Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Kamis, 29 Oktober 2026 21:11 WIB

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Kamis, 29 Oktober 2026 21:06 WIB

Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory

Kamis, 29 Oktober 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral Video 7 Menit ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’, Ternyata Jebakan Link Berbahaya!

By SusanaSelasa, 14 April 2026 15:09 WIB3 Mins Read
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena video berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” berdurasi 7 menit kembali ramai diperbincangkan di berbagai platform seperti TikTok, X (Twitter), hingga Telegram. Versi “kebun sawit” dan “Part 2 di dapur” masih terus diburu warganet, memicu rasa penasaran yang meluas.

Namun di balik viralnya konten tersebut, tersimpan ancaman serius berupa kejahatan siber yang dapat merugikan pengguna secara finansial maupun data pribadi.

Label “Full No Sensor” Diduga Jadi Umpan Link Palsu

Sejumlah tautan yang beredar di media sosial mengklaim menyediakan video versi lengkap dengan embel-embel “full no sensor”. Faktanya, banyak link tersebut justru mengarah ke situs mencurigakan.

Modus ini dimanfaatkan oleh akun anonim untuk menjebak pengguna agar mengklik tautan berbahaya. Risiko yang ditimbulkan tidak main-main, mulai dari pencurian data hingga pembobolan rekening.

Baca Juga:  Video Cut Salwa Viral, Banyak Netizen Berburu Link Durasi Panjang!

Dugaan Manipulasi Konten, Video Tidak Utuh

Hasil analisis literasi digital mengungkap sejumlah kejanggalan pada video yang beredar. Perbedaan kualitas gambar, latar lokasi, hingga pakaian menunjukkan bahwa konten tersebut bukan satu rekaman utuh.

Diduga kuat, video tersebut merupakan kompilasi klip dari luar negeri yang disusun ulang dan diberi narasi lokal agar lebih mudah viral di Indonesia. Strategi ini kerap digunakan untuk meningkatkan klik dan memperluas penyebaran link berbahaya.

Ancaman Nyata: Phishing, Malware, hingga Ransomware

Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa tautan yang beredar luas berpotensi menjadi pintu masuk berbagai jenis serangan digital, antara lain:

  • Phishing: Link palsu untuk mencuri data login akun media sosial atau email
  • Malware/Spyware: File berbahaya (sering berbentuk APK) yang bisa membaca SMS OTP dan mengakses mobile banking
  • Ransomware: Program yang mengunci perangkat dan meminta tebusan
Baca Juga:  Viral Link Video 7 Menit 'Ibu Tiri vs Anak Tiri' Part 2 Bikin Heboh, Netizen Berburu di Telegram

“Dampaknya tidak main-main. Pengguna bisa kehilangan akses akun hingga saldo rekening terkuras habis,” menjadi peringatan serius yang harus diperhatikan publik.

Ancaman Hukum bagi Penyebar Link

Selain risiko digital, penyebaran link bermuatan konten tidak pantas juga berpotensi melanggar hukum. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang ITE, distribusi konten yang melanggar kesusilaan dapat dikenakan hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Bahkan, tindakan sederhana seperti membagikan link di grup WhatsApp atau kolom komentar media sosial tetap dapat dikategorikan sebagai pelanggaran.

Baca Juga:  Heboh! Video Full Durasi Diduga Cut Salwa Beredar di Telegram, Benarkah Asli?

Pola Lama yang Terus Berulang

Fenomena ini memperlihatkan pola yang berulang di dunia digital: konten sensasional diberi label “lokal”, ditambah narasi “Part 2” atau “full version”, lalu disebarkan oleh akun anonim untuk memancing klik.

Tujuannya tidak hanya viral, tetapi juga membuka peluang keuntungan ilegal hingga aksi kejahatan siber.

Imbauan: Jangan Tergoda Rasa Penasaran

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada tautan dari sumber yang tidak jelas. Selalu lakukan verifikasi sebelum mengklik atau membagikan konten.

Rasa penasaran sesaat tidak sebanding dengan risiko kehilangan data pribadi maupun kerugian finansial. Di era digital, kewaspadaan adalah kunci utama untuk tetap aman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ibu Tiri vs Anak Tiri kejahatan siber phishing Indonesia video viral 7 menit Video Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.