Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Ramadan Heboh! Netizen Berebut Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor

Senin, 16 Maret 2026 17:29 WIB

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Senin, 16 Maret 2026 17:01 WIB
Persib

Persib di Jalur Juara! Bojan Ingatkan Ancaman Borneo FC dan Persija

Senin, 16 Maret 2026 16:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramadan Heboh! Netizen Berebut Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor
  • Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026
  • Persib di Jalur Juara! Bojan Ingatkan Ancaman Borneo FC dan Persija
  • Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung
  • Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih
  • Kejutan Besar! Raline Shah Jadi Milea di Film Dilan ITB 1997, Adu Peran dengan Ariel NOAH
  • Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setelah Menuai Polemik, Program Barak Militer Pelajar Jabar Bakal Disetop?

By Aga GustianaSabtu, 28 Juni 2025 10:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pengiriman siswa bermasalah ke barak militer yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM)—dikabarkan akan segera disetop setelah gelombang kedua rampung. Kebijakan yang sempat menyita perhatian publik ini kini tengah dievaluasi oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar).

Informasi penghentian program tersebut mengemuka usai DPRD Jawa Barat mengadakan pembahasan bersama Disdik. Fokus saat ini beralih pada penyusunan kurikulum muatan lokal (mulok) baru sebagai alternatif pendidikan karakter di tingkat SMA dan SMK sederajat.

“Disdik Jabar sekarang lagi mengkaji kurikulum muatan lokal (mulok) pendidikan karakter Panca Waluya mau dimasukkan ke mulok di setiap sekolah,” ujar anggota DPRD Jabar, Hasbullah Rahmat, saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/6/2025).

Namun, kata Hasbullah, jika sekolah ingin tetap memberikan pelatihan karakter, mereka bisa mengundang dari TNI. Nantinya, para prajurit melatih siswa cara baris-berbaris hingga kedisiplinan. Serta melibatkan Polri untuk edukasi hukum.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Dinilai Tak Serius Atasi Pengangguran

“Jadi anak-anak akan tahu kalau misalnya dia lakukan melanggar hukum, itu hukumannya berapa lama. Terus, kalau terjerat atau bersinggungan dengan barang haram, apa hukuman dan konsekuensinya. Jadi anak-anak paham betul jika bersinggungan dengan masalah hukum,” beber Hasbullah.

Sementara itu, redaksi berusaha mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Disdik Jabar, Purwanto. Namun hingga berita ini dimuat belum ada respons dari bersangkutan.

Baca Juga:  Pandji Sebut Dedi Mulyadi Artis YouTube, Ini Jawaban Menohok Sang Gubernur

Program yang Menuai Kontroversi

Sejak diluncurkan pada 1 Mei 2025, program barak militer ini telah mengirimkan total 360 siswa dari berbagai daerah seperti Bogor, Depok, dan Cianjur. Peserta merupakan siswa dengan perilaku menyimpang, seperti terlibat tawuran, merokok, mengonsumsi alkohol, hingga menggunakan knalpot brong.

Namun tak sedikit yang mengkritik program ini. Banyak kalangan menilai bahwa pendekatan militeristik tidak menyentuh akar masalah perilaku pelajar dan dianggap sulit untuk diterapkan secara berkelanjutan karena faktor anggaran yang tinggi.

Kebijakan ini kembali mendapat sorotan usai gelombang kedua diberangkatkan pada 8 Juni lalu, dengan jumlah peserta sebanyak 88 siswa.

Baca Juga:  Suarakan 11 Tuntutan, Aliansi Penambang Jabar Desak Dedi Mulyadi Percepat Jalan Khusus Tambang

Wacana Perluasan ke Siswa Berprestasi

Menariknya, Gubernur Dedi Mulyadi sempat menyatakan bahwa program ini tak hanya ditujukan bagi pelajar bermasalah. Ke depan, ia berencana mengikutsertakan siswa berprestasi agar mereka juga dapat merasakan pendidikan karakter yang sama.

Langkah ini disebut sebagai bentuk pemerataan pembentukan karakter, terlepas dari latar belakang perilaku siswa.

Meski demikian, dengan bergesernya fokus ke penguatan kurikulum Panca Waluya, masa depan program barak militer ini pun tampaknya tinggal menghitung hari. Disdik Jabar kini disorot publik untuk memastikan pendekatan baru dalam pendidikan karakter benar-benar efektif dan inklusif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi Disdik Jabar jawa barat Kurikulum Sekolah Pelajar Jabar Pendidikan pendidikan karakter
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas

Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.