Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Minggu, 4 Oktober 2026 18:23 WIB
Bansos

Bansos Oktober 2026 Cair! Ini 4 Bantuan Pemerintah dan Nominal yang Diterima

Minggu, 4 Oktober 2026 17:11 WIB

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Minggu, 4 Oktober 2026 16:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!
  • Bansos Oktober 2026 Cair! Ini 4 Bantuan Pemerintah dan Nominal yang Diterima
  • Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar
  • Budak Bandung Lolos ke Barcelona, Bakal Seangkatan Anak Messi? Ini Faktanya
  • Tarif Parkir Bandung Kembali Disorot, Parkir Dekat Masjid Raya Capai Rp15 Ribu
  • Debut di Shopee Cup 2026, Persib Target Bawa Pulang Poin dari Markas Port FC
  • Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris
  • BSU 2026 Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Simak Syarat dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Subhanallah! Keajaiban Suara Rizky Jumiati, Qoriah Tunanetra yang Bikin Hati Bergetar

By Aga GustianaSabtu, 18 April 2026 16:00 WIB4 Mins Read
Rizky Jumiati. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di sebuah sudut kota Bima, Nusa Tenggara Barat, saat mentari mulai meredup dan azan Maghrib berkumandang, sebuah suara lembut namun bertenaga mulai menggetarkan udara. Suara itu tidak datang dari pengeras suara masjid yang megah, melainkan dari lisan seorang perempuan muda bernama Rizky Jumiati.

Bagi Rizky, dunia mungkin adalah hamparan warna hitam yang abadi. Sejak kecil, ia tak pernah tahu seperti apa bentuk huruf Alif yang tegak berdiri, atau indahnya lengkungan huruf Nun. Namun, bagi siapa pun yang mendengarnya melantunkan ayat suci, satu hal menjadi jelas: Rizky tidak membaca dengan mata, ia membaca dengan jiwa.

Menembus Batas Netra dengan Kalamullah

Rizky Jumiati adalah seorang Qoriah disabilitas tunanetra yang kini menjadi simbol inspirasi, bukan hanya bagi masyarakat NTB, tetapi juga bagi seluruh Indonesia. Di tengah keterbatasan fisik yang sering kali dianggap sebagai penghalang, Rizky memilih jalur yang paling mulia—menjadi penjaga dan pelantun ayat-ayat Allah SWT.

Prosesnya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bayangkan harus menghafal setiap makhrajul huruf, panjang pendeknya tajwid, hingga teknik pernapasan dalam seni tilawah tanpa pernah melihat teks aslinya. Rizky mengandalkan pendengaran yang tajam dan hati yang peka. Ia merekam setiap nada, mengulang-ulang setiap ayat melalui pendengaran (mushaf audio) hingga ayat-ayat tersebut meresap ke dalam sanubarinya.

“Keterbatasan itu ada pada pikiran, bukan pada fisik. Selama hati masih ingin memuji Allah, maka jalan akan selalu terbuka,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

Ketekunan itulah yang membawanya berdiri di panggung megah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Ia bukan sekadar penggembira; Rizky berhasil menyabet gelar juara dalam kategori disabilitas, sebuah pengakuan formal atas bakat luar biasa yang ia miliki.

Suara yang Membuat Dunia Terhenti

Saat Rizky mulai melantunkan ayat-ayat dari Surah Ar-Rahman atau Surah Al-Waqi’ah, suasana di sekitarnya mendadak sunyi. Teknik tilawahnya memiliki ciri khas: penuh penghayatan dan getaran emosi yang tulus. Tak heran jika setiap videonya yang beredar di media sosial selalu dibanjiri air mata dan doa dari netizen.

Kemampuannya mengatur nafas dan nagham (irama) dalam tilawah sejajar dengan para qoriah profesional lainnya. Namun, ada nilai tambah yang sulit dijelaskan dengan kata-kata—sebuah “ruh” dalam suaranya yang membuat pendengarnya merinding. Seolah-olah, setiap ayat yang ia keluarkan adalah bentuk dialog langsung antara dirinya dengan Sang Pencipta.

