Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, KPM Bisa Terima Rp600 Ribu? Cek Caranya

Kamis, 8 Oktober 2026 16:02 WIB

Update Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Terbang Tinggi Tempel Ketat Thailand dan Vietnam

Kamis, 8 Oktober 2026 16:01 WIB

Bukan Kompetisi Kaleng-kaleng, Igor Tolic Ungkap Beratnya Lawan Persib di Shopee Cup

Kamis, 8 Oktober 2026 15:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, KPM Bisa Terima Rp600 Ribu? Cek Caranya
  • Update Ranking FIFA Oktober 2026: Indonesia Terbang Tinggi Tempel Ketat Thailand dan Vietnam
  • Bukan Kompetisi Kaleng-kaleng, Igor Tolic Ungkap Beratnya Lawan Persib di Shopee Cup
  • Viral Unggahan Celana Dalam Berwarna Merah Putih, Warganet Indonesia Geram
  • Taisei Marukawa Ungkap Proses Naturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit
  • Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak

By Aga GustianaSenin, 6 April 2026 08:26 WIB4 Mins Read
Bos Koi Hartono Soekwanto menggandeng Wabup Bandung dan figur publik dalam aksi kemanusiaan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah potret kepedulian sosial yang hangat tersaji di kawasan Babakan Cikeruh. Hartono Soekwanto, pengusaha yang akrab disapa Bos Koi, menunjukkan aksi nyata dengan menggandeng Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, serta figur publik Irfan Hakim dan Oghel Zulvianto. Mereka bersatu dalam misi kemanusiaan untuk membedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Saparudin (56). Tak ketinggalan, anggota DPR RI, Ahmad Heryawan turut menyumbangkan sebagian hartanya dalam kegiatan penuh makna tersebut.

Sebelum tersentuh bantuan, hunian Saparudin jauh dari kata nyaman. Dinding bambunya sudah rapuh dimakan usia, sementara atapnya tak lagi mampu menahan derasnya air hujan.

Keajaiban Media Sosial dan Kekuatan Kolaborasi

Gerakan ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi jembatan kebaikan. Ali Syakieb mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi Saparudin awalnya mencuat di media sosial. Hal ini menjadi pengingat betapa krusialnya jalur komunikasi antara perangkat desa hingga pemerintah kabupaten agar tidak ada warga yang luput dari perhatian.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan kunjungan. Ada sumbangsih dari Kang Irfan dan Kang Hartono untuk membenahi rumah masyarakat. Dengan adanya media sosial, pemerintah bisa lebih cepat tahu apa yang terjadi di lapangan,” tutur Ali Syakieb di lokasi, Minggu (5/4/2026).

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bandung, Ali menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang solid dengan sektor swasta dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Hari Terakhir, Wargi Kabupaten Bandung Jangan Lewatkan Mini Job Fair Bedas Expo di Gedong Budaya Soreang

“Dengan luas Kabupaten Bandung dengan pelosok-pelosokya kita ini harus bekerja sama untuk membantu kebutuha masyarakat kedepannya,” ujarnya.

Ia pun menaruh harapan agar pola kolaborasi seperti ini terus berlanjut di titik-titik lainnya. “Dan saya berharap dengan dibantu Kang Irfan juga Kang Hartono kalau bisa entar ada di titik-titik lagi, nanti kita berkolaborasi lagi, dan yang jelas pemerintah juga akan ikut serta membangun Rutilahu kedepannya,” tambah Ali.

Inspirasi untuk Berbagi Kebahagiaan

Irfan Hakim yang turut hadir memberikan perspektif menarik. Menurutnya, aksi positif seperti ini perlu dipublikasikan secara luas agar menular dan menginspirasi orang lain untuk peduli terhadap sesama yang hidup di bawah standar kelayakan.

“Kebaikan ini harus dikabarkan seluas-luasnya supaya membuka mata bahwa masih banyak orang yang hidup di bawah standar. Pesan Pak Wabup tadi luar biasa, ‘tong pasea’ (jangan berantem). Biasanya kalau sudah ada harta, kenyamanan bisa jadi sumber pertikaian. Tapi insyaallah, warga Bandung mah balalager (baik-baik),” kata Irfan.

