bukamata.id – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola nasional setelah Persib Bandung resmi masuk dalam daftar Registration Ban (larangan pendaftaran pemain) oleh FIFA per Jumat (29/5). Sanksi ini otomatis membuat tim berjuluk Maung Bandung tersebut tidak bisa mendaftarkan pemain baru pada bursa transfer mendatang.
Masuknya nama Persib dalam daftar hitam FIFA sempat memicu spekulasi luas di kalangan pecinta sepak bola, terutama terkait dugaan tunggakan gaji pemain. Namun, manajemen klub segera mengambil langkah cepat untuk meluruskan duduk perkara yang sebenarnya.
Klarifikasi Manajemen: Bukan Soal Gaji
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, pihak klub menegaskan bahwa sanksi tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan penunggakan gaji pemain yang saat ini aktif.
Menurut Adhitia, transfer ban ini berhulu pada satu perkara spesifik, yakni sengketa kontrak dengan mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023 lalu. Perselisihan tersebut sempat bergulir hingga ke tahap arbitrase di Court of Arbitration for Sport (CAS).
“Status tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain PERSIB, Daisuke Sato, pada tahun 2023,” jelas Adhitia.
Ia menambahkan, putusan CAS akhirnya memberikan nilai kompensasi yang lebih rendah dibandingkan tuntutan awal pihak pemain. Persib pun berkomitmen untuk segera menuntaskan kewajiban tersebut sesuai putusan hukum.
“Sebagai klub yang menjunjung tinggi tata kelola profesional, PERSIB menghormati setiap keputusan yang telah berkekuatan hukum dan saat ini sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari putusan tersebut,” tambahnya.
Tetap Fokus pada Rencana Strategis
Manajemen memastikan bahwa status larangan pendaftaran pemain ini bersifat sementara. Begitu kewajiban diselesaikan dan diverifikasi oleh pihak FIFA, sanksi tersebut akan otomatis dicabut.
Adhitia juga menegaskan bahwa kendala administratif ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional maupun rencana strategis tim. Persiapan rekrutmen dan program pengembangan klub tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Dalam industri sepak bola profesional, sengketa kontraktual dan sanksi administratif merupakan dinamika yang dapat terjadi dan pernah dialami oleh sejumlah klub besar dunia seperti Chelsea FC, FC Barcelona, Real Madrid CF, dan Atletico Madrid,” ujar Adhitia memberikan perbandingan.
Pihak manajemen meminta dukungan penuh dari para Bobotoh dan seluruh mitra agar proses penyelesaian kewajiban ini berjalan lancar, sehingga Persib dapat kembali bergerak leluasa di bursa transfer.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










