Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Duel Hidup-Mati Grup F Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Statistik Agresif Jepang vs Swedia

Kamis, 25 Juni 2026 23:06 WIB

Borong Primogem Gratis! Segera Tukar 6 Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Juni 2026 Ini Sebelum Hangus

Kamis, 25 Juni 2026 22:40 WIB

Regulasi Baru Mulai 1 Juli 2026: Registrasi Kartu SIM Wajib Rekam Wajah, Ini Skema Daftarnya

Kamis, 25 Juni 2026 22:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Duel Hidup-Mati Grup F Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Statistik Agresif Jepang vs Swedia
  • Borong Primogem Gratis! Segera Tukar 6 Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Juni 2026 Ini Sebelum Hangus
  • Regulasi Baru Mulai 1 Juli 2026: Registrasi Kartu SIM Wajib Rekam Wajah, Ini Skema Daftarnya
  • Saingi Pasar Tablet Murah, Intip Spesifikasi Poco Pad C1 yang Dibanderol Rp2 Jutaan
  • Jangan Panik, Lakukan 5 Penyelamatan Ini Jika Terlanjur Klik APK Undangan Palsu
  • Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Jumat 26 Juni 2026: Laga Hidup-Mati Jerman dan Belanda Berburu Tiket 32 Besar
  • Lebih Sangar dari Intel! Emak-emak Ini Sendirian Obrak-Abrik Sarang Sabu 24 Jam, Polisi Baru Gerak Pas Viral?
  • Peringati Hari Asyura, Cucun Ahmad Syamsurijal Santuni 1.448 Anak Yatim dan Resmikan Rumah Layak Huni
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 25 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 18:01 WIB2 Mins Read
Dua bayi harimau Benggala lahir dari induk Jelita dan jangan Shah Rukh Khan di Bandung Zoo, Sabtu (12/7/2025). Foto Dok Bandung Zoo.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap penyebab kematian seekor anak Harimau Benggala bernama Hara di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Ia menyebut, kematian satwa tersebut diduga akibat infeksi virus yang diturunkan dari induknya.

Farhan menjelaskan, induk harimau tersebut merupakan carrier atau pembawa virus khas keluarga kucing besar. Kedua anaknya telah terinfeksi sejak lahir, namun hanya satu yang berhasil bertahan.

“Anak harimau. Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” kata Farhan, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga:  Farhan Tanggapi Intimidasi terhadap Wartawan: Kita Butuh Media, Jangan Alergi

Ia menegaskan, kematian Hara bukan disebabkan oleh faktor kelalaian perawatan. Menurutnya, kondisi ini murni karena infeksi virus bawaan dari induk.

“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya,” ujarnya.

Farhan juga menyebut anak harimau yang masih hidup yakni Huru telah dipisahkan dari induknya dan kini dalam penanganan intensif.

Ia mengidentifikasi virus tersebut sebagai Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga felin dan dapat menurunkan sel darah putih.

Baca Juga:  Harga Pangan Kota Bandung Alami Penurunan Jelang Nataru 2024

“Namanya panleukopenia, penyakit virus yang menyerang keluarga kucing besar seperti harimau dan kucing,” katanya.

Meski sempat kritis, kondisi anak harimau yang masih hidup dilaporkan mulai membaik.

Berdasarkan laporan tim dokter hewan, satwa tersebut telah melewati fase kritis 72 jam dan menunjukkan perkembangan positif.

“Kondisi terbaru membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif,” kata Farhan.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara intensif oleh tim dokter, termasuk pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus. Asupan makan juga mulai diberikan secara bertahap dengan bantuan keeper.

Baca Juga:  Masa Depan Kebun Binatang Bandung Masih Misteri, Pemerintah Pastikan Kajian Matang

Farhan memastikan pengawasan terhadap satwa di kebun binatang dilakukan secara penuh. Ia juga menyebut kasus ini menjadi perhatian bersama lintas pemerintah agar tidak terulang.

“100 persen standby, semua informasi terpantau, tidak ada yang ditelantarkan,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berencana meninjau langsung ke lokasi dalam waktu dekat.

“Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak harimau mati Bandung Zoo Hara Harimau Benggala satwa kebun binatang virus Panleukopenia harimau Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lebih Sangar dari Intel! Emak-emak Ini Sendirian Obrak-Abrik Sarang Sabu 24 Jam, Polisi Baru Gerak Pas Viral?

Peringati Hari Asyura, Cucun Ahmad Syamsurijal Santuni 1.448 Anak Yatim dan Resmikan Rumah Layak Huni

Ilustrasi gempa

Gempa Dahsyat Magnitudo 7,5 Guncang Venezuela, Puluhan Tewas dan Ratusan Terluka

Dedi Mulyadi Alihkan Sayembara Rp250 Juta untuk Korban YTR, Diserahkan saat Hari Bhayangkara

Masa Lalu Taufik Hidayat Terungkap, Ayah Sebut Anak Temperamental Sejak Kecil

Kisruh SPMB 2026, Ombudsman Semprot Disdik Jabar: Sosialisasi Minim Banget!

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.