Guncangan di Jagat Maya: “Dunia Melihatmu”

Kisah hidup dan suara emas Rizky Jumiati tak butuh waktu lama untuk menjadi viral. Di platform media sosial, ribuan komentar mengalir deras. Masyarakat seakan diingatkan kembali tentang hakikat rasa syukur melalui sosok Rizky.

Beberapa komentar netizen yang paling menyentuh hati menggambarkan betapa besar dampak yang diberikan oleh perempuan asal Bima ini:

  • “Kamu tidak bisa melihat dunia, tapi dunia bisa melihatmu,” tulis seorang netizen. Kalimat singkat ini merangkum realitas hidup Rizky; meski ia tak bisa menikmati visual dunia, keberadaannya justru menjadi mercusuar bagi orang lain yang memiliki penglihatan sempurna namun sering kali “buta” akan rasa syukur.
  • “Merinding mendengarnya… karena hati yang bacanya pasti bersih!” komentar warga net lainnya. Ada semacam konsensus di kalangan pendengar bahwa kejernihan suara Rizky adalah cerminan dari kesucian niatnya dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
  • “Subhanallah, kelebihan yang tidak dimiliki sama orang normal… Allahu Akbar,” ujar netizen lain yang merasa takjub dengan bagaimana Allah menitipkan keajaiban suara pada sosok yang secara fisik memiliki kekurangan.

Bima: Rahim Para Pelantun Wahyu

Bima memang dikenal sebagai daerah yang agamis di NTB, sering kali melahirkan qori dan qoriah tingkat internasional. Kehadiran Rizky Jumiati semakin mempertegas predikat tersebut. Ia membuktikan bahwa lingkungan yang mendukung dan kecintaan pada Al-Qur’an dapat melahirkan prestasi yang menembus batas-batas fisik.

Rizky kini tidak hanya dikenal sebagai juara MTQ, tetapi juga sebagai motivator bagi sesama penyandang disabilitas. Ia menunjukkan bahwa menjadi tunanetra bukan berarti harus berhenti bermimpi. Di tangannya, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan pelita yang menerangi kegelapan dunianya.

Refleksi bagi Kita yang Menatap

Melihat sosok Rizky Jumiati, kita dipaksa untuk bercermin. Kita yang dianugerahi mata yang sehat, sering kali justru malas untuk membuka lembaran mushaf. Kita yang memiliki rungu yang tajam, lebih sering mendengarkan hingar-bingar duniawi yang melalaikan.

Rizky mengajari kita bahwa Al-Qur’an adalah cahaya. Bagi mereka yang melihat, Al-Qur’an adalah petunjuk jalan. Namun bagi Rizky, Al-Qur’an adalah segalanya—ia adalah mata, ia adalah peta, dan ia adalah teman bicara di dalam sunyi.

Perjalanan Rizky masih panjang. Dengan gelar juaranya, ia terus berkeliling, memenuhi undangan tilawah, dan menyebarkan ketenangan melalui suaranya. Ia tetaplah Rizky yang rendah hati dari Bima, perempuan yang meski matanya tertutup bagi dunia, namun hatinya terbuka lebar bagi setiap bait kalam Ilahi.

Sesuai dengan apa yang dikatakan para pengagumnya, Rizky Jumiati mungkin tidak melihat kita, namun melalui setiap ayunan suaranya, ia telah memaksa kita untuk melihat kembali ke dalam diri kita sendiri: Sudah sejauh mana kita mencintai firman-Nya?

Kisah Rizky adalah pengingat abadi bahwa di hadapan Allah, bukan kesempurnaan rupa yang dinilai, melainkan ketulusan hati dan kesungguhan dalam mencintai-Nya. Rizky Jumiati, sang bunga dari Bima, telah memenangkan hati dunia tanpa pernah perlu melihatnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…

Harga Emas Antam Hari Ini 4 Oktober 2026 Naik atau Turun? Cek Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.