Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kebongkar Semua! Ini Alasan Logis Kenapa Peziarah Gunung Kawi Mendadak Kaya Raya

Rabu, 8 Juli 2026 10:04 WIB

Bansos Juli 2026 Cair! Simak Cara Cek Kategori Desil Agar Bantuan Tepat Sasaran

Rabu, 8 Juli 2026 09:49 WIB

Bukan Pengobatan Biasa, Ini Rahasia Kesehatan Holistik yang Bikin Bos Koi Hartono Soekwanto Terpukau

Rabu, 8 Juli 2026 09:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kebongkar Semua! Ini Alasan Logis Kenapa Peziarah Gunung Kawi Mendadak Kaya Raya
  • Bansos Juli 2026 Cair! Simak Cara Cek Kategori Desil Agar Bantuan Tepat Sasaran
  • Bukan Pengobatan Biasa, Ini Rahasia Kesehatan Holistik yang Bikin Bos Koi Hartono Soekwanto Terpukau
  • Argentina Lolos ke Perempatfinal Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Mesir dalam Laga Penuh Drama
  • Update Kode Redeem FF 8 Juli 2026: Klaim Hadiah Langsung ke Vault Anda!
  • Gantikan Andrew Jung, Striker Timnas Montenegro Ini Bawa Catatan Mengerikan ke Persib
  • Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair! Cek Nama Penerima Sekarang Pakai NIK KTP
  • Sedang Berlangsung! Cek Link Live Streaming Swiss vs Kolombia: Duel Sengit Kuda Hitam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 8 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak

By Aga GustianaSenin, 6 April 2026 08:26 WIB4 Mins Read
Bos Koi Hartono Soekwanto menggandeng Wabup Bandung dan figur publik dalam aksi kemanusiaan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah potret kepedulian sosial yang hangat tersaji di kawasan Babakan Cikeruh. Hartono Soekwanto, pengusaha yang akrab disapa Bos Koi, menunjukkan aksi nyata dengan menggandeng Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, serta figur publik Irfan Hakim dan Oghel Zulvianto. Mereka bersatu dalam misi kemanusiaan untuk membedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Saparudin (56). Tak ketinggalan, anggota DPR RI, Ahmad Heryawan turut menyumbangkan sebagian hartanya dalam kegiatan penuh makna tersebut.

Sebelum tersentuh bantuan, hunian Saparudin jauh dari kata nyaman. Dinding bambunya sudah rapuh dimakan usia, sementara atapnya tak lagi mampu menahan derasnya air hujan.

Keajaiban Media Sosial dan Kekuatan Kolaborasi

Gerakan ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi jembatan kebaikan. Ali Syakieb mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi Saparudin awalnya mencuat di media sosial. Hal ini menjadi pengingat betapa krusialnya jalur komunikasi antara perangkat desa hingga pemerintah kabupaten agar tidak ada warga yang luput dari perhatian.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan kunjungan. Ada sumbangsih dari Kang Irfan dan Kang Hartono untuk membenahi rumah masyarakat. Dengan adanya media sosial, pemerintah bisa lebih cepat tahu apa yang terjadi di lapangan,” tutur Ali Syakieb di lokasi, Minggu (5/4/2026).

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bandung, Ali menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang solid dengan sektor swasta dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Hari Jadi ke-384, Bupati Bandung Fokus Tingkatkan Kualitas SDM dan Pemerataan Infrastruktur

“Dengan luas Kabupaten Bandung dengan pelosok-pelosokya kita ini harus bekerja sama untuk membantu kebutuha masyarakat kedepannya,” ujarnya.

Ia pun menaruh harapan agar pola kolaborasi seperti ini terus berlanjut di titik-titik lainnya. “Dan saya berharap dengan dibantu Kang Irfan juga Kang Hartono kalau bisa entar ada di titik-titik lagi, nanti kita berkolaborasi lagi, dan yang jelas pemerintah juga akan ikut serta membangun Rutilahu kedepannya,” tambah Ali.

Inspirasi untuk Berbagi Kebahagiaan

Irfan Hakim yang turut hadir memberikan perspektif menarik. Menurutnya, aksi positif seperti ini perlu dipublikasikan secara luas agar menular dan menginspirasi orang lain untuk peduli terhadap sesama yang hidup di bawah standar kelayakan.

“Kebaikan ini harus dikabarkan seluas-luasnya supaya membuka mata bahwa masih banyak orang yang hidup di bawah standar. Pesan Pak Wabup tadi luar biasa, ‘tong pasea’ (jangan berantem). Biasanya kalau sudah ada harta, kenyamanan bisa jadi sumber pertikaian. Tapi insyaallah, warga Bandung mah balalager (baik-baik),” kata Irfan.

Bagi Hartono Soekwanto sendiri, keterlibatannya bukan sekadar soal materi, melainkan bentuk pengabdian spiritual.

