Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan

Selasa, 19 Mei 2026 21:33 WIB

Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!

Selasa, 19 Mei 2026 21:21 WIB
peltih persib, bojan hodak

Menuju Tangga Juara, Manajemen Persib Akhirnya Buka-bukaan Soal Masa Depan Bojan Hodak

Selasa, 19 Mei 2026 20:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan
  • Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!
  • Menuju Tangga Juara, Manajemen Persib Akhirnya Buka-bukaan Soal Masa Depan Bojan Hodak
  • Ambisi Juara Ternoda, Persib Bandung Terpaksa ‘Bakar Uang’ Rp5 Miliar Akibat Sanksi
  • Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam
  • Heboh! Transfer Mengejutkan Striker Brasil Ini Jadi Incaran Persib
  • Geger Medsos! Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris’ Bikin Penasaran Sekaligus Waspada
  • Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sejarah dan Warisan Konferensi Asia Afrika bagi Dunia

By SusanaSelasa, 29 April 2025 13:00 WIB2 Mins Read
Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar pada 18–24 April 1955. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejarah dunia mencatat momen penting yang lahir di jantung Kota Bandung, ketika puluhan negara dari dua benua, Asia dan Afrika, berkumpul dalam satu panggung besar untuk menyuarakan kemerdekaan, solidaritas, dan perdamaian.

Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar pada 18–24 April 1955 menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan membuka jalan kerja sama antara negara-negara berkembang.

Awal Mula Konferensi Asia Afrika

KAA diselenggarakan atas prakarsa lima negara: Indonesia, India, Pakistan, Burma (sekarang Myanmar), dan Sri Lanka. Tujuan utamanya adalah membangun solidaritas antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang kala itu masih berjuang untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan.

Bertempat di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, konferensi ini dihadiri oleh 29 negara peserta dengan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Jawaharlal Nehru, Gamal Abdel Nasser, dan Zhou Enlai.

Baca Juga:  Sushi Mania Go, Surga Sushi Halal dan Terjangkau di Bandung

Konferensi ini menghasilkan Dasasila Bandung, sepuluh prinsip dasar yang menjadi pedoman hubungan antarbangsa, seperti penghormatan terhadap kedaulatan, non-intervensi, dan penyelesaian konflik secara damai.

Dampak KAA bagi Dunia

Konferensi Asia Afrika bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Ia menjadi inspirasi bagi berdirinya Gerakan Non-Blok dan memperkuat posisi negara-negara Dunia Ketiga dalam tatanan geopolitik global.

KAA menunjukkan bahwa negara-negara baru merdeka memiliki suara dan kekuatan dalam percaturan dunia, tanpa harus menjadi bagian dari blok Barat atau Timur yang bersaing saat itu.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, Pemkot Bandung Antisipasi Pengamen dan Pengemis Musiman

Gedung Merdeka kini menjadi Museum Konferensi Asia Afrika, sebuah tempat bersejarah yang perlu dijaga dan dirawat sebagai simbol penting dalam sejarah dunia serta menjadi pusat edukasi bagi generasi muda.

Menghidupkan Nilai-Nilai Dasasila Bandung

Nilai-nilai yang terkandung dalam Dasasila Bandung, seperti perdamaian, anti-kolonialisme, dan kerja sama antarnegara, harus terus diinternalisasi dalam kebijakan luar negeri Indonesia serta dalam pendidikan generasi muda. Semangat KAA harus menjadi bagian dari DNA bangsa ini.

Menggelar Kegiatan Rutin dan Reflektif

Peringatan tahunan Konferensi Asia Afrika bukan hanya seremoni. Harus ada seminar, diskusi publik, dan pertukaran budaya yang dapat menghidupkan kembali semangat solidaritas lintas bangsa dan menegaskan kembali komitmen untuk perdamaian dunia.

Baca Juga:  Usai Libur Lebaran, Warga Bandung Kini Berburu Emas di Pegadaian Galeri 24

Meningkatkan Diplomasi Kultural

Bandung, sebagai kota lahirnya KAA, berpotensi menjadi pusat diplomasi budaya dengan memperkuat kerja sama dengan negara-negara Asia dan Afrika melalui festival budaya, pameran, dan pariwisata sejarah. Ini adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai KAA kepada dunia global.

Warisan Dunia yang Tak Tergantikan

Konferensi Asia Afrika adalah warisan besar yang bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga dunia. Mengenangnya bukan sekadar melihat ke masa lalu, tetapi juga menjadikannya inspirasi untuk membangun masa depan dunia yang lebih adil, damai, dan setara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KAA Konferensi Asia-Afrika Kota Bandung sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan

Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!

Geger Medsos! Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris’ Bikin Penasaran Sekaligus Waspada

Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Durasi 6 Menit Viral! Benarkah Skandal Nyata atau Sekadar Konten Berbayar?

Jangan Asal Klik! Video Viral Guru Bahasa Inggris Diduga Jadi Umpan Link Berbahaya

Bikin Penasaran! Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.