bukamata.id – Menelan atau pun mengoles sperma ke kulit diklaim sangat bermanfaat bagi kecantikan. Bahkan, beberapa influencer luar negeri mengaku sudah merasakan demikian.
Diyakini sperma mengandung berbagai nutrisi, seperti antioksidan dan senyawa antiflamasi yang berpotensi mencegah penuaan dini serta mengatasi jerawat.
Namun sayangnya klaim tersebut tidak dicukupi bukti ilmiah. Manfaat sperma untuk kecantikan sebagian besar bersifat anekdotal dan belum terbukti secara medis.
Sperma memang mengandung nutrisi seperti protein dan zinc yang memiliki manfaat bagi kulit. Namun, jumlahnya sangat kecil sehingga dampaknya terhadap kesehatan kulit pun terasa kecil.
Bahkan, dikutip dari Healthline, anggapan sperma bisa menyembuhkan jerawat hanyal mitos/ Senyawa spermine dalam sperma memang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, tetapi belum ada bukti ilmiah yang mendukung efektivitasnya dalam mengatasi jerawat.
Sebagai alternatif yang lebih terbukti, ada berbagai perawatan jerawat yang direkomendasikan oleh para ahli dermatologi, seperti penggunaan produk dengan kandungan salicylic acid atau benzoyl peroxide, serta perawatan medis lainnya.
Beberapa klaim menyebutkan bahwa spermine, senyawa yang berasal dari spermidine dalam sperma, dapat mengurangi tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan keriput. Studi yang diterbitkan dalam Nature Cell Biology menemukan bahwa spermidine dapat memperlambat penuaan jika disuntikkan langsung ke dalam sel.
Namun, belum ada penelitian yang cukup mengenai efektivitas spermidine ketika digunakan secara topikal atau dikonsumsi. Oleh karena itu, lebih disarankan untuk menggunakan metode yang telah terbukti secara ilmiah dalam mencegah penuaan dini, seperti serum vitamin C, retinoid, serta pelembap dengan kandungan glycerin atau hyaluronic acid.
Melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan tabir surya juga sangat penting, karena sinar UV merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat penuaan kulit.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











