bukamata.id – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) hingga kini masih menunggu hasil investigasi internal terkait skandal naturalisasi pemain yang sempat menghebohkan dunia sepak bola.
Pelaksana Tugas Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, menegaskan bahwa laporan dari tim investigasi diharapkan segera diterima untuk ditindaklanjuti secara resmi.
Laporan tersebut kini berada di tangan Ketua Tim Investigasi, Tun Md Raus Sharif, yang memimpin penyelidikan sejak akhir Oktober 2025.
“Kami memperkirakan laporan akan diterima bulan ini. Dari sana, kita akan menelaah temuan-temuan penting sebelum menentukan langkah strategis berikutnya,” ujar Yusoff dikutip dari NST pada Senin (15/12/2025).
Kasus ini mencuat pada September 2025 setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM. FIFA menyatakan tujuh pemain naturalisasi terbukti menggunakan dokumen palsu dan tidak memiliki garis keturunan Malaysia.
Tujuh pemain itu adalah Gabriel Palermo, Rodrigo Holgado, Facundo Garces, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, Hector Hevel, dan Imanol Machuca.
Akibat pelanggaran ini, FAM didenda 350 ribu franc Swiss, sedangkan para pemain juga menerima sanksi denda serta larangan bertanding selama satu tahun.
Sebagai respons, FAM membentuk tim investigasi internal yang dipimpin Tun Md Raus Sharif. Tujuannya untuk mengungkap bagaimana dokumen palsu tersebut bisa lolos dalam proses naturalisasi dan memastikan prosedur di masa depan lebih transparan.
Di sisi lain, FAM juga mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas sanksi FIFA. Langkah ini menjadi upaya terakhir federasi untuk mempertahankan posisi mereka, meski FIFA menegaskan telah memiliki bukti kuat terkait skandal naturalisasi tersebut.
Dengan investigasi internal yang tengah berlangsung, publik sepak bola Malaysia menanti hasil resmi yang akan menentukan langkah strategis FAM ke depan, termasuk kemungkinan perbaikan regulasi naturalisasi pemain.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