“Membahagiakan orang kan bagian dari ibadah,” ungkap Hartono singkat namun bermakna.

Baca Juga:  Jadwal Buka Puasa Kabupaten Bandung Sabtu 1 Maret 2025

Ia pun mengajak rekan-rekan pengusaha lainnya untuk lebih peduli terhadap ketepatan sasaran program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Kepada para pengusaha, hayu CSR-nya kita kerja sama supaya tepat sasaran. Membahagiakan orang itu kan bagian dari ibadah,” tegasnya.

Membangun Kemandirian Ekonomi

Renovasi rumah Saparudin diprediksi rampung dalam waktu 2 hingga 3 minggu ke depan. Namun, bantuan tidak berhenti pada perbaikan fisik bangunan saja. Hartono berencana membangun sebuah warung agar keluarga Saparudin memiliki modal usaha untuk bertahan hidup.

Oghel Zulvianto juga memberikan apresiasinya terhadap langkah kolektif ini. Ia menilai partisipasi aktif warga dan swasta akan mempercepat visi Kabupaten Bandung yang BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera).

“Aku senang banget disini bisa bareng-bareng bersama A Irfan, Pa Wabub juga Pa Hartono untuk bergabung disini, menurut aku bener tad kata Pa Wabup kolaborasi antara swasta dan pemerintah juga sangat penting, tidak hanya pemerintah saja tapi warga juga bisa terlibat dalam kebaikan ini,” ucap Oghel.

Berawal dari Empati di Lapangan

Inisiatif mulia ini dipicu oleh kepekaan Yudha, seorang tokoh pemuda Desa Cimekar sekaligus anggota Bikers Brotherhood 1%MC. Saat sedang menjalankan kegiatan sosial berbagi sembako, matanya tertuju pada rumah Saparudin yang memprihatinkan.

“Setelah saya melihat kondisi rumah seperti ini, saya merasa terpanggil. Kami langsung berkoordinasi dengan teman-teman,” kenang Yudha.

Baca Juga:  Program Rembug Bedas, Kebijakan Bupati Bandung Serap Aspirasi Masyarakat

Yudha merasa bersyukur karena niat tulus tersebut disambut baik oleh berbagai pihak. “Terima kasih kepada Bos Koi, A Irfan Hakim, dan Pak Wakil Bupati yang bisa hadir. Alhamdulillah, niat ini bisa terealisasi berkat seluruh donatur dan aparatur desa,” tuturnya.

Misi Berkelanjutan untuk Warga

Konsep pembangunan ini mengedepankan aspek keberlanjutan. Dengan memanfaatkan sedikit lahan yang ada, tim merancang hunian yang sekaligus bisa menjadi sumber pemasukan tetap.

“Insya Allah, karena ada sedikit lahan, nanti kita desainkan juga untuk warung. Ini tujuannya agar berkelanjutan, sehingga keluarga punya pemasukan tetap,” jelas perwakilan tim.

Yudha memastikan bahwa aksi ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar. Ia bertekad untuk terus menyisir wilayah Kabupaten Bandung guna menemukan rutilahu lainnya.

“Di dunia ini banyak orang baik. Kalau kita tidak menemukan orang baik, minimal saya satu-satunya yang menjadi orang baik. Program ini akan terus berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Suasana haru tak terelakkan saat Saparudin melihat rumahnya mulai digarap. Dengan penuh kerendahan hati, ia mendoakan para donatur yang telah mengubah nasib keluarganya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua, semoga sehat-sehat, panjang umur, dan lancar rezekinya, Pak,” ucap Saparudin dengan nada bergetar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ali Syakieb Bedah Rumah Bos Koi Hartono Soekwanto irfan hakim Kabupaten Bandung Rutilahu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kebongkar Semua! Ini Alasan Logis Kenapa Peziarah Gunung Kawi Mendadak Kaya Raya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair! Cek Nama Penerima Sekarang Pakai NIK KTP

Heboh Mantan Istri Singgung ‘Santet dan Perempuan Agresif’, Sindir Bupati Gowa dan Basri Kajang?

Sengketa Lucky Square Mall Memanas: Klaim Kepemilikan Tanah hingga Kejanggalan Lelang

Manipulasi Absensi Pakai Fake GPS, Ratusan ASN Pemkab Cirebon Terancam Sanksi Disiplin

Dinamika Pimpinan Kota Bandung Disorot, Erwan Setiawan: Jangan Korbankan Rakyat Demi Ego!

Terpopuler
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    Bansos Juli 2026 Cair! PKH, BPNT, PIP hingga Beras 20 Kg Masuk Tahap 3
  • Bansos
    Ada yang Cair Rp600 Ribu Sekaligus, Ini Daftar 5 Bansos Pemerintah yang Cair Juli 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.