Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rabu, 12 Agustus 2026 19:02 WIB

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Rabu, 12 Agustus 2026 19:01 WIB

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 18:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
  • Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor
  • Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan
  • Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 18:01 WIB2 Mins Read
Dua bayi harimau Benggala lahir dari induk Jelita dan jangan Shah Rukh Khan di Bandung Zoo, Sabtu (12/7/2025). Foto Dok Bandung Zoo.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap penyebab kematian seekor anak Harimau Benggala bernama Hara di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Ia menyebut, kematian satwa tersebut diduga akibat infeksi virus yang diturunkan dari induknya.

Farhan menjelaskan, induk harimau tersebut merupakan carrier atau pembawa virus khas keluarga kucing besar. Kedua anaknya telah terinfeksi sejak lahir, namun hanya satu yang berhasil bertahan.

“Anak harimau. Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” kata Farhan, Rabu (25/3/2026).

Ia menegaskan, kematian Hara bukan disebabkan oleh faktor kelalaian perawatan. Menurutnya, kondisi ini murni karena infeksi virus bawaan dari induk.

“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya,” ujarnya.

Farhan juga menyebut anak harimau yang masih hidup yakni Huru telah dipisahkan dari induknya dan kini dalam penanganan intensif.

Ia mengidentifikasi virus tersebut sebagai Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga felin dan dapat menurunkan sel darah putih.

“Namanya panleukopenia, penyakit virus yang menyerang keluarga kucing besar seperti harimau dan kucing,” katanya.

Meski sempat kritis, kondisi anak harimau yang masih hidup dilaporkan mulai membaik.

Berdasarkan laporan tim dokter hewan, satwa tersebut telah melewati fase kritis 72 jam dan menunjukkan perkembangan positif.

“Kondisi terbaru membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif,” kata Farhan.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara intensif oleh tim dokter, termasuk pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus. Asupan makan juga mulai diberikan secara bertahap dengan bantuan keeper.

Farhan memastikan pengawasan terhadap satwa di kebun binatang dilakukan secara penuh. Ia juga menyebut kasus ini menjadi perhatian bersama lintas pemerintah agar tidak terulang.

“100 persen standby, semua informasi terpantau, tidak ada yang ditelantarkan,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berencana meninjau langsung ke lokasi dalam waktu dekat.

“Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak harimau mati Bandung Zoo Hara Harimau Benggala satwa kebun binatang virus Panleukopenia harimau Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.