Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget

Minggu, 29 Maret 2026 17:04 WIB
CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Minggu, 29 Maret 2026 16:00 WIB

Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026

Minggu, 29 Maret 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
  • Gila! Persib Siapkan ‘Skuad Monster’ 2026/2027, 4 Pos Krusial Langsung Disikat
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘7 Menit’ Ramai Dicara, Ada Link Telegram?
  • Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna
  • Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, Diumumkan Langsung oleh Presiden Prabowo

By Aga GustianaSenin, 10 November 2025 08:18 WIB3 Mins Read
Soeharto resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Presiden Soeharto. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

Soeharto Resmi Sandang Gelar Pahlawan Nasional

bukamata.id – Setelah melewati tiga kali pengusulan selama lebih dari satu dekade, Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, akhirnya resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional.

Pengumuman penganugerahan tersebut akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 10 November 2025. Soeharto menjadi salah satu dari sepuluh tokoh yang menerima gelar kehormatan tahun ini.

“Besok (hari ini), Insya Allah akan diumumkan. Sekitar sepuluh nama, dan Presiden Soeharto termasuk di antaranya,” ujar Prasetyo, di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, seluruh tokoh yang dipilih telah dianggap memiliki jasa luar biasa bagi bangsa dan negara.

Tiga Kali Diusulkan, 15 Tahun Menunggu Keputusan

Nama Soeharto pertama kali dibahas dalam sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) pada tahun 2010, masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, prosesnya kala itu belum berlanjut karena masih memerlukan waktu kajian lebih dalam.

Usulan kembali muncul pada masa Presiden Joko Widodo, tetapi keputusan akhir tak kunjung diambil. Baru pada tahun 2025, setelah melalui pembahasan untuk ketiga kalinya, pemerintah akhirnya memutuskan untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto.

Baca Juga:  Profil Immanuel Ebenezer, Wamenaker yang Terjerat OTT KPK

“Nama Presiden Soeharto sudah tiga kali diusulkan. Ada juga beberapa tokoh lain yang sudah lama diajukan sejak 2011 dan 2015,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Rabu (5/11/2025).

Dari Kabupaten ke Istana: Proses Panjang Penetapan

Fadli, yang juga menjabat Ketua Dewan GTK, menjelaskan bahwa pengusulan gelar pahlawan dimulai dari tingkat kabupaten/kota, berdasarkan inisiatif masyarakat dan penilaian tim ahli di daerah.

Setelah disetujui di tingkat provinsi, berkas calon pahlawan diajukan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial untuk ditinjau secara mendalam.

Baca Juga:  Prabowo Soroti Kekacauan Kota: Baliho, Spanduk, dan Kabel Listrik Semrawut!

Salah satu alasan kuat di balik penetapan gelar ini adalah peran Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, peristiwa penting yang menjadi bukti eksistensi Republik Indonesia di mata dunia.

“Serangan Umum 1 Maret adalah tonggak sejarah yang membuat dunia internasional mengakui keberadaan Republik Indonesia,” jelas Fadli.

Sorotan Publik dan Seruan untuk Melihat Secara Utuh

Meski banyak yang menyambut positif, keputusan ini juga memicu perdebatan. Sedikitnya 500 akademisi dan aktivis menyatakan penolakan terhadap rencana penganugerahan tersebut.

Menanggapi hal ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta publik melihat keputusan secara objektif dan berimbang.

“Pak Soeharto memenuhi semua kriteria, sebagaimana tokoh-tokoh lain seperti Presiden Gus Dur dan pejuang Marsinah. Semua melalui proses yang sama,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga:  Tiba di Beijing, Presiden Prabowo Disambut Antusias Mahasiswa dan Warga

Ia menegaskan, perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, namun sejarah harus dilihat secara utuh.

“Mari kita kenang hal-hal baik dari perjalanan bangsa ini, sambil menjadikan kekurangan masa lalu sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi,” ucapnya.

Gus Ipul memastikan bahwa keputusan pemberian gelar telah melalui kajian resmi dan pertimbangan mendalam.

“Setiap nama yang diumumkan Presiden adalah mereka yang dinyatakan memenuhi seluruh syarat secara formal,” katanya menegaskan.

Akhir Penantian Panjang

Dengan keputusan ini, perjalanan panjang selama 15 tahun akhirnya tuntas. Soeharto kini secara resmi diakui negara sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia — sebuah penetapan yang tak hanya menandai sejarah, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang perjalanan panjang bangsa ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hari Pahlawan Pahlawan Nasional 2025 Prabowo Subianto Soeharto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.