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Donald Trump Gaza Hamas Israel Palestina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.