Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 02:00 WIB

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal

Minggu, 28 Juni 2026 01:00 WIB

Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia

Sabtu, 27 Juni 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
  • Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis
  • Siap-siap Begadang! Ini Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Minggu 28 Juni 2026 di TVRI
  • Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha
  • Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Tak Gentar dengan Ancaman Trump Jadikan Gaza Neraka

By Aga GustianaRabu, 12 Februari 2025 09:17 WIB2 Mins Read
Masyarakat Palestina berada di lokasi serangan Israel di Jalur Gaza. (Foto: Anadolu Agency)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Gaza, Palestina tak gentar dengan ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menjadikan Gaza seperti neraka.

Ancaman itu Trump sampaikan setelah Hamas pada Senin lalu mengumumkan penundaan pembebasan sandera Israel. Hamas menganggap Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Trump mengancam jika Gaza akan kacau jika Hamas tak membebaskan semua sandera Israel pada Sabtu mendatang.

Warga Rafah, Jomaa Abu Kosh menegaskan jika mereka tidak takut dengan ancaman Trump. Pasalnya, warga Gaza sudah merasakan neraka sebelum ancaman itu disampaikan.

“Neraka yang lebih buruk dari yang sudah pernah kami alami? Neraka yang lebih buruk dari pembunuhan? Kehancuran, semua praktik dan kejahatan manusia yang terjadi di Jalur Gaza belum pernah terjadi di tempat lain di dunia,” kata Abu Kosh, dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga:  Indonesia Jadi Rebutan Blok Dunia, Ulta Levenia: Kita Diganggu Terus

Sementara pernyataan Trump menyebutkan jika ia tak yakin Hamas akan membebaskan sandera Israel sesuai batas waktu yang ditetapkan.

“Saya punya tenggat waktu hari Sabtu, dan saya rasa mereka (Hamas) tidak akan menetapkan tenggat waktu. Secara pribadi, saya rasa mereka (Hamas) ingin bersikap keras, tapi kita lihat saja seberapa keras mereka,” kata Trump, dalam konferensi pers bersama Raja Yordania Abdullah II di Gedung Putih.

Sebelumnya ia mengatakan akan menjadikan Gaza seperti neraka jika Hamas tidak membebaskan sandera pada waktu yang telah ditetapkan. Pernyataan itu Trump sampaikan atas nama pribadi, tak membawa-bawa Israel.

Baca Juga:  Jokowi Kecam Keras Serangan Israel ke Gaza, Lebanon dan Pasukan Perdamaian PBB

“Sabtu pukul 12 (siang), kami ingin mereka semua (sandera) kembali. Saya berbicara atas nama pribadi, Israel boleh mengesampingkannya. Tapi atas nama saya pribadi, Sabtu pukul 12, dan jika mereka tidak kembali, mereka tidak ada di sini, semua kekacauan akan terjadi,” kata Trump.

Sementara itu dalam pernyataan terbarunya, Hamas menyebut jika komentar Trump sebagai seruan untuk pembersihan etnis di Gaza.

Mereka menolak seruan Trump yang akan mengambil alih Jalur Gaza serta memindahkan penduduknya ke Yordania dan Mesir.

“Pernyataan Trump bersifat rasis dan merupakan seruan untuk pembersihan etnis dengan tujuan melikuidasi perjuangan Palestina dan mengingkari hak-hak nasional abadi rakyat kami,” bunyi pernyataan Hamas di Telegram.

Baca Juga:  Jokowi Apresiasi Sikap Vatikan Serukan Perdamaian di Palestina

Kelompok yang berkuasa di Gaza itu menegaskan komitmen pada perjanjian gencatan senjata seraya menuduh Israel gagal mematuhi kesepakatan tersebut.

“Kami tegaskan, penjajah adalah pihak yang tidak mematuhi komitmennya dan oleh karena itu, bertanggung jawab atas segala komplikasi atau penundaan,” demikian isi pernyataan.

Hamas menyebut Israel gagal mengirim bantuan ke Gaza sebagaimana telah disetujui dalam kesepakatan gencatan senjata. Bukan hanya itu, pasukan Israel terus membunuh warga Gaza. Selama 23 hari berjalannya gencatan senjata, Israel telah membunuh 92 warga Gaza dan melukai 100 lebih.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Donald Trump Gaza Hamas Israel Palestina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.