bukamata.id – Kota Bandung saat ini terasa lebih hening. Suara khas musik dukungan yang biasa mengiringi perjalanan seorang pria nyentrik di jalanan Kota Kembang kini tak lagi terdengar.
Sosok itu adalah Rukandi, yang lebih dikenal publik sebagai “Jenderal Rukandi”, seorang Bobotoh ikonik yang telah menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (11/4/2026).
Kabar duka ini turut dikonfirmasi oleh Deputy CEO PT Persib Bandung, Adhitia Putra Herawan, yang menyampaikan bahwa pihak klub langsung bergerak menyiapkan proses penghormatan terakhir bagi almarhum.
“Benar (meninggal dunia), kita baru dapat kabar jam 12 siang tadi. Dari Persib juga saat ini sedang menyiapkan pemakamannya,” ujarnya.
Sosok di Balik Seragam Keamanan Persib Bandung
Bagi Bobotoh dan masyarakat Bandung, Jenderal Rukandi bukan sekadar staf keamanan di Graha Persib. Ia adalah simbol loyalitas tanpa batas terhadap klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Dengan kepribadian ceria dan senyum yang tak pernah lepas, ia dikenal sebagai sosok yang selalu menghadirkan energi positif di lingkungan klub. Kehadirannya menjadi warna tersendiri di tengah aktivitas harian di Graha Persib.
Gaya Nyentrik “Jenderal” yang Jadi Ikon Jalanan Bandung
Julukan “Jenderal” melekat kuat karena penampilannya yang unik. Rukandi kerap berkeliling Kota Bandung menggunakan sepeda motor yang dihiasi atribut Persib, lengkap dengan bendera dan pengeras suara yang memutar lagu-lagu kebanggaan klub.
Aksi tersebut menjadikannya mudah dikenali di jalanan. Banyak warga dan Bobotoh yang menyapa atau sekadar merekam momen saat ia melintas dengan penuh semangat.
Bagi dirinya, dukungan kepada Persib Bandung bukan sekadar hobi, tetapi ekspresi cinta yang ingin dibagikan kepada siapa pun yang ditemui.
Sosok Bobotoh Sejati yang Melekat di Hati
Di mata komunitas suporter, Jenderal Rukandi adalah representasi Bobotoh sejati. Ia selalu hadir dalam berbagai momen penting klub, baik di sekitar stadion maupun saat konvoi kemenangan.
Motor beratribut Persib yang ia kendarai kerap menjadi pemandangan khas, terutama saat atmosfer pertandingan sedang memanas di Kota Bandung.
Tidak sedikit Bobotoh yang menganggapnya sebagai “penyemangat jalanan” yang selalu hadir membawa energi positif bagi klub kesayangan mereka.
Duka Mendalam dari Manajemen Persib Bandung
Manajer Persib, Umuh Muchtar, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum. Ia mengenang Rukandi sebagai sosok sederhana yang tidak pernah merepotkan orang lain selama hidupnya.
“Beliau tidak pernah bikin repot dan tidak pernah menyusahkan orang. Dia benar-benar Bobotoh sejati,” ungkap Umuh.
Ia juga menegaskan bahwa almarhum tidak pernah meminta bantuan pribadi selama mengenalnya, dan selalu menjalani perannya dengan penuh ketulusan.
Hening Cipta di Stadion GBLA
Sebagai bentuk penghormatan, momen mengheningkan cipta digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebelum laga Persib Bandung melawan Bali United pada Minggu (12/4/2026).
Seluruh stadion larut dalam suasana duka selama satu menit hening, disertai tayangan video kenangan almarhum di layar besar stadion. Panitia juga mengenakan pita hitam sebagai simbol kehilangan.
Momen tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir dari keluarga besar Persib kepada sosok yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan klub.
Kepergian yang Tinggalkan Jejak Emosional
Kepergian Jenderal Rukandi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Bobotoh. Media sosial dibanjiri ucapan belasungkawa, mengenang sosok yang selalu hadir membawa semangat di jalanan Bandung.
Meski kini ia telah tiada, semangat dan cara uniknya dalam mencintai Persib akan tetap hidup dalam ingatan para suporter.
Bagi banyak orang, suara musik dari motor nyentriknya mungkin sudah tak terdengar lagi. Namun kisahnya akan terus menjadi bagian dari sejarah emosional Persib Bandung dan para pendukungnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







