Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Senin, 2 November 2026 06:00 WIB

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Senin, 2 November 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Senin, 2 November 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Selain Cuaca, Proyeksi Pembangunan Wisata dan Properti Sebabkan Banjir dan Longsor di KBB

By Putri Mutia RahmanSenin, 25 Maret 2024 13:31 WIB2 Mins Read
Longsor di Kabupaten Bandung Barat. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat (Jabar) Wahyudin Iwang mengungkap faktor lain penyebab longsor dan banjir di kawasan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terjadi pada Minggu (24/3/2024) pukul 23.00 WIB.

Iwang mengatakan, selain cuaca bencana ini disebabkan oleh banyaknya alih fungsi kawasan oleh kegiatan perusahaan. Hal ini menimbulkan perubahan bentang alam sehingga terjadi longsor dan banjir.

“Kejadian banjir dan banjir di Cipongkor itu tentunya perlu diukur sejauh mana kejadian kondisi alam yang semakin tahun semakin tidak baik, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang mengalihfungsikan kawasan yang diberikan pemerintah kepada perusahan yang telah menimbulkan dampak perubahan bentang alam dari aktivitas atau kegiatan ini,” ujar Iwang saat dihubungi pada Senin (25/3/2024).

Dalam hal ini, Ia menyoroti peran pemerintah yang kurang tegas dalam masalah perizinan pembangunan yang mengalih fungsikan kawasan, salah satunya kegiatan wisata alam.

Baca Juga:  Tanah Longsor Terjang Nagreg Bandung, Kantor Desa Rusak dan Tiga Warga Luka

“Nah lebih parahnya izin-izin yang sudah habis terutama izin Kawasan Bandung Utara (KBU), dipulihkan kembali hak penguasaannya kepada perusahaan. Sehingga menjamur keluar izin-izinnya oleh pemerintah kepada pengusaha,” tegasnya.

Selain bisnis wisata, menurut Iwang bisnis properti seperti pembangunan vila juga menjadi indikator perubahan bentang alam pada kawasan hulu.

Baca Juga:  Bukan Cuma Boros Listrik, Ini 3 Alasan WALHI Jabar Tolak Keras Megaproyek Data Center AI Jatiluhur

“Tidak sedikit juga izin-izin yang keluar keperluan bisnis properti, maka tidak heran di kawasan hulunya telah terjadi perubahan bentang alam oleh vila, sehingga runoff ini menjadi salah satu indikator bahwa salah satu kawasan di hulunya itu sudah mengalami perubahan bentang alam,” lanjut Iwang.

Bahkan Walhi mencatat, berbagai proyeksi perencanaan pembangunan dalam sektor bisnis wisata dan properti semakin meningkat setiap tahun.

“Hal ini dilihat dari undangan yang diberikan serta yang disampaikan pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dalam proses penyusunan dokumen perizinan maupun dalam proses penyusunan dokumen evaluasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Tujuh Orang Dilaporkan Hilang Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

Menurutnya, hal ini harus menjadi bahan evaluasi pemerintah dengan menghentikan izin-izin pembangunan baru dan melakukan reforestasi di kawasan KBB, khususnya daerah Parongpong dan sekitarnya.

“Mulai hentikan izin-izin baru untuk Kawasan KBB, harusnya kawasan yang berubah secara signifikan mengalami degradasi oleh kegiatan property dan wisata alam itu mulai di reforestasi mulai dihutankan kembali, sehingga fungsi konservasi dan fungsi resapan itu kembali normal,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir KBB longsor Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.