Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan

Rabu, 14 Oktober 2026 02:00 WIB

Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat

Rabu, 14 Oktober 2026 01:00 WIB

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 21:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan
  • Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 18:01 WIB2 Mins Read
Dua bayi harimau Benggala lahir dari induk Jelita dan jangan Shah Rukh Khan di Bandung Zoo, Sabtu (12/7/2025). Foto Dok Bandung Zoo.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap penyebab kematian seekor anak Harimau Benggala bernama Hara di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Ia menyebut, kematian satwa tersebut diduga akibat infeksi virus yang diturunkan dari induknya.

Farhan menjelaskan, induk harimau tersebut merupakan carrier atau pembawa virus khas keluarga kucing besar. Kedua anaknya telah terinfeksi sejak lahir, namun hanya satu yang berhasil bertahan.

“Anak harimau. Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” kata Farhan, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga:  Ikuti Arahan Menteri LH, Pemkot Bandung Siap Hentikan Insinerator Penyebab Polusi

Ia menegaskan, kematian Hara bukan disebabkan oleh faktor kelalaian perawatan. Menurutnya, kondisi ini murni karena infeksi virus bawaan dari induk.

“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya,” ujarnya.

Farhan juga menyebut anak harimau yang masih hidup yakni Huru telah dipisahkan dari induknya dan kini dalam penanganan intensif.

Ia mengidentifikasi virus tersebut sebagai Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga felin dan dapat menurunkan sel darah putih.

Baca Juga:  Farhan: Patroli Gabungan Bandung Raya Digelar Setiap Malam, Fokus Amankan Wilayah Perbatasan

“Namanya panleukopenia, penyakit virus yang menyerang keluarga kucing besar seperti harimau dan kucing,” katanya.

Meski sempat kritis, kondisi anak harimau yang masih hidup dilaporkan mulai membaik.

Berdasarkan laporan tim dokter hewan, satwa tersebut telah melewati fase kritis 72 jam dan menunjukkan perkembangan positif.

“Kondisi terbaru membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif,” kata Farhan.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara intensif oleh tim dokter, termasuk pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus. Asupan makan juga mulai diberikan secara bertahap dengan bantuan keeper.

Baca Juga:  Evaluasi LKPJ 2025: DPRD Kota Bandung Berikan Catatan Strategis untuk Muhammad Farhan

Farhan memastikan pengawasan terhadap satwa di kebun binatang dilakukan secara penuh. Ia juga menyebut kasus ini menjadi perhatian bersama lintas pemerintah agar tidak terulang.

“100 persen standby, semua informasi terpantau, tidak ada yang ditelantarkan,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berencana meninjau langsung ke lokasi dalam waktu dekat.

“Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.