Bagi Hartono Soekwanto sendiri, keterlibatannya bukan sekadar soal materi, melainkan bentuk pengabdian spiritual.

“Membahagiakan orang kan bagian dari ibadah,” ungkap Hartono singkat namun bermakna.

Ia pun mengajak rekan-rekan pengusaha lainnya untuk lebih peduli terhadap ketepatan sasaran program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Kepada para pengusaha, hayu CSR-nya kita kerja sama supaya tepat sasaran. Membahagiakan orang itu kan bagian dari ibadah,” tegasnya.

Baca Juga:  Safari Ramadhan di Masjid Besar Ibun, Bupati Bandung Ingatkan Masyarakat Tunaikan Zakat

Membangun Kemandirian Ekonomi

Renovasi rumah Saparudin diprediksi rampung dalam waktu 2 hingga 3 minggu ke depan. Namun, bantuan tidak berhenti pada perbaikan fisik bangunan saja. Hartono berencana membangun sebuah warung agar keluarga Saparudin memiliki modal usaha untuk bertahan hidup.

Oghel Zulvianto juga memberikan apresiasinya terhadap langkah kolektif ini. Ia menilai partisipasi aktif warga dan swasta akan mempercepat visi Kabupaten Bandung yang BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera).

“Aku senang banget disini bisa bareng-bareng bersama A Irfan, Pa Wabub juga Pa Hartono untuk bergabung disini, menurut aku bener tad kata Pa Wabup kolaborasi antara swasta dan pemerintah juga sangat penting, tidak hanya pemerintah saja tapi warga juga bisa terlibat dalam kebaikan ini,” ucap Oghel.

Berawal dari Empati di Lapangan

Inisiatif mulia ini dipicu oleh kepekaan Yudha, seorang tokoh pemuda Desa Cimekar sekaligus anggota Bikers Brotherhood 1%MC. Saat sedang menjalankan kegiatan sosial berbagi sembako, matanya tertuju pada rumah Saparudin yang memprihatinkan.

“Setelah saya melihat kondisi rumah seperti ini, saya merasa terpanggil. Kami langsung berkoordinasi dengan teman-teman,” kenang Yudha.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 23 April 2025, Catat Lokasinya!

Yudha merasa bersyukur karena niat tulus tersebut disambut baik oleh berbagai pihak. “Terima kasih kepada Bos Koi, A Irfan Hakim, dan Pak Wakil Bupati yang bisa hadir. Alhamdulillah, niat ini bisa terealisasi berkat seluruh donatur dan aparatur desa,” tuturnya.

Misi Berkelanjutan untuk Warga

Konsep pembangunan ini mengedepankan aspek keberlanjutan. Dengan memanfaatkan sedikit lahan yang ada, tim merancang hunian yang sekaligus bisa menjadi sumber pemasukan tetap.

“Insya Allah, karena ada sedikit lahan, nanti kita desainkan juga untuk warung. Ini tujuannya agar berkelanjutan, sehingga keluarga punya pemasukan tetap,” jelas perwakilan tim.

Yudha memastikan bahwa aksi ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar. Ia bertekad untuk terus menyisir wilayah Kabupaten Bandung guna menemukan rutilahu lainnya.

“Di dunia ini banyak orang baik. Kalau kita tidak menemukan orang baik, minimal saya satu-satunya yang menjadi orang baik. Program ini akan terus berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Suasana haru tak terelakkan saat Saparudin melihat rumahnya mulai digarap. Dengan penuh kerendahan hati, ia mendoakan para donatur yang telah mengubah nasib keluarganya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua, semoga sehat-sehat, panjang umur, dan lancar rezekinya, Pak,” ucap Saparudin dengan nada bergetar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ali Syakieb Bos Koi Hartono Soekwanto irfan hakim Kabupaten Bandung Rutilahu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, KPM Bisa Terima Rp600 Ribu? Cek Caranya

Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan

Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit

Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029

Siswi SMAN 5 Cimahi Hilang Sejak Sabtu, Ibu Syok Uang di Rumah Ikut Raib

Gagal Curi Motor di Asrama Mahasiswa Bandung, Pelaku Diduga Tembakkan Airsoft Gun

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.