bukamata.id – Isu manipulasi dokumen pemain naturalisasi kembali mengguncang sepak bola Malaysia. Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) kini berada dalam sorotan tajam setelah media Argentina, Capital de Noticias (CDN), mengungkap data leluhur yang membantah klaim FAM terkait asal-usul pemain naturalisasi mereka, Imanol Machuca.
Skandal Naturalisasi dan Sanksi FIFA
Kasus ini bermula dari penyelidikan FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang diduga menggunakan dokumen palsu. Setelah melalui proses panjang, badan sepak bola dunia itu akhirnya menjatuhkan sanksi berat: FAM dikenai denda, sementara tujuh pemain terkait dilarang tampil dalam ajang internasional.
Meski FAM sempat mengajukan banding, FIFA menolak permintaan tersebut. Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa Malaysia telah melanggar regulasi terkait keaslian dokumen naturalisasi pemain.
Bukti Baru dari Argentina
Setelah sebelumnya membongkar dokumen leluhur pemain Facundo Garcés yang terbukti tidak memiliki garis keturunan Malaysia, Capital de Noticias kini mengungkap temuan serupa terkait Imanol Machuca.
Dalam laporan eksklusifnya, CDN menampilkan salinan resmi akta kelahiran nenek Machuca, yang disebut FAM sebagai warga asal Penang, Malaysia. Namun, catatan resmi justru menyebutkan bahwa sang nenek, Concepcion Agueda Alaniz, lahir di Roldán, Provinsi Santa Fe, Argentina, pada 23 Agustus 1954.
Lebih jauh, akta tersebut juga mencantumkan bahwa kedua orang tua Concepcion — Celestino Alaniz dan Nelida Agustina Ordonez — adalah warga negara Argentina, bukan Malaysia seperti yang diklaim dalam dokumen naturalisasi FAM.
“Di Roldán, Departemen San Lorenzo, Provinsi Santa Fe, pada tanggal 23 Agustus 1954, pukul 10.00 pagi, Tuan Celestino Alaniz, 22 tahun, warga Argentina dan bekerja sebagai buruh harian, melaporkan kelahiran anak perempuannya, Concepcion Agueda,” demikian tertulis dalam dokumen resmi yang diperoleh CDN.
Kredibilitas FAM Semakin Dipertanyakan
Kebocoran dokumen asli tersebut memperkuat bukti bahwa sejumlah pemain naturalisasi Malaysia tidak memenuhi syarat legal sesuai regulasi FIFA. Fakta ini juga mempertegas alasan FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada FAM, yang dinilai lalai dan tidak transparan dalam proses verifikasi kewarganegaraan pemain.
Meski demikian, FAM masih berupaya membela diri. Federasi itu dikabarkan tengah menyiapkan langkah hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) di Swiss.
Namun, pakar hukum olahraga menilai peluang FAM untuk memenangkan banding cukup kecil, mengingat bukti yang telah dirilis oleh otoritas resmi dan media investigasi Argentina tergolong kuat dan terverifikasi.
Gelombang Kritik dari Publik dan Pengamat
Kasus ini memicu reaksi keras di kalangan penggemar sepak bola Malaysia. Banyak pihak menilai FAM terlalu terburu-buru dalam program naturalisasi tanpa melalui proses verifikasi yang mendalam.
Beberapa pengamat menilai, skandal ini bukan hanya mencoreng reputasi FAM di mata dunia, tetapi juga berpotensi menghambat program pengembangan sepak bola nasional jangka panjang.
“Malaysia seharusnya belajar dari kasus ini. Naturalisasi memang strategi cepat, tapi tanpa kejujuran dan validasi yang kuat, semua hanya jadi bumerang,” ujar salah satu analis olahraga Asia Tenggara.
Dampak terhadap Timnas Malaysia
Dengan larangan bermain bagi tujuh pemain naturalisasi tersebut, Timnas Malaysia diprediksi akan mengalami penurunan kekuatan dalam ajang internasional mendatang. Sejumlah pertandingan kualifikasi yang telah dijadwalkan kemungkinan akan mengalami revisi strategi besar-besaran oleh pelatih kepala.
Penutup
Skandal naturalisasi ini kini menjadi salah satu kasus paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Malaysia. Fakta-fakta yang terungkap dari Argentina semakin mempertegas pentingnya transparansi dan integritas dalam setiap proses perekrutan pemain lintas negara.
FAM kini berada di persimpangan antara memperbaiki sistem dari akar atau kehilangan kepercayaan publik sepenuhnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








