bukamata.id – Bosan dengan wisata alam yang itu-itu saja? Sesekali, cobalah membawa pikiran berkelana ke masa lalu. Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bukan hanya soal gunung dan air terjun. Di balik segarnya udara kaki Gunung Ciremai, tersimpan jejak-jejak peradaban yang membentuk identitas bangsa.
Jika Anda mencari destinasi “healing” yang sekaligus menambah wawasan, berikut adalah 4 situs bersejarah di Kuningan yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda.
1. Menelisik Jejak Adipati Pertama di Makam Arya Kemuning
Masuk ke kawasan Blok Cipicung, Kecamatan Kuningan, Anda akan disambut suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Di sinilah Pangeran Arya Kemuning, sosok krusial dalam sejarah Kuningan, beristirahat dengan tenang.
Uniknya, pengunjung akan disambut oleh gerbang bergaya candi bentar yang eksotis. Di sini bukan hanya makam Pangeran Arya Kemuning saja, tapi juga peristirahatan Nyi Mas Manawati, Syekh Maulana Arifin, serta Pangeran Putih. Banyak pengunjung yang datang ke sini untuk berziarah sembari menikmati ketenangan gazebo di bawah rimbunnya pohon. Sisi menariknya? Anda bisa menggali asal-usul julukan “Kemuning” yang konon diambil dari warna kulit sang pangeran yang mengikuti ibundanya, Putri Ong Tien.
2. Rumah Panggung Eyang Hasan Maolani: Spirit Perjuangan di Desa Lengkong
Bergeser ke Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, ada sebuah rumah panggung kayu yang tampak mencolok di tengah pemukiman warga. Ini adalah kediaman Eyang Hasan Maolani, ulama karismatik yang gigih melawan kolonialisme.
Kisah beliau sangat menyentuh—pada 1843, beliau diasingkan Belanda ke Manado hingga akhir hayatnya. Meskipun raga beliau dimakamkan jauh di sana, rumah ini tetap menjadi “jangkar” sejarah yang kuat bagi warga Kuningan. Anda bisa melihat langsung koleksi pribadi beliau, mulai dari jubah hingga kitab-kitab tua. Jangan lewatkan pula situs “makam rambut” di dekat area rumah, yang dibangun agar warga setempat bisa tetap memberikan penghormatan tanpa harus terbang jauh ke Sulawesi.
3. Taman Purbakala Cipari: Mesin Waktu Zaman Neolitikum
Siapa sangka, di Kelurahan Cipari, Cigugur, kita bisa bertatap muka dengan sejarah yang jauh lebih tua daripada kerajaan mana pun? Taman Purbakala Cipari adalah oase bagi Anda yang penasaran dengan kehidupan manusia purba.
Begitu melangkah ke dalam, Anda akan disambut oleh susunan batu megalitikum yang gagah. Koleksi museumnya pun cukup lengkap, mulai dari gerabah, perkakas batu, hingga replika hunian manusia zaman perunggu. Sangat disarankan untuk membeli buku panduan (hanya Rp3.000) agar Anda tidak sekadar melihat batu, tapi memahami bagaimana kehidupan leluhur kita di kaki gunung ribuan tahun silam.
4. Gedung Perundingan Linggarjati: Saksi Bisu Kedaulatan Bangsa
Rasanya tidak lengkap ke Kuningan tanpa menyambangi Gedung Perundingan Linggarjati. Tempat ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan titik balik diplomasi Indonesia di mata dunia pada November 1946.
Berjalan di dalam gedung ini memberikan sensasi merinding. Anda bisa duduk di kursi kayu yang dulunya ditempati para delegasi Indonesia dan Belanda. Dari gubuk milik warga lokal bernama Jasitem yang kemudian disulap menjadi hotel mewah oleh warga Belanda, gedung ini telah berganti wajah berkali-kali sebelum akhirnya menjadi museum. Berada di kaki Gunung Ciremai, udara di sini sangat sejuk, membuat sesi belajar sejarah terasa jauh lebih rileks bagi keluarga.
Tips Tambahan untuk Pengunjung:
- Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi hari (sekitar pukul 08.00 – 09.00) agar suasana masih sepi dan udara sangat segar.
- Etika: Karena mayoritas adalah situs sakral atau bersejarah, pastikan selalu menjaga ketenangan dan tidak meninggalkan sampah di lokasi.
- Persiapan: Siapkan kamera, karena perpaduan arsitektur kuno dan lanskap alam di situs-situs ini sangat estetik untuk diabadikan.
Manakah destinasi sejarah yang paling membuat Anda penasaran? Segera agendakan libur akhir pekan Anda ke Kuningan sekarang juga!
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










