Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

Rabu, 18 Maret 2026 14:00 WIB

Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!

Rabu, 18 Maret 2026 13:00 WIB
Liverpool

Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?

Rabu, 18 Maret 2026 12:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
  • Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?
  • PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Panduan Lengkap Libur Lebaran 2026: Jadwal Cuti Bersama dan Aturan WFA bagi Pekerja
  • Update Harga Emas Hari Ini 18 Maret 2026: Cek Selisih Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian
  • Tinggalkan Persib, Frans Putros Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setiap Hari Ratusan Penumpang dari India Tiba di Bali, Ancaman Virus Nipah Diawasi

By Aga GustianaJumat, 30 Januari 2026 16:42 WIB3 Mins Read
Ilustrasi virus Flu. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar meningkatkan langkah antisipasi terhadap potensi masuknya Virus Nipah ke Bali, terutama melalui jalur penerbangan dari India. Penguatan pengawasan dilakukan setelah otoritas setempat mengonfirmasi adanya kasus di negara tersebut.

Arus penumpang dari India menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terbilang tinggi. Dalam satu hari, jumlah kedatangan rata-rata mencapai 500 hingga 600 orang. Sepanjang Januari 2026 saja, tercatat sebanyak 19.635 penumpang melakukan perjalanan keluar-masuk rute Bali–India menggunakan maskapai Air India dan IndiGo.

“Terutama karena virus ini terjadi di India kita fokus ke India, tetapi semua penerbangan tetap diantisipasi ya,” kata Kepala BBKK Denpasar Heri Saputra dilansir dari Antara.

Meski perhatian utama tertuju pada penerbangan dari India, BBKK Denpasar menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya terbatas pada satu rute. Mobilitas masyarakat Asia yang tinggi membuat potensi penyebaran penyakit lebih sulit dipetakan.

Baca Juga:  Ini Manfaat Konsumsi Air Kelapa saat Sahur dan Berbuka Puasa

“Secara kewaspadaan tetap semua penerbangan karena bisa jadi orang India ke Singapura atau ke Malaysia, dari Malaysia ke sini. Namun, karena yang saat ini terjangkit India, kami fokus penerbangan India,” ujar Heri Saputra.

Sebagai langkah pencegahan awal, petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh seluruh penumpang internasional menggunakan thermal scanner yang terpasang di area kedatangan. Saat ini tersedia tiga alat pemindai suhu, masing-masing dua di terminal internasional dan satu di terminal domestik.

“Gejala awal biasanya demam tinggi, berkisar 37,5 derajat atau 38 derajat,” ucapnya.

Baca Juga:  Jadwal Padat Cristiano Ronaldo di Indonesia: Bertemu Sri Mulyani, Kunjungi NTT, hingga Bali

Apabila ditemukan penumpang dengan suhu tinggi atau menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada infeksi Virus Nipah, petugas akan langsung melakukan pemeriksaan lanjutan di area terpisah. Riwayat perjalanan akan ditelusuri, sementara sampel kesehatan akan diambil untuk diuji di laboratorium rujukan di Surabaya, terlebih jika muncul keluhan tambahan seperti sesak napas atau nyeri otot.

“Misalnya ada gejala kritis akan kami rujuk ke RS Prof Ngoerah. Kami akan periksa apakah dia benar-benar positif Virus Nipah atau karena sakit biasa,” imbuhnya.

Menurut Heri, kesiapan fasilitas kesehatan di Bali menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi potensi kasus. Rumah sakit pemerintah telah dilengkapi ruang isolasi untuk penanganan pasien yang perlu dikarantina. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila merasakan gejala mencurigakan.

Baca Juga:  Kolaborasi dengan Pusat Oleh-Oleh Bali, UMKM Jabar Siap Tembus Pasar Internasional

Virus Nipah sendiri tergolong berbahaya karena dapat memicu radang otak, dengan tingkat kematian dilaporkan mencapai 45 hingga 75 persen.

Selain pengawasan di pintu masuk, BBKK Denpasar juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari. Warga diminta menghindari konsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar serta memastikan buah dicuci dan dikupas sebelum dimakan.

Bagi pelaku perjalanan, terutama yang baru kembali dari India atau wilayah terdampak, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sangat dianjurkan.

“Paling penting segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit Nipah pasca-kepulangan dari India,” tuturnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bali Bandara Ngurah Rai BBKK Denpasar kesehatan penerbangan internasional penumpang India virus nipah wabah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Prediksi Puncak Mudik H-1 Lebaran, Jalur Selatan Bisa Tembus 85 Ribu Kendaraan!

Bangun Sahur Tepat! Ini Jadwal Imsak Bandung Rabu 18 Maret 2026

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.