Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain

Senin, 28 September 2026 08:23 WIB

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!

Senin, 28 September 2026 07:18 WIB

Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam

Senin, 28 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Pensiunan dan Karyawan PT Pos Demo di Bandung, Tuntut THR Tak Dibayar 5 Tahun

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 16:51 WIB2 Mins Read
Ribuan Pensiunan dan Karyawan PT Pos Demo di Bandung. (Foto: Facebook/junaidising)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan karyawan aktif dan pensiunan PT Pos Indonesia menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan kantor pusat perusahaan di Jalan Cilaki, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Selasa (20/5/2025). Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap manajemen yang dinilai mengabaikan pembayaran sejumlah hak yang telah lama tertunda.

Massa aksi berdatangan dari berbagai daerah menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan komando yang dilengkapi pengeras suara. Mereka memusatkan aksi di depan gerbang utama, setelah petugas kepolisian tidak mengizinkan mereka masuk ke halaman kantor dengan membawa atribut demonstrasi.

Koordinator aksi, Heri Purwadi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai menyakiti para purna bakti dan karyawan aktif.

“Tuntutan kami minta kembalikan hak kami, ini sangat menyakitkan. Bahkan ada teman kita menangis dan ada seorang janda datang ke kantor tidak punya ongkos, menangis,” ujarnya.

Baca Juga:  Prediksi Susunan Pemain Zhejiang FC vs Persib Bandung

Heri menyebutkan bahwa hak-hak yang belum dibayarkan antara lain Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), uang jasa produksi, dan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang mereka sebut “uang ketupat”.

“Uang jasa produksi besarannya satu bulan gaji, kalau uang ketupat Rp750 ribu. Itu tidak diberikan selama lima tahun. Ini bukti dzolimnya luar biasa, kami mohon semua pihak mendesak ganti direksi yang dzolim terhadap kami,” tegasnya.

Baca Juga:  Unbeaten Persib Nyaris 'Dinodai' Bali United

Ia juga menyoroti alasan manajemen yang menyatakan efisiensi sebagai alasan utama tidak dibayarkannya hak-hak tersebut. Menurut Heri, alasan tersebut tidak dapat diterima karena para karyawan telah mengabdi puluhan tahun demi membesarkan perusahaan.

“PT Pos dibesarkan oleh kami yang mengabdi 30 tahun dengan harapan ada kesejahteraan. Tapi apa yang terjadi ketika kami pensiun, kami disakiti,” katanya.

Lebih jauh, Heri mengungkapkan bahwa mereka sempat berdialog dengan pihak manajemen. Dalam pertemuan itu, manajemen menyatakan kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan sehat dan bahkan mencetak laba.

Baca Juga:  Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Parit Bandung

“Tapi kenyataannya uang tidak ada, itu harus saya sampaikan karena banyak teman-teman minta bonus dibayarkan. Itu ada aturannya, ketika perusahaan untung jasa produksi harus dibayarkan,” jelas Heri.

Para demonstran menuntut agar seluruh hak yang belum diberikan segera dibayarkan paling lambat 1 Juni 2025. Jika tidak, mereka berjanji akan melanjutkan aksi dengan cara yang lebih tegas.

“Hari ini kita sepakat teman-teman akan tidur di sini (jika tuntutan tidak dikabulkan). Kami tidak akan pulang karena ada peserta aksi dari Jawa Tengah, Palembang, Padang, dan Kalimantan. Perkirakan ada 1.400 orang,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung demo
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.