Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027

Senin, 19 Oktober 2026 16:11 WIB

Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!

Senin, 19 Oktober 2026 15:57 WIB

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Senin, 19 Oktober 2026 15:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027
  • Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!
  • Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak
  • Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada
  • Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif
  • Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru
  • Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan
  • Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Revolusi Infrastruktur, AI Jadi Solusi Tantangan Pembangunan Indonesia

By SusanaSabtu, 21 Desember 2024 16:00 WIB2 Mins Read
Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin, menghadiri Seminar Nasional di ITB. Fpto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menghadiri Seminar Nasional bertajuk “Optimasi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum”.

Acara yang juga dihadiri langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggono ini digelar di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (21/12/2024).

Menteri Dody menegaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) adalah game changer dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.

“AI memungkinkan efisiensi yang belum pernah kita capai sebelumnya. Dari penggunaan drone untuk pemetaan hingga algoritma AI yang mampu memprediksi kerusakan pada infrastruktur, teknologi ini adalah masa depan pembangunan Indonesia,” ujar Dody dalam sambutannya.

Baca Juga:  Pastikan Kesiapan, Bey Minta Asrama Haji Indramayu Layanani Jemaah Sesuai Standar

Dody mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia masih menghadapi tantangan berat, seperti keterbatasan sumber daya, kondisi geografis yang kompleks, dan cuaca ekstrem.

Namun, ia menekankan bahwa AI dapat menjadi solusi utama untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

“Desain yang lebih presisi, pemantauan real-time, hingga pengerjaan konstruksi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas adalah beberapa keuntungan dari AI. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana kita memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai contoh, Dody menyebutkan implementasi Building Information Modeling (BIM), yang telah terbukti mengurangi biaya dan waktu pengerjaan konstruksi secara signifikan.

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2024

Menteri Dody juga mengapresiasi ITB sebagai pelopor inovasi AI di bidang infrastruktur. Ia menyoroti program Magister Super Spesialis Teknik (MSS) yang dijalankan ITB sejak 2020 sebagai salah satu upaya strategis untuk mencetak ahli di bidang kecerdasan buatan dan infrastruktur.

“Hingga saat ini, sebanyak 184 mahasiswa telah mengikuti program MSS, dan 131 di antaranya telah lulus. Ini adalah bukti nyata kontribusi ITB dalam mendukung pembangunan bangsa,” ujar Dody.

Selain itu, ITB juga telah mengembangkan pusat penelitian kecerdasan buatan yang mendukung berbagai inovasi di sektor infrastruktur.

Baca Juga:  Alami Kekeringan, Pemprov Jabar Salurkan 954 Ribu Liter Air Bersih untuk 8 Kabupaten Kota

Program kompetisi AI yang digelar ITB disebut sebagai langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kemampuan akademisi.

Meskipun AI memiliki potensi besar, Dody menyoroti beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti kesiapan infrastruktur digital, regulasi yang belum memadai, serta ancaman serangan siber. Untuk menjawab tantangan ini, ia menyerukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.

“Mari kita gunakan seminar ini untuk memperkuat sinergi. Dengan kerja sama yang erat, kita dapat mewujudkan infrastruktur Indonesia yang lebih berkualitas dan berdaya saing,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai Bey Machmudin ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada

Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.