bukamata.id – Tepat hari ini, Jumat (20/2/2026), kepemimpinan Dadang Supriatna (Kang DS) dan Ali Syakieb genap berusia satu tahun. Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka setahun silam, pasangan yang diusung koalisi besar ini harus menavigasi “kapal” Kabupaten Bandung di tengah badai fiskal yang tidak main-main.
Pemerintah Pusat melakukan pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hingga hampir Rp1 triliun. Namun, di balik angka yang menyusut itu, rapor pembangunan setahun pertama justru menunjukkan tren positif.
Rapor Hijau di Tengah Defisit
Meski anggaran dari pusat terjun bebas dari Rp3,6 triliun menjadi Rp2,6 triliun, indikator makro Kabupaten Bandung justru membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kini nangkring di angka 76,4 poin. Tak hanya itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 6,40 persen menjadi 6,04 persen, dengan ambisi besar menyentuh 5,48 persen pada 2027 mendatang.
Di sektor lapangan kerja, duet Bedas ini justru melampaui ekspektasi. Dari target 10 ribu tenaga kerja baru, mereka berhasil menyerap 11.867 orang.
“Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, alhamdulillah kami dapat menciptakan lapangan kerja baru melebihi target selama 1 tahun ini. Dari target 10 ribu penciptaan tenaga kerja baru per tahun, kami berhasil menyerap 11.867 orang. Ini luar biasa karena melebihi target,” ujar Bupati Dadang Supriatna dalam Rakor Bulanan di Rumah Dinas Bupati, Jumat (20/2/2026).
Jalan Mulus & Infrastruktur Masa Depan
Urusan “jalan butut” juga menjadi perhatian serius. Hingga saat ini, 85,74 persen atau sepanjang 1.125,53 kilometer jalan di Kabupaten Bandung sudah dalam kondisi mantap. Kang DS bahkan sudah menyiapkan “peluru” anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk tiga tahun ke depan.
“Insya Allah sekitar 14 persennya lagi, jalan-jalan yang kondisinya masih rusak akan kita selesaikan dalam 3 tahun,” ungkap Kang DS optimis.
Selain jalan, proyek mercusuar Bandung Bedas Convention Center di Tegalluar kini memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP) terpadu yang terkoneksi langsung dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh.
Efisiensi Ketat Demi Janji Politik
Bagaimana cara Kang DS dan Ali Syakieb menutupi lubang Rp1 triliun? Jawabannya adalah efisiensi ekstrem pada belanja non-prioritas. Perjalanan dinas dan rapat-rapat yang dianggap tidak mendesak “disunat” habis demi menyelamatkan program rakyat.
“Kami melakukan efisiensi pada program yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat, seperti pengurangan perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak mendesak. Anggaran tersebut dialihkan untuk membiayai belanja visi-misi dan program yang dirasakan langsung masyarakat,” tegas Kang DS.
Ia menekankan bahwa janji politik seperti insentif 17 ribu guru ngaji, beasiswa BESTI, hingga perbaikan rutilahu (yang sudah mencapai 32.851 unit dalam 4,5 tahun terakhir) adalah harga mati.
“Saya dan Kang Ali Syakieb ini dipilih oleh rakyat. Artinya komitmen dan janji politik kami dengan rakyat harus dilaksanakan,” tambah Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung tersebut.
Selaras dengan Program Pusat
Menariknya, kepemimpinan setahun ini juga menunjukkan sinergi kuat dengan program Presiden Prabowo Subianto. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sukses dijalankan di Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah berbagai program yang kami jalankan, lebih dari 40 persen selaras dengan program yang dijalankan Presiden Prabowo dan Pemprov Jabar. Semoga apa yang telah kami berikan untuk masyarakat selama setahun ini bermanfaat dan berkah,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










