Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral di Medsos, Benarkah Asli?

Kamis, 30 April 2026 13:40 WIB

Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027

Kamis, 30 April 2026 11:57 WIB

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kamis, 30 April 2026 10:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral di Medsos, Benarkah Asli?
  • Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027
  • Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?
  • Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Pensiunan dan Karyawan PT Pos Demo di Bandung, Tuntut THR Tak Dibayar 5 Tahun

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 16:51 WIB2 Mins Read
Ribuan Pensiunan dan Karyawan PT Pos Demo di Bandung. (Foto: Facebook/junaidising)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan karyawan aktif dan pensiunan PT Pos Indonesia menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan kantor pusat perusahaan di Jalan Cilaki, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Selasa (20/5/2025). Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap manajemen yang dinilai mengabaikan pembayaran sejumlah hak yang telah lama tertunda.

Massa aksi berdatangan dari berbagai daerah menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan komando yang dilengkapi pengeras suara. Mereka memusatkan aksi di depan gerbang utama, setelah petugas kepolisian tidak mengizinkan mereka masuk ke halaman kantor dengan membawa atribut demonstrasi.

Koordinator aksi, Heri Purwadi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai menyakiti para purna bakti dan karyawan aktif.

“Tuntutan kami minta kembalikan hak kami, ini sangat menyakitkan. Bahkan ada teman kita menangis dan ada seorang janda datang ke kantor tidak punya ongkos, menangis,” ujarnya.

Baca Juga:  5 Spot Cheesecake Terbaik di Bandung yang Wajib Kamu Coba

Heri menyebutkan bahwa hak-hak yang belum dibayarkan antara lain Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), uang jasa produksi, dan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang mereka sebut “uang ketupat”.

“Uang jasa produksi besarannya satu bulan gaji, kalau uang ketupat Rp750 ribu. Itu tidak diberikan selama lima tahun. Ini bukti dzolimnya luar biasa, kami mohon semua pihak mendesak ganti direksi yang dzolim terhadap kami,” tegasnya.

Baca Juga:  Viral! Ratusan Anggota Ormas Terlibat Kericuhan di Bandung

Ia juga menyoroti alasan manajemen yang menyatakan efisiensi sebagai alasan utama tidak dibayarkannya hak-hak tersebut. Menurut Heri, alasan tersebut tidak dapat diterima karena para karyawan telah mengabdi puluhan tahun demi membesarkan perusahaan.

“PT Pos dibesarkan oleh kami yang mengabdi 30 tahun dengan harapan ada kesejahteraan. Tapi apa yang terjadi ketika kami pensiun, kami disakiti,” katanya.

Lebih jauh, Heri mengungkapkan bahwa mereka sempat berdialog dengan pihak manajemen. Dalam pertemuan itu, manajemen menyatakan kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan sehat dan bahkan mencetak laba.

Baca Juga:  Waspada Macet! Tiga Acara Besar Siap Padati Kota Bandung Hari Ini

“Tapi kenyataannya uang tidak ada, itu harus saya sampaikan karena banyak teman-teman minta bonus dibayarkan. Itu ada aturannya, ketika perusahaan untung jasa produksi harus dibayarkan,” jelas Heri.

Para demonstran menuntut agar seluruh hak yang belum diberikan segera dibayarkan paling lambat 1 Juni 2025. Jika tidak, mereka berjanji akan melanjutkan aksi dengan cara yang lebih tegas.

“Hari ini kita sepakat teman-teman akan tidur di sini (jika tuntutan tidak dikabulkan). Kami tidak akan pulang karena ada peserta aksi dari Jawa Tengah, Palembang, Padang, dan Kalimantan. Perkirakan ada 1.400 orang,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung demo karyawan pensiunan PT Pos Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.