bukamata.id – Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Irak dalam laga kedua Grup B putaran keempat Kualifikasi Zona Asia memicu gelombang kekecewaan besar di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
Kekalahan tersebut tidak hanya memupus harapan Garuda tampil di ajang paling bergengsi dunia, tetapi juga memunculkan tagar #KluivertOut yang menjadi trending topic di media sosial X (Twitter).
Warganet ramai menyerukan kerinduan terhadap sosok Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang dianggap sukses membangkitkan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Pelatih saat ini, Patrick Kluivert, kini berada di bawah tekanan besar setelah gagal membawa hasil positif melawan Irak dan Arab Saudi.
Meski begitu, PSSI belum mengambil keputusan final terkait masa depannya. Isu pemecatan Kluivert dikabarkan akan dibahas dalam rapat Exco dalam waktu dekat.
Era Keemasan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Shin Tae-yong mulai menukangi Timnas Indonesia pada Desember 2019 hingga kontraknya berakhir pada Januari 2025. Selama masa kepemimpinannya, Shin membawa perubahan besar bagi sepak bola nasional.
Di bawah arahannya, peringkat FIFA Indonesia naik dari posisi 173 ke 127 dunia, dan skuad Garuda berhasil tampil di Piala Asia dua edisi berturut-turut.
Ia juga sukses meloloskan tiga kelompok usia ke ajang Piala Asia, serta membawa Indonesia ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya.
Shin dikenal dengan gaya kepelatihan disiplin dan strategi yang matang. Dalam fase kualifikasi, Indonesia meraih enam poin dari enam laga, hasil dari satu kemenangan, tiga seri, dan dua kekalahan, hasil yang menunjukkan progres signifikan di bawah kepemimpinannya.
Isu Kembalinya Shin Tae-yong ke Indonesia
Kabar Shin Tae-yong kembali ke Timnas Indonesia kembali mencuat setelah dirinya resmi berpisah dengan klub Ulsan HD di Korea Selatan.
Dalam wawancara dengan KBS, Shin menjelaskan bahwa kepergiannya dari Ulsan disebabkan oleh masalah komunikasi internal, bukan karena performa buruk. Ia juga menepis tudingan bahwa taktiknya sudah ketinggalan zaman.
“Bagaimana mungkin tim berperingkat 127 dunia bisa menahan imbang Australia atau mengalahkan Arab Saudi? Strategi saya masih relevan,” tegas Shin Tae-yong.
Namun, Shin membantah rumor bahwa ia akan segera kembali ke kursi pelatih Timnas Indonesia.
“Rumor tentang penunjukan kembali ke Indonesia sepenuhnya tidak benar,” ujarnya.
Syarat Shin Tae-yong Jika Kembali ke Timnas
Meski membantah kabar comeback, Shin sempat menyebut bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan kembali ke Indonesia, asalkan diberi wewenang penuh dalam keputusan profesional.
Syarat yang dimaksud meliputi:
- Kebebasan memilih pemain,
- Penentuan jadwal latihan dan strategi,
- Alokasi dana, serta
- Pemilihan tim asisten pelatih.
Menurutnya, tanpa kebebasan tersebut, sulit bagi pelatih untuk membangun sistem sepak bola nasional yang berkelanjutan.
Banyak pengamat menilai permintaan Shin sangat wajar, mengingat kontribusinya yang nyata dalam meningkatkan performa Garuda di pentas internasional.
Statistik yang Buktikan Reputasi Shin Tae-yong
Selama memimpin Indonesia di 14 laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong mencatat rasio kemenangan 42,9%, dengan enam kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.
Garuda juga berhasil mencetak 26 gol dan hanya kebobolan 17 gol, statistik yang jauh lebih baik dibanding era Patrick Kluivert.
Pendekatan Shin yang pragmatis namun solid membuat publik Indonesia semakin rindu melihatnya kembali di pinggir lapangan memimpin skuad Merah Putih.
Kini, setelah berstatus tanpa klub, peluang PSSI untuk memanggil kembali Shin Tae-yong masih terbuka, tergantung keberanian federasi menanggapi desakan publik yang kian deras.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











