Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif

Sabtu, 3 Oktober 2026 04:00 WIB

BSU Oktober-Desember 2026 Dibayar Sekaligus, Total Bantuan Rp900 Ribu

Sabtu, 3 Oktober 2026 03:00 WIB

Surga Tersembunyi di Tanah Sunda: 6 Destinasi Wisata Sukabumi Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Sabtu, 3 Oktober 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Influenza A Merebak di Bandung Barat, 31 Orang Terkonfirmasi Positif
  • BSU Oktober-Desember 2026 Dibayar Sekaligus, Total Bantuan Rp900 Ribu
  • Surga Tersembunyi di Tanah Sunda: 6 Destinasi Wisata Sukabumi Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Panduan Lengkap Cek Penerima BSU 2026: Subsidi Upah Rp900 Ribu Cair Sekaligus untuk 3 Bulan
  • Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi
  • Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas
  • Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara
  • Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Skatepark Bukan Playground! Ibu Ini Tak Terima Ditegur Padahal Anaknya Nyaris Tertabrak!

By Aga GustianaKamis, 14 Mei 2026 19:28 WIB4 Mins Read
Viral, ibu ini biarkan anaknya bermain di Skatepark, nyaris tertabrak BMX. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mentari sore di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, biasanya menjadi saksi bisu ketangkasan para atlet muda menaklukkan gravitasi. Namun, suasana hangat itu mendadak tegang ketika sebuah roda BMX harus berdecit keras, beradu dengan aspal dalam upaya pengereman darurat. Bukan karena kegagalan atraksi, melainkan karena seorang balita mungil tiba-tiba berada di titik buta lintasan ekstrem tersebut.

Insiden yang terekam dalam video unggahan akun TikTok @amfarhaan_ ini bukan sekadar kecelakaan yang nyaris terjadi. Ini adalah potret nyata tentang benturan pemahaman antara fungsi fasilitas olahraga dan konsep “ruang publik” di mata masyarakat awam.

Detik-Detik yang Menegangkan

Dalam video viral tersebut, terlihat seorang atlet BMX sedang memacu sepedanya dengan kecepatan tinggi, bersiap mengambil momentum di atas ramp. Namun, di dasar lintasan, seorang anak kecil tampak asyik berlarian tanpa menyadari maut hanya berjarak sekian meter darinya. Sang atlet, dengan refleks yang luar biasa, terpaksa melakukan manuver berbahaya—mengerem mendadak dan membuang badan—demi menghindari tabrakan fatal.

“Kaget, pasti. Kami di sini berlatih dengan perhitungan kecepatan dan momentum. Kalau ada objek statis atau kecil yang bergerak tidak terduga, risikonya nyawa,” ungkap salah seorang pemain di lokasi yang menyaksikan kejadian tersebut.

Baca Juga:  Anggota KPPS Pangandaran Dipecat Usai Unggah Video Salam 2 Jari

Bukannya permohonan maaf yang didapat, teguran halus para atlet justru disambut dengan pembelaan diri yang keras dari sang ibu muda. Berdalih bahwa skatepark adalah fasilitas umum, sang ibu merasa anaknya sah-sah saja bermain di sana. “Hanya sebentar,” katanya, sebuah kalimat yang mengabaikan fakta bahwa maut hanya butuh satu detik untuk menjemput.

Miskonsepsi “Fasilitas Umum”

Kejadian di Stadion Maulana Yusuf ini memicu gelombang diskusi di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan sikap “bebal” oknum orang tua yang gagal membedakan antara taman bermain (playground) dan arena olahraga ekstrem (skatepark).

Meskipun dibangun oleh pemerintah menggunakan dana publik, skatepark memiliki karakteristik dan aturan main yang sangat spesifik:

  1. Blind Spots (Titik Buta): Desain bowl dan ramp yang cekung menciptakan banyak titik buta. Atlet yang meluncur dari ketinggian tidak akan bisa melihat apa yang ada di bawah sampai mereka benar-benar sudah terjun.
  2. Momentum Tinggi: Skateboard dan BMX bukanlah kendaraan dengan rem pakem seperti motor. Dibutuhkan ruang dan waktu untuk berhenti. Tabrakan dengan balita bisa mengakibatkan cedera permanen, mulai dari gegar otak hingga patah tulang belakang bagi kedua belah pihak.
  3. Standar Keselamatan: Di area ini, penggunaan helm dan pelindung lutut adalah standar bagi pemain. Membiarkan anak tanpa pelindung apa pun bermain di lintasan adalah bentuk kelalaian yang nyata.
Baca Juga:  Brutal dan Tanpa Alasan: Nenek 80 Tahun Diusir Paksa oleh Oknum Ormas di Surabaya

Fenomena “Parenting” di Ruang Terbuka

Sosiolog melihat fenomena ini sebagai bentuk kurangnya literasi ruang di masyarakat kita. Ada kecenderungan menganggap semua area terbuka hijau atau semen yang luas sebagai tempat bermain anak.

“Fasilitas umum memang milik bersama, tapi penggunaannya harus sesuai fungsi. Sama seperti kita tidak mungkin membiarkan anak bermain bola di tengah jalan tol meskipun jalan itu dibangun dengan uang pajak,” tulis seorang netizen dalam kolom komentar yang viral.

Di sisi lain, para atlet lokal merasa serba salah. Di satu sisi mereka ingin memajukan prestasi olahraga ekstrem di Serang, namun di sisi lain mereka harus terus “mengalah” dan menjaga kewaspadaan ekstra terhadap pengunjung yang membawa anak kecil ke area terlarang.

Baca Juga:  Sinkhole Misterius Muncul Tiba-tiba di Sawah Sumbar, Airnya Jadi Rebutan Warga

Edukasi dan Pengawasan

Menanggapi insiden ini, komunitas olahraga ekstrem di Serang berharap ada langkah nyata dari pengelola stadion maupun dinas terkait. Pemasangan papan peringatan yang lebih mencolok serta edukasi rutin kepada pengunjung dirasa mendesak.

“Kami tidak melarang orang datang melihat. Silakan menonton, tapi dari luar lintasan. Jangan jadikan lintasan ini sebagai perosotan atau tempat lari-lari anak,” tegas salah satu perwakilan komunitas BMX Serang.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang tua. Keamanan anak adalah tanggung jawab utama yang tidak bisa ditukar dengan ego atas nama “hak menggunakan fasilitas publik”. Di balik aksi keren para atlet yang melayang di udara, ada risiko besar yang mereka tanggung. Jangan sampai kecerobohan mengubah arena prestasi menjadi tempat tragedi.

Kini, video tersebut tetap menjadi pengingat di jagat maya: bahwa menjadi orang tua yang bijak bukan hanya soal memanjakan anak, tapi juga tentang tahu kapan dan di mana tempat yang aman bagi mereka untuk berpijak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Video Viral TikTok viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Surga Tersembunyi di Tanah Sunda: 6 Destinasi Wisata Sukabumi Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

BSU cair

Panduan Lengkap Cek Penerima BSU 2026: Subsidi Upah Rp900 Ribu Cair Sekaligus untuk 3 Bulan

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Gaya Hidup Sekaligus Mesin Uang: Alasan Kuat Properti Kota Baru Parahyangan Diserbu Investor Urban

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.