Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Minggu, 2 Agustus 2026 14:30 WIB

3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 14:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
  • Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI
  • Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Gabriel Palermo Diputus Kontrak Klub Spanyol Usai Sanksi FIFA Terkait Kasus Naturalisasi Malaysia

By Aga GustianaSenin, 10 November 2025 07:18 WIB4 Mins Read
Pemain Timnas Malaysia
Pemain Timnas Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Karier pemain naturalisasi Malaysia, Gabriel Palermo, tengah menghadapi masa sulit. Pemain muda yang sebelumnya memperkuat Unionistas de Salamanca itu resmi diputus kontraknya oleh klub peminjam maupun klub induknya, CD Tenerife, setelah namanya terseret dalam sanksi FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi.

Palermo termasuk satu dari tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia yang dijatuhi sanksi oleh FIFA. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinilai telah melakukan pelanggaran serius dalam proses administrasi naturalisasi pemain asing.

Kasus Naturalisasi Malaysia Berujung Sanksi FIFA

FIFA menjatuhkan sanksi keras kepada FAM setelah menemukan dugaan pemalsuan dokumen kelahiran yang digunakan untuk mempercepat proses naturalisasi pemain. Pelanggaran ini dianggap melanggar integritas regulasi internasional yang berlaku.

FIFA Menilai FAM Lakukan Pemalsuan Dokumen Kelahiran

Dalam temuan resmi, FIFA menyebut bahwa beberapa dokumen yang digunakan FAM tidak sesuai dengan catatan resmi negara asal pemain. Hal inilah yang membuat FIFA akhirnya turun tangan dan melakukan investigasi lebih dalam.

Dugaan Pemalsuan Dokumen Lahir untuk Naturalisasi

Menurut laporan, sejumlah pemain yang dinaturalisasi mengajukan dokumen kelahiran baru dengan data yang dianggap tidak valid. Praktik ini digunakan untuk mempercepat proses pengesahan kewarganegaraan mereka.

Pemeriksaan Data oleh FIFA dan Bukti Administratif

FIFA melakukan pemeriksaan silang terhadap data kependudukan, catatan sipil, dan dokumen resmi dari negara asal pemain. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian yang signifikan antara data asli dan dokumen yang diserahkan ke FAM.

FAM Dikenai Denda dan Pemain Dilarang Bermain Selama 12 Bulan

FIFA kemudian menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM. Selain itu, tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dikenai larangan bermain selama 12 bulan.

FAM sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun Komite Banding FIFA menolak pengajuan tersebut. Dengan demikian, sanksi kepada FAM dan para pemain tetap berlaku tanpa perubahan.

Gabriel Palermo Jadi Korban Efek Domino Sanksi FIFA

Gabriel Palermo menjadi salah satu pemain yang paling terdampak oleh sanksi ini. Pemain berusia 23 tahun itu bukan hanya kehilangan kesempatan tampil di level internasional, tetapi juga kehilangan kontrak profesional di Eropa.

Larangan Bermain 12 Bulan Berdampak ke Klub

Larangan bermain yang dijatuhkan FIFA membuat klub peminjamnya, Unionistas de Salamanca, tak bisa memanfaatkan jasa Palermo hingga sanksinya berakhir. Situasi itu membuat klub memilih mengakhiri kerja sama lebih awal.

Unionistas de Salamanca dan CD Tenerife Putus Kontrak Palermo

Pada Jumat (7/11), Unionistas de Salamanca resmi mengumumkan pemutusan kontrak dengan Palermo setelah menerima komunikasi langsung dari FIFA.

“Unionistas de Salamanca telah mencapai kesepakatan dengan Club Deportivo Tenerife untuk mengakhiri masa peminjaman pemain Gabri Palmero, berdasarkan komunikasi yang diterima dari FIFA pada 25 September dan setelah banding sang pemain ditolak pada 3 November,” demikian pernyataan resmi klub.

Unionistas juga mengucapkan terima kasih kepada Palermo atas kontribusinya selama beberapa bulan terakhir. Klub menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak menimbulkan biaya finansial tambahan.

Tak lama berselang, CD Tenerife selaku klub induk Palermo juga merilis pernyataan resmi serupa.

“Gabriel Felipe Arrocha mengakhiri masa peminjamannya di Unionistas de Salamanca CF dan ikatan kontraknya dengan CD Tenerife pada Jumat, 7 November,” tulis pernyataan resmi Tenerife melalui akun X.

FAM Ajukan Banding, Tapi FIFA Menolak

Setelah dijatuhi sanksi, FAM mencoba memperjuangkan banding melalui jalur resmi FIFA. Namun, Komite Banding tetap menolak seluruh permohonan mereka. FIFA menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan mengikat.

Masa Depan Gabriel Palermo Masih Tanda Tanya

Dengan pemutusan kontrak dari dua klub Spanyol dan larangan bermain selama satu tahun, masa depan Palermo di dunia sepak bola profesional kini masih belum jelas.

Kemungkinan Kembali ke Liga Lain

Beberapa laporan menyebut Palermo berpeluang mencari klub baru di luar Eropa setelah masa sanksinya berakhir. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari sang pemain.

Sanksi FIFA dan Dampaknya terhadap Karier

Kasus ini menjadi peringatan bagi federasi sepak bola di Asia Tenggara untuk lebih berhati-hati dalam proses naturalisasi. Sanksi FIFA tak hanya menghantam institusi, tapi juga karier para pemain yang terlibat.

Kesimpulan: Kasus Gabriel Palermo menjadi contoh nyata bagaimana kesalahan administrasi dapat berdampak panjang. Bagi FAM, sanksi ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem naturalisasi pemain di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cd tenerife FAM Malaysia FIFA gabriel palermo naturalisasi malaysia unionistas de salamanca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI

Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini

Resmi! Persib vs Persija Panaskan Semifinal Piala Presiden 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026

Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.