bukamata.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah tegas dengan menghentikan distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tahap 2 periode April–Juni 2025 bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi tidak layak menerima bantuan sosial (bansos) pada periode Juli–September 2025.
Instruksi Resmi Kemensos
Dalam surat resmi Kemensos tertanggal 4 September 2025 disebutkan, Direktorat Jaminan Sosial menginstruksikan kepada bank penyalur untuk menghentikan proses distribusi kartu terhadap KPM yang statusnya berubah menjadi tidak layak.
Kebijakan ini berlaku baik untuk KPM peralihan dari pos ke kartu KKS maupun KPM baru.
Pencairan PKH dan BPNT Tahap 3
Sementara itu, pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT tahap ketiga periode Juli–September 2025 masih berlangsung melalui bank-bank Himbara meski dengan skala lebih terbatas.
Pada 12 September 2025, terpantau pencairan PKH kategori anak sekolah SD sederajat masuk ke kartu KKS Bank BNI dengan nominal Rp225.000.
Bank Mandiri, BRI, dan BSI juga tetap menyalurkan dana PKH maupun BPNT. Untuk BPNT, penerima mendapatkan Rp600.000 per tahap yang disalurkan setiap tiga bulan sekali.
Para ahli memperkirakan pencairan tahap ketiga ini segera berakhir, sehingga KPM yang belum menerima hingga minggu ketiga September disarankan mengecek status melalui operator desa atau pendamping sosial.
Fenomena “Exclude” KPM
Fenomena “exclude” dalam sistem bantuan sosial kini kian marak, seperti “exclude tidak memiliki komponen PKH”, “exclude karena peningkatan kesejahteraan keluarga”, hingga “exclude bansos tidak dipergunakan sesuai peruntukannya”. Bahkan terdapat indikasi KPM terlibat judi online, meski masih tahap terindikasi.
Bagi KPM yang terkena status exclude, Kemensos membuka peluang pembaruan data melalui aplikasi Cekbansos atau jalur formal musyawarah desa (Musdes).
Basis Data Baru: DTSEN
Mulai 2025, Kemensos resmi beralih menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menggantikan DTKS sebagai basis penyaluran bansos.
Selain PKH dan BPNT, beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Barat juga mencairkan BLT Dana Desa tahap ketiga sebesar Rp900.000 untuk periode yang sama.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










