Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Punclut, Api Juga Mengamuk di Paseh dan Pacet Kabupaten Bandung

Selasa, 15 September 2026 14:00 WIB

Purbaya Bongkar Alasan Dicopot dari Menkeu, Ada Apa?

Selasa, 15 September 2026 13:53 WIB

Soroti Penanganan Lambat, WALHI Jabar Ungkap Ancaman Tersembunyi di Balik Tumpahan Batu Bara Pangandaran

Selasa, 15 September 2026 13:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Punclut, Api Juga Mengamuk di Paseh dan Pacet Kabupaten Bandung
  • Purbaya Bongkar Alasan Dicopot dari Menkeu, Ada Apa?
  • Soroti Penanganan Lambat, WALHI Jabar Ungkap Ancaman Tersembunyi di Balik Tumpahan Batu Bara Pangandaran
  • Maudy Ayunda Minta Maaf dan Akui Ada Privilese, Warganet: Pick Me Banget!
  • Prediksi Ipswich vs Arsenal di Piala EFL: The Gunners Diprediksi Menang Mudah?
  • TPS Punclut Bandung Terbakar, Api Merambat ke Alang-alang hingga Petugas Turun ke Tebing
  • Persib Tanpa Uilliam Barros Hadapi FC Seoul, Badai Cedera Makin Bikin Igor Tolic Pusing
  • Kilas Balik 6 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo: Dari Posisi Menteri hingga Suahasil Nazara Jabat Menkeu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soroti Penanganan Lambat, WALHI Jabar Ungkap Ancaman Tersembunyi di Balik Tumpahan Batu Bara Pangandaran

By Aga GustianaSelasa, 15 September 2026 13:37 WIB3 Mins Read
Tumpahan Batu Bara di Pangandaran. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus kandasnya tongkang pengangkut batu bara di perairan Pangandaran kembali memicu perdebatan publik. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat melayangkan kritik tajam terhadap lambannya penanganan darurat yang berujung pada masifnya aktivitas pengambilan material oleh warga sekitar.

Insiden yang bermula pada pertengahan Juni 2026 lalu ini melibatkan tongkang Nautica 22 yang ditarik oleh kapal tunda KM Titan 33. Sebelum akhirnya terdampar di pesisir Cibenda, dekat kawasan wisata Batu Hiu, nakhoda sempat berencana merapat ke Pantai Batu Karas. Rencana tersebut batal lantaran mendapat penolakan keras dari komunitas nelayan dan warga setempat.

Respons Lambat Picu Aksi Warga

Dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Sagati Kopi, Parigi, Kabupaten Pangandaran, pada Rabu (9/9), perwakilan Tim Advokasi WALHI Jabar, Ajeng Pramudya, membeberkan kronologi penanganan yang dinilai lamban. Fokus evakuasi yang kala itu hanya tertuju pada keselamatan 10 awak kapal membuat pengamanan material batu bara terabaikan. Akibatnya, warga berbondong-bondong memungut serpihan batu bara yang berserakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengolahan hasil laut.

“Respons yang lambat membuat pengambilan batu bara oleh masyarakat tidak dapat dihindari,” ujar Ajeng dalam rilis, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga:  Touring Demokrasi di Pangandaran, Tingkatkan Partisipasi Nelayan untuk Pilkada 2024

Situasi ini sempat memicu reaksi lanjutan dari berbagai pihak, termasuk audiensi yang dimotori oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran di bawah kepemimpinan Jeje Wiradinata di gedung DPRD setempat pada 22 Juni 2026. Sehari berselang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun tangan meninjau lokasi, meski proses pembongkaran bangkai tongkang saat itu masih terkendala izin dari pihak Syahbandar.

Baca Juga:  Selain Cuaca, Proyeksi Pembangunan Wisata dan Properti Sebabkan Banjir dan Longsor di KBB

Bahaya Laten Pencemaran Ekosistem Laut

Lebih lanjut, WALHI mengingatkan bahwa ancaman ekologis dari tumpahan material tambang ini tidak boleh dinilai sekadar dari kasat mata. Partikel berbahaya yang terlepas ke perairan berisiko merusak rantai makanan dalam jangka panjang.

“Mengacu pada sejumlah penelitian, batu bara yang tidak terbakar dapat menjadi sumber keasaman, salinitas, logam jejak, hidrokarbon, chemical oxygen demand (COD), serta senyawa lain yang berpotensi memengaruhi organisme perairan,” jelasnya.

Potensi paparan zat toksik seperti logam berat, metaloid, hingga polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dikhawatirkan mengancam kualitas air, sedimen, serta keselamatan biota laut dan kesehatan manusia. Kendati demikian, WALHI mengakui bahwa komposisi kimiawi pasti dari muatan Nautica 22 masih memerlukan uji laboratorium lebih lanjut guna memastikan karakteristik spesifiknya.

Baca Juga:  Liburan Berujung Tragis! Wisatawan Asal Bandung Hilang Terseret Ombak di Pangandaran

“Tumpahan batu bara di laut perlu dilihat dan ditangani dari berbagai perspektif, tidak hanya dari apa yang terlihat di permukaan,” ucap Ajeng.

Sebagai langkah mitigasi, organisasi pemerhati lingkungan ini mendesak pemerintah agar segera menerjunkan tim independen guna melakukan audit lingkungan komprehensif, meliputi uji laboratorium air, sedimen, serta organisme akuatik di zona terdampak.

Sebagai catatan pembanding, WALHI merujuk pada insiden serupa di Teluk Salamanca, Kolombia, pada 2013 silam. Berdasarkan riset ilmiah tersebut, sisa partikel batu bara terbukti masih memberikan dampak destruktif terhadap populasi fitoplankton hingga lebih dari dua bulan pascakejadian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Batu Bara Pangandaran Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Punclut, Api Juga Mengamuk di Paseh dan Pacet Kabupaten Bandung

Purbaya Bongkar Alasan Dicopot dari Menkeu, Ada Apa?

TPS Punclut Bandung Terbakar, Api Merambat ke Alang-alang hingga Petugas Turun ke Tebing

Kilas Balik 6 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo: Dari Posisi Menteri hingga Suahasil Nazara Jabat Menkeu

Lahan Alang-alang di Cihampelas KBB Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.