Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cari Link Video Karyawan HWI 6 Menit? Awas Data Pribadimu yang Malah Dicuri

Senin, 9 November 2026 03:00 WIB
Jadwal pendaftaran CPNS

CPNS 2026 Dibuka November, Empat Formasi Ini Jadi Fokus Utama

Senin, 9 November 2026 01:00 WIB

Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu

Minggu, 8 November 2026 23:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cari Link Video Karyawan HWI 6 Menit? Awas Data Pribadimu yang Malah Dicuri
  • CPNS 2026 Dibuka November, Empat Formasi Ini Jadi Fokus Utama
  • Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu
  • Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang
  • Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?
  • Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United
  • Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung
  • Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 9 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Gabriel Palermo Diputus Kontrak Klub Spanyol Usai Sanksi FIFA Terkait Kasus Naturalisasi Malaysia

By Aga GustianaSenin, 10 November 2025 07:18 WIB4 Mins Read
Pemain Timnas Malaysia
Pemain Timnas Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Karier pemain naturalisasi Malaysia, Gabriel Palermo, tengah menghadapi masa sulit. Pemain muda yang sebelumnya memperkuat Unionistas de Salamanca itu resmi diputus kontraknya oleh klub peminjam maupun klub induknya, CD Tenerife, setelah namanya terseret dalam sanksi FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi.

Palermo termasuk satu dari tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia yang dijatuhi sanksi oleh FIFA. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinilai telah melakukan pelanggaran serius dalam proses administrasi naturalisasi pemain asing.

Kasus Naturalisasi Malaysia Berujung Sanksi FIFA

FIFA menjatuhkan sanksi keras kepada FAM setelah menemukan dugaan pemalsuan dokumen kelahiran yang digunakan untuk mempercepat proses naturalisasi pemain. Pelanggaran ini dianggap melanggar integritas regulasi internasional yang berlaku.

FIFA Menilai FAM Lakukan Pemalsuan Dokumen Kelahiran

Dalam temuan resmi, FIFA menyebut bahwa beberapa dokumen yang digunakan FAM tidak sesuai dengan catatan resmi negara asal pemain. Hal inilah yang membuat FIFA akhirnya turun tangan dan melakukan investigasi lebih dalam.

Dugaan Pemalsuan Dokumen Lahir untuk Naturalisasi

Menurut laporan, sejumlah pemain yang dinaturalisasi mengajukan dokumen kelahiran baru dengan data yang dianggap tidak valid. Praktik ini digunakan untuk mempercepat proses pengesahan kewarganegaraan mereka.

Baca Juga:  FAM Kirim Akta Kelahiran ke FIFA dalam Banding Kasus 7 Pemain Naturalisasi

Pemeriksaan Data oleh FIFA dan Bukti Administratif

FIFA melakukan pemeriksaan silang terhadap data kependudukan, catatan sipil, dan dokumen resmi dari negara asal pemain. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian yang signifikan antara data asli dan dokumen yang diserahkan ke FAM.

FAM Dikenai Denda dan Pemain Dilarang Bermain Selama 12 Bulan

FIFA kemudian menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM. Selain itu, tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dikenai larangan bermain selama 12 bulan.

FAM sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun Komite Banding FIFA menolak pengajuan tersebut. Dengan demikian, sanksi kepada FAM dan para pemain tetap berlaku tanpa perubahan.

Gabriel Palermo Jadi Korban Efek Domino Sanksi FIFA

Gabriel Palermo menjadi salah satu pemain yang paling terdampak oleh sanksi ini. Pemain berusia 23 tahun itu bukan hanya kehilangan kesempatan tampil di level internasional, tetapi juga kehilangan kontrak profesional di Eropa.

Larangan Bermain 12 Bulan Berdampak ke Klub

Larangan bermain yang dijatuhkan FIFA membuat klub peminjamnya, Unionistas de Salamanca, tak bisa memanfaatkan jasa Palermo hingga sanksinya berakhir. Situasi itu membuat klub memilih mengakhiri kerja sama lebih awal.

Baca Juga:  FIFA Office Jakarta Resmi Jadi Penghubung FIFA untuk Asia Tenggara

Unionistas de Salamanca dan CD Tenerife Putus Kontrak Palermo

Pada Jumat (7/11), Unionistas de Salamanca resmi mengumumkan pemutusan kontrak dengan Palermo setelah menerima komunikasi langsung dari FIFA.

“Unionistas de Salamanca telah mencapai kesepakatan dengan Club Deportivo Tenerife untuk mengakhiri masa peminjaman pemain Gabri Palmero, berdasarkan komunikasi yang diterima dari FIFA pada 25 September dan setelah banding sang pemain ditolak pada 3 November,” demikian pernyataan resmi klub.

Unionistas juga mengucapkan terima kasih kepada Palermo atas kontribusinya selama beberapa bulan terakhir. Klub menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak menimbulkan biaya finansial tambahan.

Tak lama berselang, CD Tenerife selaku klub induk Palermo juga merilis pernyataan resmi serupa.

“Gabriel Felipe Arrocha mengakhiri masa peminjamannya di Unionistas de Salamanca CF dan ikatan kontraknya dengan CD Tenerife pada Jumat, 7 November,” tulis pernyataan resmi Tenerife melalui akun X.

FAM Ajukan Banding, Tapi FIFA Menolak

Setelah dijatuhi sanksi, FAM mencoba memperjuangkan banding melalui jalur resmi FIFA. Namun, Komite Banding tetap menolak seluruh permohonan mereka. FIFA menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan mengikat.

Baca Juga:  Karier Lagi Naik, Facundo Garces Justru Dihukum FIFA Karena Skandal Naturalisasi Malaysia

Masa Depan Gabriel Palermo Masih Tanda Tanya

Dengan pemutusan kontrak dari dua klub Spanyol dan larangan bermain selama satu tahun, masa depan Palermo di dunia sepak bola profesional kini masih belum jelas.

Kemungkinan Kembali ke Liga Lain

Beberapa laporan menyebut Palermo berpeluang mencari klub baru di luar Eropa setelah masa sanksinya berakhir. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari sang pemain.

Sanksi FIFA dan Dampaknya terhadap Karier

Kasus ini menjadi peringatan bagi federasi sepak bola di Asia Tenggara untuk lebih berhati-hati dalam proses naturalisasi. Sanksi FIFA tak hanya menghantam institusi, tapi juga karier para pemain yang terlibat.

Kesimpulan: Kasus Gabriel Palermo menjadi contoh nyata bagaimana kesalahan administrasi dapat berdampak panjang. Bagi FAM, sanksi ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem naturalisasi pemain di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

FIFA
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Thom Haye

Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions

Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!

Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung

Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.