Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat

Senin, 6 April 2026 09:00 WIB

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Tipis? Cek Detailnya!

Senin, 6 April 2026 08:52 WIB

Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak

Senin, 6 April 2026 08:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat
  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Tipis? Cek Detailnya!
  • Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak
  • Geger Penemuan Jasad Pria Membusuk di Kamar Kos Sindangkasih Purwakarta
  • Banjir Hadiah Skin Permanen! Klaim Kode Redeem FF 6 April 2026 Spesial Kemenangan Shadow Esports di FFNS
  • Update Super League 2025/2026: Borneo FC Terus Tempel Persib, Persija Tumbang
  • Heboh! Video Its Anggi 2 Menit 47 Detik Viral, Bagian Sensor Bikin Penasaran
  • Bikin Betah! 4 Tempat Nongkrong Estetik di Bandung dengan Spot Foto Keren
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak

By Aga GustianaSenin, 6 April 2026 08:26 WIB4 Mins Read
Bos Koi Hartono Soekwanto menggandeng Wabup Bandung dan figur publik dalam aksi kemanusiaan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah potret kepedulian sosial yang hangat tersaji di kawasan Babakan Cikeruh. Hartono Soekwanto, pengusaha yang akrab disapa Bos Koi, menunjukkan aksi nyata dengan menggandeng Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, serta figur publik Irfan Hakim dan Oghel Zulvianto. Mereka bersatu dalam misi kemanusiaan untuk membedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Saparudin (56).

Sebelum tersentuh bantuan, hunian Saparudin jauh dari kata nyaman. Dinding bambunya sudah rapuh dimakan usia, sementara atapnya tak lagi mampu menahan derasnya air hujan.

Keajaiban Media Sosial dan Kekuatan Kolaborasi

Gerakan ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi jembatan kebaikan. Ali Syakieb mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi Saparudin awalnya mencuat di media sosial. Hal ini menjadi pengingat betapa krusialnya jalur komunikasi antara perangkat desa hingga pemerintah kabupaten agar tidak ada warga yang luput dari perhatian.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan kunjungan. Ada sumbangsih dari Kang Irfan dan Kang Hartono untuk membenahi rumah masyarakat. Dengan adanya media sosial, pemerintah bisa lebih cepat tahu apa yang terjadi di lapangan,” tutur Ali Syakieb di lokasi, Minggu (5/4/2026).

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bandung, Ali menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang solid dengan sektor swasta dan tokoh masyarakat.

“Dengan luas Kabupaten Bandung dengan pelosok-pelosokya kita ini harus bekerja sama untuk membantu kebutuha masyarakat kedepannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasca Bencana Banjir di Kabupaten Bandung, DPRD Jabar Dorong Langkah Konkrit Tangani Luapan Sungai

Ia pun menaruh harapan agar pola kolaborasi seperti ini terus berlanjut di titik-titik lainnya. “Dan saya berharap dengan dibantu Kang Irfan juga Kang Hartono kalau bisa entar ada di titik-titik lagi, nanti kita berkolaborasi lagi, dan yang jelas pemerintah juga akan ikut serta membangun Rutilahu kedepannya,” tambah Ali.

Inspirasi untuk Berbagi Kebahagiaan

Irfan Hakim yang turut hadir memberikan perspektif menarik. Menurutnya, aksi positif seperti ini perlu dipublikasikan secara luas agar menular dan menginspirasi orang lain untuk peduli terhadap sesama yang hidup di bawah standar kelayakan.

“Kebaikan ini harus dikabarkan seluas-luasnya supaya membuka mata bahwa masih banyak orang yang hidup di bawah standar. Pesan Pak Wabup tadi luar biasa, ‘tong pasea’ (jangan berantem). Biasanya kalau sudah ada harta, kenyamanan bisa jadi sumber pertikaian. Tapi insyaallah, warga Bandung mah balalager (baik-baik),” kata Irfan.

Bagi Hartono Soekwanto sendiri, keterlibatannya bukan sekadar soal materi, melainkan bentuk pengabdian spiritual.

“Membahagiakan orang kan bagian dari ibadah,” ungkap Hartono singkat namun bermakna.

