Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia

Rabu, 23 September 2026 13:57 WIB

Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali

Rabu, 23 September 2026 12:47 WIB

Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

Rabu, 23 September 2026 12:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia
  • Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali
  • Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung
  • 10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel
  • Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau
  • Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan
  • Kenali Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A: IDAI Jabar Ungkap Tiga Tanda Emas yang Wajib Dipantau Orang Tua
  • DOKTER SE-TENANG INI DILECEHKAN?! Pelaku Ketikan Jahat ke dr. Gia Pratama Panik Dikejar Hukum!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Gabriel Palermo Diputus Kontrak Klub Spanyol Usai Sanksi FIFA Terkait Kasus Naturalisasi Malaysia

By Aga GustianaSenin, 10 November 2025 07:18 WIB4 Mins Read
Pemain Timnas Malaysia
Pemain Timnas Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Karier pemain naturalisasi Malaysia, Gabriel Palermo, tengah menghadapi masa sulit. Pemain muda yang sebelumnya memperkuat Unionistas de Salamanca itu resmi diputus kontraknya oleh klub peminjam maupun klub induknya, CD Tenerife, setelah namanya terseret dalam sanksi FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi.

Palermo termasuk satu dari tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia yang dijatuhi sanksi oleh FIFA. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinilai telah melakukan pelanggaran serius dalam proses administrasi naturalisasi pemain asing.

Kasus Naturalisasi Malaysia Berujung Sanksi FIFA

FIFA menjatuhkan sanksi keras kepada FAM setelah menemukan dugaan pemalsuan dokumen kelahiran yang digunakan untuk mempercepat proses naturalisasi pemain. Pelanggaran ini dianggap melanggar integritas regulasi internasional yang berlaku.

FIFA Menilai FAM Lakukan Pemalsuan Dokumen Kelahiran

Dalam temuan resmi, FIFA menyebut bahwa beberapa dokumen yang digunakan FAM tidak sesuai dengan catatan resmi negara asal pemain. Hal inilah yang membuat FIFA akhirnya turun tangan dan melakukan investigasi lebih dalam.

Dugaan Pemalsuan Dokumen Lahir untuk Naturalisasi

Menurut laporan, sejumlah pemain yang dinaturalisasi mengajukan dokumen kelahiran baru dengan data yang dianggap tidak valid. Praktik ini digunakan untuk mempercepat proses pengesahan kewarganegaraan mereka.

Baca Juga:  Bintang AC Milan Tijjani Reijnders Bangga Punya Darah Indonesia

Pemeriksaan Data oleh FIFA dan Bukti Administratif

FIFA melakukan pemeriksaan silang terhadap data kependudukan, catatan sipil, dan dokumen resmi dari negara asal pemain. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian yang signifikan antara data asli dan dokumen yang diserahkan ke FAM.

FAM Dikenai Denda dan Pemain Dilarang Bermain Selama 12 Bulan

FIFA kemudian menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM. Selain itu, tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dikenai larangan bermain selama 12 bulan.

FAM sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun Komite Banding FIFA menolak pengajuan tersebut. Dengan demikian, sanksi kepada FAM dan para pemain tetap berlaku tanpa perubahan.

Gabriel Palermo Jadi Korban Efek Domino Sanksi FIFA

Gabriel Palermo menjadi salah satu pemain yang paling terdampak oleh sanksi ini. Pemain berusia 23 tahun itu bukan hanya kehilangan kesempatan tampil di level internasional, tetapi juga kehilangan kontrak profesional di Eropa.

Larangan Bermain 12 Bulan Berdampak ke Klub

Larangan bermain yang dijatuhkan FIFA membuat klub peminjamnya, Unionistas de Salamanca, tak bisa memanfaatkan jasa Palermo hingga sanksinya berakhir. Situasi itu membuat klub memilih mengakhiri kerja sama lebih awal.

Baca Juga:  FIFA Tunda Putusan Banding Kasus Pemain Naturalisasi Malaysia, FAM Diminta Lengkapi Dokumen

Unionistas de Salamanca dan CD Tenerife Putus Kontrak Palermo

Pada Jumat (7/11), Unionistas de Salamanca resmi mengumumkan pemutusan kontrak dengan Palermo setelah menerima komunikasi langsung dari FIFA.

“Unionistas de Salamanca telah mencapai kesepakatan dengan Club Deportivo Tenerife untuk mengakhiri masa peminjaman pemain Gabri Palmero, berdasarkan komunikasi yang diterima dari FIFA pada 25 September dan setelah banding sang pemain ditolak pada 3 November,” demikian pernyataan resmi klub.

Unionistas juga mengucapkan terima kasih kepada Palermo atas kontribusinya selama beberapa bulan terakhir. Klub menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak menimbulkan biaya finansial tambahan.

Tak lama berselang, CD Tenerife selaku klub induk Palermo juga merilis pernyataan resmi serupa.

“Gabriel Felipe Arrocha mengakhiri masa peminjamannya di Unionistas de Salamanca CF dan ikatan kontraknya dengan CD Tenerife pada Jumat, 7 November,” tulis pernyataan resmi Tenerife melalui akun X.

FAM Ajukan Banding, Tapi FIFA Menolak

Setelah dijatuhi sanksi, FAM mencoba memperjuangkan banding melalui jalur resmi FIFA. Namun, Komite Banding tetap menolak seluruh permohonan mereka. FIFA menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan mengikat.

Baca Juga:  Bojan Hodak Ungkap Alasan Telat Kembali ke Indonesia: Baru Jalani Operasi Mata

Masa Depan Gabriel Palermo Masih Tanda Tanya

Dengan pemutusan kontrak dari dua klub Spanyol dan larangan bermain selama satu tahun, masa depan Palermo di dunia sepak bola profesional kini masih belum jelas.

Kemungkinan Kembali ke Liga Lain

Beberapa laporan menyebut Palermo berpeluang mencari klub baru di luar Eropa setelah masa sanksinya berakhir. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari sang pemain.

Sanksi FIFA dan Dampaknya terhadap Karier

Kasus ini menjadi peringatan bagi federasi sepak bola di Asia Tenggara untuk lebih berhati-hati dalam proses naturalisasi. Sanksi FIFA tak hanya menghantam institusi, tapi juga karier para pemain yang terlibat.

Kesimpulan: Kasus Gabriel Palermo menjadi contoh nyata bagaimana kesalahan administrasi dapat berdampak panjang. Bagi FAM, sanksi ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem naturalisasi pemain di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

FIFA
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia

Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali

Bikin Geger, Dirtek Java United Diduga Lontarkan Umpatan Rasis ke Shin Tae-yong

Putri KW Menang Dramatis 3 Gim, Indonesia Tinggal Selangkah Lagi ke Semifinal Asian Games 2026

Reuni Emosional, Kevin Ray Mendoza dan Daisuke Sato Kembali ke Bandung

Indonesia Tambah 2 Medali di Asian Games 2026, Posisi di Klasemen Mulai Berubah

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.