Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Selasa, 16 Juni 2026 20:57 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Selasa, 16 Juni 2026 20:52 WIB
Persib Bandung

Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027

Selasa, 16 Juni 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Pensiunan dan Karyawan PT Pos Demo di Bandung, Tuntut THR Tak Dibayar 5 Tahun

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 16:51 WIB2 Mins Read
Ribuan Pensiunan dan Karyawan PT Pos Demo di Bandung. (Foto: Facebook/junaidising)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan karyawan aktif dan pensiunan PT Pos Indonesia menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan kantor pusat perusahaan di Jalan Cilaki, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Selasa (20/5/2025). Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap manajemen yang dinilai mengabaikan pembayaran sejumlah hak yang telah lama tertunda.

Massa aksi berdatangan dari berbagai daerah menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan komando yang dilengkapi pengeras suara. Mereka memusatkan aksi di depan gerbang utama, setelah petugas kepolisian tidak mengizinkan mereka masuk ke halaman kantor dengan membawa atribut demonstrasi.

Koordinator aksi, Heri Purwadi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai menyakiti para purna bakti dan karyawan aktif.

“Tuntutan kami minta kembalikan hak kami, ini sangat menyakitkan. Bahkan ada teman kita menangis dan ada seorang janda datang ke kantor tidak punya ongkos, menangis,” ujarnya.

Baca Juga:  Proyek Ducting Dinilai Lamban, Pj Walkot Bandung Ultimatum PT BII

Heri menyebutkan bahwa hak-hak yang belum dibayarkan antara lain Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), uang jasa produksi, dan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang mereka sebut “uang ketupat”.

“Uang jasa produksi besarannya satu bulan gaji, kalau uang ketupat Rp750 ribu. Itu tidak diberikan selama lima tahun. Ini bukti dzolimnya luar biasa, kami mohon semua pihak mendesak ganti direksi yang dzolim terhadap kami,” tegasnya.

Baca Juga:  Sedjenak Mie dan Kopi: Tempat Hangat untuk Nikmati Makanan Lezat di Musim Hujan Bandung

Ia juga menyoroti alasan manajemen yang menyatakan efisiensi sebagai alasan utama tidak dibayarkannya hak-hak tersebut. Menurut Heri, alasan tersebut tidak dapat diterima karena para karyawan telah mengabdi puluhan tahun demi membesarkan perusahaan.

“PT Pos dibesarkan oleh kami yang mengabdi 30 tahun dengan harapan ada kesejahteraan. Tapi apa yang terjadi ketika kami pensiun, kami disakiti,” katanya.

Lebih jauh, Heri mengungkapkan bahwa mereka sempat berdialog dengan pihak manajemen. Dalam pertemuan itu, manajemen menyatakan kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan sehat dan bahkan mencetak laba.

Baca Juga:  Tak Lekang oleh Waktu, Lontong Kari Kebon Karet Bandung Masih Setia dengan Rasa Otentik

“Tapi kenyataannya uang tidak ada, itu harus saya sampaikan karena banyak teman-teman minta bonus dibayarkan. Itu ada aturannya, ketika perusahaan untung jasa produksi harus dibayarkan,” jelas Heri.

Para demonstran menuntut agar seluruh hak yang belum diberikan segera dibayarkan paling lambat 1 Juni 2025. Jika tidak, mereka berjanji akan melanjutkan aksi dengan cara yang lebih tegas.

“Hari ini kita sepakat teman-teman akan tidur di sini (jika tuntutan tidak dikabulkan). Kami tidak akan pulang karena ada peserta aksi dari Jawa Tengah, Palembang, Padang, dan Kalimantan. Perkirakan ada 1.400 orang,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung demo karyawan pensiunan PT Pos Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Video Cut Salwa di Hotel Full Durasi Viral, Warganet Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.