Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kejutan di Tengah Persiapan Persib! Oh In-kyun Muncul, FC Seoul Langsung Dibongkar

Rabu, 16 September 2026 16:04 WIB

82 Bangunan Berdiri di Area Pemakaman Pandu, Pemkot Bandung Mulai Siapkan Penertiban

Rabu, 16 September 2026 15:54 WIB

Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!

Rabu, 16 September 2026 15:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kejutan di Tengah Persiapan Persib! Oh In-kyun Muncul, FC Seoul Langsung Dibongkar
  • 82 Bangunan Berdiri di Area Pemakaman Pandu, Pemkot Bandung Mulai Siapkan Penertiban
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Korban Ledakan Gas Mandalajati Meninggal, Walikota: Kami Sangat Berduka
  • Babi Hutan Nyasar ke Puskesmas di Cianjur, Bikin Warga dan Pasien Panik
  • Lahan Kebakaran Cihanja Bandung Disegel, Farhan Curigai Ada Transaksi Sampah dari Luar Kota
  • 10 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Tasikmalaya, Cocok untuk Liburan Singkat Bersama Keluarga
  • Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setelah Menuai Polemik, Program Barak Militer Pelajar Jabar Bakal Disetop?

By Aga GustianaSabtu, 28 Juni 2025 10:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pengiriman siswa bermasalah ke barak militer yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM)—dikabarkan akan segera disetop setelah gelombang kedua rampung. Kebijakan yang sempat menyita perhatian publik ini kini tengah dievaluasi oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar).

Informasi penghentian program tersebut mengemuka usai DPRD Jawa Barat mengadakan pembahasan bersama Disdik. Fokus saat ini beralih pada penyusunan kurikulum muatan lokal (mulok) baru sebagai alternatif pendidikan karakter di tingkat SMA dan SMK sederajat.

“Disdik Jabar sekarang lagi mengkaji kurikulum muatan lokal (mulok) pendidikan karakter Panca Waluya mau dimasukkan ke mulok di setiap sekolah,” ujar anggota DPRD Jabar, Hasbullah Rahmat, saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/6/2025).

Namun, kata Hasbullah, jika sekolah ingin tetap memberikan pelatihan karakter, mereka bisa mengundang dari TNI. Nantinya, para prajurit melatih siswa cara baris-berbaris hingga kedisiplinan. Serta melibatkan Polri untuk edukasi hukum.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sentil Teras Cihampelas, Farhan Siap Lepas Warisan Ridwan Kamil

“Jadi anak-anak akan tahu kalau misalnya dia lakukan melanggar hukum, itu hukumannya berapa lama. Terus, kalau terjerat atau bersinggungan dengan barang haram, apa hukuman dan konsekuensinya. Jadi anak-anak paham betul jika bersinggungan dengan masalah hukum,” beber Hasbullah.

Sementara itu, redaksi berusaha mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Disdik Jabar, Purwanto. Namun hingga berita ini dimuat belum ada respons dari bersangkutan.

Baca Juga:  Bey Machmudin: Implementasi Semangat Kepahlawanan Runtuhkan Kultur Kemiskinan

Program yang Menuai Kontroversi

Sejak diluncurkan pada 1 Mei 2025, program barak militer ini telah mengirimkan total 360 siswa dari berbagai daerah seperti Bogor, Depok, dan Cianjur. Peserta merupakan siswa dengan perilaku menyimpang, seperti terlibat tawuran, merokok, mengonsumsi alkohol, hingga menggunakan knalpot brong.

Namun tak sedikit yang mengkritik program ini. Banyak kalangan menilai bahwa pendekatan militeristik tidak menyentuh akar masalah perilaku pelajar dan dianggap sulit untuk diterapkan secara berkelanjutan karena faktor anggaran yang tinggi.

Kebijakan ini kembali mendapat sorotan usai gelombang kedua diberangkatkan pada 8 Juni lalu, dengan jumlah peserta sebanyak 88 siswa.

Baca Juga:  Program Kontroversial Barak Militer Dirumorkan Berhenti, Ini Calon Penggantinya di Jabar

Wacana Perluasan ke Siswa Berprestasi

Menariknya, Gubernur Dedi Mulyadi sempat menyatakan bahwa program ini tak hanya ditujukan bagi pelajar bermasalah. Ke depan, ia berencana mengikutsertakan siswa berprestasi agar mereka juga dapat merasakan pendidikan karakter yang sama.

Langkah ini disebut sebagai bentuk pemerataan pembentukan karakter, terlepas dari latar belakang perilaku siswa.

Meski demikian, dengan bergesernya fokus ke penguatan kurikulum Panca Waluya, masa depan program barak militer ini pun tampaknya tinggal menghitung hari. Disdik Jabar kini disorot publik untuk memastikan pendekatan baru dalam pendidikan karakter benar-benar efektif dan inklusif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi Disdik Jabar jawa barat Pendidikan pendidikan karakter
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

82 Bangunan Berdiri di Area Pemakaman Pandu, Pemkot Bandung Mulai Siapkan Penertiban

Korban Ledakan Gas Mandalajati Meninggal, Walikota: Kami Sangat Berduka

Babi Hutan Nyasar ke Puskesmas di Cianjur, Bikin Warga dan Pasien Panik

Lahan Kebakaran Cihanja Bandung Disegel, Farhan Curigai Ada Transaksi Sampah dari Luar Kota

Aksi Jual Beli Data Pribadi Terbongkar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Korban

Dinkes Bandung Temukan Kotoran dan Kecoa di SPPG Mandalajati, Sanitasi Dinilai Belum Lengkap

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.