Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ujian Berat Igor Tolic: Jadwal Horor Persib Bandung Diapit Ambisi Asia dan Rivalitas Panas Super League

Jumat, 21 Agustus 2026 14:20 WIB

Dulu Songng, Sekarang Melempem! Drama Permintaan Maaf Sales SPV ke Aa Juju yang Gagal Total

Jumat, 21 Agustus 2026 13:59 WIB

Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan

Jumat, 21 Agustus 2026 12:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ujian Berat Igor Tolic: Jadwal Horor Persib Bandung Diapit Ambisi Asia dan Rivalitas Panas Super League
  • Dulu Songng, Sekarang Melempem! Drama Permintaan Maaf Sales SPV ke Aa Juju yang Gagal Total
  • Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan
  • Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya
  • Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
  • Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sejarah dan Warisan Konferensi Asia Afrika bagi Dunia

By SusanaSelasa, 29 April 2025 13:00 WIB2 Mins Read
Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar pada 18–24 April 1955. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejarah dunia mencatat momen penting yang lahir di jantung Kota Bandung, ketika puluhan negara dari dua benua, Asia dan Afrika, berkumpul dalam satu panggung besar untuk menyuarakan kemerdekaan, solidaritas, dan perdamaian.

Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar pada 18–24 April 1955 menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan membuka jalan kerja sama antara negara-negara berkembang.

Awal Mula Konferensi Asia Afrika

KAA diselenggarakan atas prakarsa lima negara: Indonesia, India, Pakistan, Burma (sekarang Myanmar), dan Sri Lanka. Tujuan utamanya adalah membangun solidaritas antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang kala itu masih berjuang untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan.

Bertempat di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, konferensi ini dihadiri oleh 29 negara peserta dengan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Jawaharlal Nehru, Gamal Abdel Nasser, dan Zhou Enlai.

Konferensi ini menghasilkan Dasasila Bandung, sepuluh prinsip dasar yang menjadi pedoman hubungan antarbangsa, seperti penghormatan terhadap kedaulatan, non-intervensi, dan penyelesaian konflik secara damai.

Dampak KAA bagi Dunia

Konferensi Asia Afrika bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Ia menjadi inspirasi bagi berdirinya Gerakan Non-Blok dan memperkuat posisi negara-negara Dunia Ketiga dalam tatanan geopolitik global.

KAA menunjukkan bahwa negara-negara baru merdeka memiliki suara dan kekuatan dalam percaturan dunia, tanpa harus menjadi bagian dari blok Barat atau Timur yang bersaing saat itu.

Gedung Merdeka kini menjadi Museum Konferensi Asia Afrika, sebuah tempat bersejarah yang perlu dijaga dan dirawat sebagai simbol penting dalam sejarah dunia serta menjadi pusat edukasi bagi generasi muda.

Menghidupkan Nilai-Nilai Dasasila Bandung

Nilai-nilai yang terkandung dalam Dasasila Bandung, seperti perdamaian, anti-kolonialisme, dan kerja sama antarnegara, harus terus diinternalisasi dalam kebijakan luar negeri Indonesia serta dalam pendidikan generasi muda. Semangat KAA harus menjadi bagian dari DNA bangsa ini.

Menggelar Kegiatan Rutin dan Reflektif

Peringatan tahunan Konferensi Asia Afrika bukan hanya seremoni. Harus ada seminar, diskusi publik, dan pertukaran budaya yang dapat menghidupkan kembali semangat solidaritas lintas bangsa dan menegaskan kembali komitmen untuk perdamaian dunia.

Meningkatkan Diplomasi Kultural

Bandung, sebagai kota lahirnya KAA, berpotensi menjadi pusat diplomasi budaya dengan memperkuat kerja sama dengan negara-negara Asia dan Afrika melalui festival budaya, pameran, dan pariwisata sejarah. Ini adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai KAA kepada dunia global.

Warisan Dunia yang Tak Tergantikan

Konferensi Asia Afrika adalah warisan besar yang bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga dunia. Mengenangnya bukan sekadar melihat ke masa lalu, tetapi juga menjadikannya inspirasi untuk membangun masa depan dunia yang lebih adil, damai, dan setara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KAA Konferensi Asia-Afrika Kota Bandung sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dulu Songng, Sekarang Melempem! Drama Permintaan Maaf Sales SPV ke Aa Juju yang Gagal Total

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya

Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos

Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Saldo DANA Gratis 21 Agustus 2026: Dapatkan Link DANA Kaget dan Bonus Saldo Langsung Cair

Garena Free Fire

Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.