Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Wisata Subang

Bosan Lembang? Ini 10 Wisata Subang Terbaru 2026 yang Lagi Hits & Murah!

Sabtu, 9 Mei 2026 21:10 WIB

7 Spot ‘Hidden Gems’ Edukasi di Bandung yang Bikin Anak Cerdas Tanpa Bosan

Sabtu, 9 Mei 2026 20:32 WIB

Gaji Cuma Rp200 Ribu, Nenek Buruh Tani Ini Jadi Tamu Kehormatan Kerajaan Arab Saudi! Kok Bisa?

Sabtu, 9 Mei 2026 18:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan Lembang? Ini 10 Wisata Subang Terbaru 2026 yang Lagi Hits & Murah!
  • 7 Spot ‘Hidden Gems’ Edukasi di Bandung yang Bikin Anak Cerdas Tanpa Bosan
  • Gaji Cuma Rp200 Ribu, Nenek Buruh Tani Ini Jadi Tamu Kehormatan Kerajaan Arab Saudi! Kok Bisa?
  • Dulu Klub Amatir, Kini Adhyaksa FC Cetak Rekor Gila: Promosi Beruntun ke Super League dalam 2 Tahun!
  • Misi Jegal Hattrick Juara! Inilah 4 ‘Senjata Mematikan’ Persib yang Wajib Diwaspadai Persija
  • Rumor Transfer Persib: Dari Reuni Alberto Rodriguez hingga Manuver Incar Bek Eks Timnas Belanda!
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Isinya Bikin Tercengang!
  • Duel Gengsi di Samarinda: Mampukah Persija Runtuhkan Dominasi Persib?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 9 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 18:01 WIB2 Mins Read
Dua bayi harimau Benggala lahir dari induk Jelita dan jangan Shah Rukh Khan di Bandung Zoo, Sabtu (12/7/2025). Foto Dok Bandung Zoo.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap penyebab kematian seekor anak Harimau Benggala bernama Hara di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Ia menyebut, kematian satwa tersebut diduga akibat infeksi virus yang diturunkan dari induknya.

Farhan menjelaskan, induk harimau tersebut merupakan carrier atau pembawa virus khas keluarga kucing besar. Kedua anaknya telah terinfeksi sejak lahir, namun hanya satu yang berhasil bertahan.

“Anak harimau. Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” kata Farhan, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga:  Jungkir Balik Kehidupan Ridwan Kamil: Dari Arsitek Visioner, Skandal hingga Digugat Cerai

Ia menegaskan, kematian Hara bukan disebabkan oleh faktor kelalaian perawatan. Menurutnya, kondisi ini murni karena infeksi virus bawaan dari induk.

“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya,” ujarnya.

Farhan juga menyebut anak harimau yang masih hidup yakni Huru telah dipisahkan dari induknya dan kini dalam penanganan intensif.

Ia mengidentifikasi virus tersebut sebagai Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga felin dan dapat menurunkan sel darah putih.

Baca Juga:  Farhan-Erwin Sah Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Periode 2025-2030

“Namanya panleukopenia, penyakit virus yang menyerang keluarga kucing besar seperti harimau dan kucing,” katanya.

Meski sempat kritis, kondisi anak harimau yang masih hidup dilaporkan mulai membaik.

Berdasarkan laporan tim dokter hewan, satwa tersebut telah melewati fase kritis 72 jam dan menunjukkan perkembangan positif.

“Kondisi terbaru membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif,” kata Farhan.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara intensif oleh tim dokter, termasuk pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus. Asupan makan juga mulai diberikan secara bertahap dengan bantuan keeper.

Baca Juga:  Masa Depan Kebun Binatang Bandung Masih Misteri, Pemerintah Pastikan Kajian Matang

Farhan memastikan pengawasan terhadap satwa di kebun binatang dilakukan secara penuh. Ia juga menyebut kasus ini menjadi perhatian bersama lintas pemerintah agar tidak terulang.

“100 persen standby, semua informasi terpantau, tidak ada yang ditelantarkan,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berencana meninjau langsung ke lokasi dalam waktu dekat.

“Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak harimau mati Bandung Zoo Hara Harimau Benggala satwa kebun binatang virus Panleukopenia harimau Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi Persipura vs Adhyaksa FC: 52 Kendaraan Rusak dan Hilang Akibat Ricuh Suporter

Indonesia Bangsa Tertua? Penemuan Candi Adan-Adan Buktikan Ucapan Cak Nun Soal Kejayaan Nusantara

Ngaku Kebal Hukum karena Anak Perwira, Perempuan yang Viral Gelar ‘Lomba Rasis’ Kini Kena Batunya!

Kemacetan

Bandung Padat Acara! Nobar Persija vs Persib hingga Konser Besar Akhir Pekan Ini

Rafael Situmorang Tegaskan PIP Gratis, Warga Diminta Laporkan Jika Ada Pungutan

Rafael Situmorang Ingatkan Dana PIP Harus Dipakai untuk Sekolah, Bukan Kepentingan Lain

Terpopuler
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.