Ia pun mengajak rekan-rekan pengusaha lainnya untuk lebih peduli terhadap ketepatan sasaran program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Kepada para pengusaha, hayu CSR-nya kita kerja sama supaya tepat sasaran. Membahagiakan orang itu kan bagian dari ibadah,” tegasnya.

Baca Juga:  Jangan Terpancing, Bupati Bandung Minta Masyarakat Tunggu Hasil Resmi KPU

Membangun Kemandirian Ekonomi

Renovasi rumah Saparudin diprediksi rampung dalam waktu 2 hingga 3 minggu ke depan. Namun, bantuan tidak berhenti pada perbaikan fisik bangunan saja. Hartono berencana membangun sebuah warung agar keluarga Saparudin memiliki modal usaha untuk bertahan hidup.

Oghel Zulvianto juga memberikan apresiasinya terhadap langkah kolektif ini. Ia menilai partisipasi aktif warga dan swasta akan mempercepat visi Kabupaten Bandung yang BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera).

“Aku senang banget disini bisa bareng-bareng bersama A Irfan, Pa Wagub juga Pa Hartono untuk bergabung disini, menurut aku bener tad kata Pa Wabup kolaborasi antara swasta dan pemerintah juga sangat penting, tidak hanya pemerintah saja tapi warga juga bisa terlibat dalam kebaikan ini,” ucap Oghel.

Berawal dari Empati di Lapangan

Inisiatif mulia ini dipicu oleh kepekaan Yudha, seorang tokoh pemuda Desa Cimekar sekaligus anggota Bikers Brotherhood 1%MC. Saat sedang menjalankan kegiatan sosial berbagi sembako, matanya tertuju pada rumah Saparudin yang memprihatinkan.

“Setelah saya melihat kondisi rumah seperti ini, saya merasa terpanggil. Kami langsung berkoordinasi dengan teman-teman,” kenang Yudha.

Baca Juga:  Cerita Apit dan Ombah Rasakan Manfaat Program Insentif Guru Ngaji dari Dadang Supriatna

Yudha merasa bersyukur karena niat tulus tersebut disambut baik oleh berbagai pihak. “Terima kasih kepada Bos Koi, A Irfan Hakim, dan Pak Wakil Bupati yang bisa hadir. Alhamdulillah, niat ini bisa terealisasi berkat seluruh donatur dan aparatur desa,” tuturnya.

Misi Berkelanjutan untuk Warga

Konsep pembangunan ini mengedepankan aspek keberlanjutan. Dengan memanfaatkan sedikit lahan yang ada, tim merancang hunian yang sekaligus bisa menjadi sumber pemasukan tetap.

“Insya Allah, karena ada sedikit lahan, nanti kita desainkan juga untuk warung. Ini tujuannya agar berkelanjutan, sehingga keluarga punya pemasukan tetap,” jelas perwakilan tim.

Yudha memastikan bahwa aksi ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar. Ia bertekad untuk terus menyisir wilayah Kabupaten Bandung guna menemukan rutilahu lainnya.

“Di dunia ini banyak orang baik. Kalau kita tidak menemukan orang baik, minimal saya satu-satunya yang menjadi orang baik. Program ini akan terus berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Suasana haru tak terelakkan saat Saparudin melihat rumahnya mulai digarap. Dengan penuh kerendahan hati, ia mendoakan para donatur yang telah mengubah nasib keluarganya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua, semoga sehat-sehat, panjang umur, dan lancar rezekinya, Pak,” ucap Saparudin dengan nada bergetar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ali Syakieb Bedah Rumah Bos Koi Hartono Soekwanto irfan hakim Kabupaten Bandung Rutilahu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat

Geger Penemuan Jasad Pria Membusuk di Kamar Kos Sindangkasih Purwakarta

Suaranya Bikin Merinding! Siswa Kelas SD Baca UUD 1945 Tanpa Teks, Pejabat Belum Tentu Bisa

Viral Lagi! Hendrik MBG Bikin Macet Bandung Gara-Gara Parkir Sembarangan

Bukan Sekadar Meme! Ini Sejarah Kopo Bandung yang Kini Jadi Sorotan Warganet

Tolak Beri Uang Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Misteri Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar, Identitas Pemeran Masih Gelap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.