bukamata.id – Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Adi Hidayat membagikan doa mempercepat melunasi utang menumpuk sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, dalam Islam utang wajib dibayar, jika yang berutang meninggal dunia maka ahli waris yang wajib membayar utang tersebut.
Lanjut, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Nabi Muhammad membagikan satu doa kepada sahabatnya, Mu’adz bin Jabal mengenai permintaan untuk mengentaskan kesulitan termasuk melunasi utang meski sebesar Gunung Uhud maka Allah akan melapangkannya.
“Itu ilustrasi walau sebanyak apapun jika benar-benar kita terkoneksi dengan Allah, bukankah Allah Maha Kaya, Maha Segalanya, mudah mengangkat, mudah menurunkan, mudah memberi, mudah pula menghilangkan sesuatu, dan seterusnya,” jelas UAH, dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (6/9/2024).
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Mu’adz bin Jabal adalah diambil dari potongan ayat dalam Alquran yakni Surat Ali ‘Imran Ayat 26.
Qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi’ul-mulka mim man tasyā`u wa tu’izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā`, biyadikal-khaīr, innaka ‘alā kulli syai`ing qadīr.
Artinya: Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
“Jadi membacanya diawali dengan Allahumma hingga ke ujung ayatnya, lalu ditambah dengan ayat lainnya,” kata UAH.
Tambahan ayat pada doa tersebut dinukil dari HR Tabrani, Al-Mu’jam Ash-Shogir no 558 berbunyi:
Rahmanad Dunya wal Akhirah Warahimahuma Anta Tarhamuni Farhamni Rahmatan Tughnini Biha Rahmati Man Siwak.
Artinya: “Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu.”
Ustadz Adi Hidayat menegaskan makna dari doa tersebut, yakni kita mengharapkan Allah memberi yang baik, dan yang buruk-buruk dicegah, minta dilapangkan dari segi harta atau kecukupan untuk dihindarkan atau dilepaskan dari utang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










