Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung

Sabtu, 1 Agustus 2026 15:20 WIB

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 14:40 WIB

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Sabtu, 1 Agustus 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung
  • Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup
  • Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok
  • Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setelah Menuai Polemik, Program Barak Militer Pelajar Jabar Bakal Disetop?

By Aga GustianaSabtu, 28 Juni 2025 10:15 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pengiriman siswa bermasalah ke barak militer yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM)—dikabarkan akan segera disetop setelah gelombang kedua rampung. Kebijakan yang sempat menyita perhatian publik ini kini tengah dievaluasi oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar).

Informasi penghentian program tersebut mengemuka usai DPRD Jawa Barat mengadakan pembahasan bersama Disdik. Fokus saat ini beralih pada penyusunan kurikulum muatan lokal (mulok) baru sebagai alternatif pendidikan karakter di tingkat SMA dan SMK sederajat.

“Disdik Jabar sekarang lagi mengkaji kurikulum muatan lokal (mulok) pendidikan karakter Panca Waluya mau dimasukkan ke mulok di setiap sekolah,” ujar anggota DPRD Jabar, Hasbullah Rahmat, saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/6/2025).

Namun, kata Hasbullah, jika sekolah ingin tetap memberikan pelatihan karakter, mereka bisa mengundang dari TNI. Nantinya, para prajurit melatih siswa cara baris-berbaris hingga kedisiplinan. Serta melibatkan Polri untuk edukasi hukum.

“Jadi anak-anak akan tahu kalau misalnya dia lakukan melanggar hukum, itu hukumannya berapa lama. Terus, kalau terjerat atau bersinggungan dengan barang haram, apa hukuman dan konsekuensinya. Jadi anak-anak paham betul jika bersinggungan dengan masalah hukum,” beber Hasbullah.

Sementara itu, redaksi berusaha mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Disdik Jabar, Purwanto. Namun hingga berita ini dimuat belum ada respons dari bersangkutan.

Program yang Menuai Kontroversi

Sejak diluncurkan pada 1 Mei 2025, program barak militer ini telah mengirimkan total 360 siswa dari berbagai daerah seperti Bogor, Depok, dan Cianjur. Peserta merupakan siswa dengan perilaku menyimpang, seperti terlibat tawuran, merokok, mengonsumsi alkohol, hingga menggunakan knalpot brong.

Namun tak sedikit yang mengkritik program ini. Banyak kalangan menilai bahwa pendekatan militeristik tidak menyentuh akar masalah perilaku pelajar dan dianggap sulit untuk diterapkan secara berkelanjutan karena faktor anggaran yang tinggi.

Kebijakan ini kembali mendapat sorotan usai gelombang kedua diberangkatkan pada 8 Juni lalu, dengan jumlah peserta sebanyak 88 siswa.

Wacana Perluasan ke Siswa Berprestasi

Menariknya, Gubernur Dedi Mulyadi sempat menyatakan bahwa program ini tak hanya ditujukan bagi pelajar bermasalah. Ke depan, ia berencana mengikutsertakan siswa berprestasi agar mereka juga dapat merasakan pendidikan karakter yang sama.

Langkah ini disebut sebagai bentuk pemerataan pembentukan karakter, terlepas dari latar belakang perilaku siswa.

Meski demikian, dengan bergesernya fokus ke penguatan kurikulum Panca Waluya, masa depan program barak militer ini pun tampaknya tinggal menghitung hari. Disdik Jabar kini disorot publik untuk memastikan pendekatan baru dalam pendidikan karakter benar-benar efektif dan inklusif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi Disdik Jabar jawa barat Kurikulum Sekolah Pelajar Jabar Pendidikan pendidikan karakter
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.